
...Bab 09. Berbagi dan belanja....
Kling!
[Dari: Bank Hunter.
Anda telah mendapatkan 100 juta rupiah dari penjualan 50 kristal kecil dan kuping Goblin.]
Saat melihat pesan itu, Bima sontak tersenyum lebar dihadapan ponselnya.
"Aku jadi orang kaya. Tapi ..." Bima memikirkan beberapa peralatan dan senjata yang harus dibeli. "Semoga saja senjata ada yang murah dan lagipula aku tidak mungkin mengandalkan peralatan legendaris yang mungkin akan dirampok Hunter lain," ucap batin Bima.
Bima yang saat itu sedang berada di asosiasi Hunter membuat resepsionis wanita yang melayani penjualan kuping Goblin dan inti Kristal kecil terheran hingga membuat nya menganalisa sendiri.
"Perasaan baru kemarin dia menjual banyak inti kristal kecil dan kuping Goblin?" resepsionis itu pun menduga sesuatu, "Mungkin kah, aku menyaksikan sosok Hunter yang hebat dan lebih dari itu, dia tampan. Aku harus maju duluan!"
"Kak Bima?" sapa resepsionis.
Bima yang sedang sibuk dengan layar ponsel, dia sontak tersadar dan memasukkan ponselnya seraya menjawab nya, "Iya."
Resepsionis itu memalingkan wajah nya kesamping dan mengusap pelan pipi kanan nya, "Kakak sudah beberapa kali menjual hasil jarahan kepada saya. Bolehkah kedepan nya kamu menjual apapun dari monster melalui saya?"
Bima tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, tidak masalah. Kalau begitu, boleh kah aku meminta nomor kakak?"
Resepsionis wanita itu sontak tersenyum lebar, "Tentu saja dan nama saya Tiara," ucap resepsionis wanita bernama Tiara seraya memberikan tangan nya.
Bima pun tersenyum dan menerima tangan nya tersebut.
"Aku Bima, salam kenal ya, Mbak Tiara!"
"Iya, salam kenal juga Bima."
Bima dan Tiara pun saling bertukar senyum lalu, saling bertukar senyum.
Dengan ini, Bima memiliki 142,5 juta rupiah dan mengetahui itu, Bima sontak mengirimkan uang 15 juta untuk panti asuhan dan Bima pun langsung menghubungi Ibu Rosa. Seperti yang Bima duga, dia menanyakan sumber uang itu tapi, Bima membohonginya dengan mengatakan uang itu berasal dari investasi saham dan Bima berkata bahwa dia beruntung pada hari itu saham naik pesat. Ibu Rosa pun percaya dan menyuruh Bima untuk tetap menabung dan menyuruh nya untuk kuliah.
Bima pun hanya mengiyakan karena dia tidak tahu apakah ada waktu untuk nya kuliah?
Sesudah itu, Bima pun pergi ke toko elektronik yang mana dia membeli televisi, mesin suci, microwave, smartphone dan beberapa elektronik lain nya hingga menghabiskan 30 juta rupiah.
Dan, langkah terakhir nya. Bima pergi ke tempat fitnes. Dia pun berjalan menuju alamat yang tertulis pada brosur tempat Fitness yang didapatkannya beberapa hari yang lalu.
"Gym nya, apa lewat sini ya?" batin ragu Bima yang terus berjalan seraya mencocokkan alamat yang tertulis.
Sesaat kemudian, ada seseorang yang sontak merangkul bahu Bima dari belakang.
__ADS_1
"Yo, Bima!"
Menyadari itu, Bima sontak menoleh kesamping yang dimana sosok yang merangkul nya adalah Baim.
"Baim?"
"Yo, ngapain lu disini?"
"Aku mau pergi ke Gym," jawab Bima seraya menunjukkan brosur yang dibawa nya.
"Wew, lu rajin ya." Baim sontak melepaskan rangkulannya nya dan memegang perut nya. "Benar juga, Gua juga harus berolahraga karena gua juga bisa merasakan ada nya banyak lemah di tubuh ini. Lalu, apa nama Gym yang lu tuju?"
"Aku lagi nyari gym Fine Body dan alamatnya ada disekitar sini," jawab Bima.
"Ah, disana! Tempat itu memang terkenal bagus," jawab Baim.
"Benarkah? Tidak ada yang istimewa yang bisa kulihat kecuali harga nya yang mahal."
Dengan penuh semangat, Baim memotong pembicaraan Bima.
"Pelatih disana juga sangat cantik!"
Bima pun menghela nafas panjang. Lalu, Baik memegang kedua bahu Bima dari belakang seraya berkata...
Sikap Baim itu membuat langkah Bima terpaksa oleh Baim. "Tunggu! Tapi, kamu kesana bukan untuk olahraga..."
Setelah itu, Bima pun terpaksa melangkah bersama Baim ke lokasi Gym yang mana Baim mengetahui lokasi nya.
"Disini!"
"Oh, disini. Jadi, kamu tahu?"
"Hehehe ..." tawa kecil Baim.
Lalu, kami pun masuk kedalam tempat fitnes itu yang dimana tempat itu cukup ramai dan besar serta memiliki peralatan gym yang lengkap.
Setibanya Bima dan Baim didalam, penjaga tempat itu sontak melihat mereka dan sontak menghampiri nya meski penjaga itu sedang Istirahat makan. Lalu, saat melihat Bima dan Baim. Dia sontak menaruh makanan nya dan menghampiri mereka.
"Oh, maaf. Saat ini jam istirahat makan siang. Jadi, makan dahulu. So, Selamat datang di Fine Body, apakah kalian pertama kali nya ke sini?" tanya penjaga gym.
"Iya, Aku ingin mendaftar," jawab Bima.
"Kak, bisa tidak aku mencoba nya dahulu?" sambung Baim.
"Tentu saja, kalian bisa mencoba nya secara gratis selama 3 hari."
__ADS_1
Bima pun melihat sekeliling nya yang mana Fine Body Gym memiliki fasilitas dan peralatan yang lengkap.
"Tidak masalah, aku langsung mendaftar saja," ucap Bima.
Penjaga Gym sontak tersenyum lebar dengan mata yang terbuka lebar.
"Benarkah! Kalau begitu, sekarang kami sedang mengadakan promo. Jadi, kalau kakak mendaftar selama 3 bulan biaya nya hanya 1 juta rupiah. Bagaimana?"
"Jika begitu, aku akan mendaftar selama 3 bulan sekaligus. Jadi, bisakah aku sekarang mencoba nya?"
"Terimakasih dan silahkan dicoba!"
Bima yang mendengar itu, dia tersenyum kecil lantaran dalam benak nya Bima berencana yang akan melakukan latihan bukan lah diri nya melainkan alpha
atau Beta.
Setelah itu, Bima mendaftar diri dan melakukan pembayaran nya. Sesudah nya, Bima dan Baim berolahraga disana.
Bima pun merasa kesulitan dengan latihan disana bahkan hanya beberapa kali mengangkat burbel stick sudah membuat lah lelah dan lemas.
Berbeda dengan Baim, dia begitu bersemangat hingga membuat perhatian para pengunjung teralih pada nya dan setelah nya, penjaga gym menghampiri Baim.
"Wow, itu luar biasa. Seperti nya kamu sudah terbiasa berolahraga di Gym?"
"Hahaha ... Tidak, ini pertama kali nya bagi Gua."
"Lalu, apakah kekuatan mu meningkat saat kamu Awakening? Lalu, berapa stat strength mu sekarang?"
"Strength Gua 1,5. Hahaha..." jawab bangga Baim.
Mendengar itu, Bima pun mendapatkan pelajaran.
"Skill peningkatan kekuatan biasa saja bisa meningkatkan tajam apalagi para Hunter rank tinggi? Aku tidak bisa membayangkan status milik mereka," batin Bima.
Beberapa jam kemudian, Bima dan Baim keluar dari Gym. Lalu, kembali pulang bersama.
"Berolahraga memakan waktu cukup banyak. Gua iri, Bro. Lu punya waktu banyak buat rutin berolahraga selain itu, tempat gym nya tidak begitu menyenangkan."
Bima pun menghela nafas panjang lantaran dia tahu maksud dari Baim. "Bukan, tidak menyenangkan tapi tidak ada pelatih cantik, bukan?"
Baim sontak memasang ekpresi kecewa dan dia langsung menampar pelan punggung Bima. "Bisa aja lu, Bro. Tau aja pikiran Gua. Hahaha..."
Bima pun tidak marah dan hanya tertawa kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1