Shadow Clone Master

Shadow Clone Master
Shadow Clone Master (S2) | Bab 04


__ADS_3

...Bab 04. Mempelajari Clone....


Tujuan Bima kali ini menaklukkan Dungeon house dirumahnya agar teror gedor pintu tidak terjadi lagi. Maka dari itu, Bima dengan kemampuan Kloning nya meningkatkan kemampuan dan mempelajari kemampuan nya.


Pagi hanya hari nya sang klon berlari dengan Sweater tebal, celana training dan sepatu olahraga. Dia berlari terus mengelilingi taman yang tidak jauh dari rumah Bima.


Bahkan beberapa warga melihat nya sedikit terheran dengan semangat olahraga sang klon.


"Apa pemuda itu berlari lagi hari ini?"


"Aku perhatikan dia berlari dan olahraga dari pagi sampai malam.


"Bagaimana jika dia pingsan karena berlari dengan pakaian pengap seperti itu?"


Sesaat kemudian, sang klon duduk beristirahat seraya mengambil nafas. Karena melihat semangat Sang klon membuat seorang ibu yang sedang lari juga memberikan botol minuman nya.


"Kamu sudah bekerja keras. Minum ini sebelum kamu memulai lari kembali!"


Tanpa menjawab dan menerima botol itu, sang klon melanjutkan lari nya.


Berkat olahraga itu, Bima mampu membentuk tubuh tanpa diri nya harus berolahraga disertai kenaikan dan status.


Ding!


[Strength telah meningkat 0,3.]


[Vitallity telah meningkat 0,4.]


[Agility telah meningkat 0,3.]


Selain itu, Bima juga sudah mempelajari kelebihan dan kekurangan dari klon nya.


Pertama, rasa sakit dan kelelahan yang diderita klon tidak akan mempengaruhi Bima.


Hasil ini Bima dapatkan saat dirinya sedang duduk santai sedangkan, Klon terus berlari dan Bima memukul keras Klon sebagai bahan uji coba dan itulah hasil nya.


Kedua, Klon akan hilang dan kembali menjadi bola hitam saat mengalami luka serius dan mengunakan energi staminanya melebihi batas.


Yang mana percobaan ini, aku lakukan pada klon dengan menyuruh berlari terus-menerus mengelilingi lapangan sampai dirinya menghilang dan aku merasa berlebihan serta kasihan kepada nya.


Ketiga, setiap kali tubuh Bima berubah maka klon juga akan meniru penampilan fisik Bima yang terbaru.

__ADS_1


Keempat, meskipun Bima berada di jarak yang jauh. Tapi masih mungkin untuk Bima memberikan perintah hanya dengan mengunakan bahasa batin.


Hasil itu, Bima dapatkan saat dirinya rebahan di atas kasur sedangkan sang klon sedang berolahraga dan Bima pun memberikan perintah ...


"Berhenti lari dan mulai melakukan beberapa push up!"


Dan, dilapangkan sang klon melakukan apa yang diperintahkan oleh Bima hingga membuat orang-orang disekitarnya terheran.


Kelima, Klon tidak bisa mengunakan skill Shadow Clone.


Dalam benak Bima, jika hal itu bisa dilakukan maka bisa menghasilkan klon tanpa batas.


Meski begitu, Bima cukup puas dengan kemampuan nya.


"Dengan ini, aku akan menjadi kepala dan kalian akan menjadi anggota tubuh ku," gumam Bima yang tengah duduk santai di sofa seraya melihat brosur tempat gym yang baru dibuka.


Sesaat kemudian, Bima mendapatkan pesan di ponsel nya.


Kling!


[Dari: Bank Hunter.


Kami sudah mentransfer 2 juta rupiah ke rekening anda dari penjualan 4 inti kristal kecil dan kuping Goblin.]


Setibanya di minimarket, Bima sontak pergi ke mesin ATM untuk memeriksa Saldo nya yang awalnya tersisa 2 juta dan saat itu, Bima tersenyum lebar yang mana kini saldo nya sudah 4 juta.


"Ternyata pesan itu, bukan lah hoax."


Melihat itu, Bima sontak mengambil 2 juta uang itu yang mana dia akan gunakan untuk membeli smartphone.


Setelah itu, Bima keluar minimarket dan pergi toko ponsel terdekat yang tidak jauh dari minimarket.


"Siang, kak. Ada yang bisa saya bantu?" sapa penjaga toko ponsel.


"Aku ingin membeli ponsel smartphone yang kisaran 1,5 jutaan ada gak?"


"Banyak, silahkan pilih saja!" seru penjaga toko.


Lalu, penjaga toko itu memperkenalkan satu persatu ponsel yang dijualnya dan Bima pun membeli satu.


"Terimakasih, silahkan datang kembali!" sapa penjaga toko saat Bima meninggal toko.

__ADS_1


Diperjalanan pulang, Bima melihat ada toko bakery dan dia pun mampir sejenak membeli kue untuk Ibu lani karena dia sudah banyak membantu.


Setibanya di rumah, Bima menaruh barang belanjaan. Lalu, mengambil rantang milik Ibu Lani. Setelah itu, dia keluar lagi dan pergi ke rumah bu lani.


Saat tiba disana, pintu tertutup rapat dan Bima pun menekan bel yang tidak lama kemudian, Dina keluar dengan pakaian tank top dan rambutnya dibiarkan terurai.


“Siapa ya?” ucap Dina yang melirik ke pagar.


“Saya.”


“Oh, kamu. Ngapain kamu kesini?!” ucap jutek Dina dan menghampiri Bima.


“Saya ingin mengembalikan rantang dan memberikan ini,” ucap Bima sambil menunjukan rantang dan kue tart.


Dina yang sudah berjarak dekat, dia membuka pagar dan mengambil rantang serta kuenya. Namun, saat melihat kuenya Dina bersikap lain.


“Selera mu bagus juga. Terima kasih, ya.”


“Eh? Iya. Sama-sama.”


Saat Dina melihat kue yang dia bawa, Bima menganalisa bahwa sepertinya Dina suka rasa strawberry. Padahal itu hanya kebetulan ada rasa itu saja di toko Bakery.


Mungkin ini bisa menjadi catatan tersendiri baginya


“Lalu, ada perlu apa lagi?” tanya judes Dina.


“Tidak ada sih,” jawab Bima seraya senyum kepadanya.


Ditengah obrolan Bima dengan Tanya, Ibu Lani keluar dan melihat mereka, “Ada siapa, Dina?”


“Ini tetangga baru,” jawab ketus Dina.


Ibu Lani pun melihat kearahku, “Oh, ternyata Nak Bima. Kenapa diluar saja? Ayo masuk!” seru Bu Lani.


“Tidak usah, Bu. Saya hanya mengantarkan rantang dan kue saja.”


“Oh, Kue! Terima kasih ya nak Bima. Oiya, asal kamu tahu saja. Dina itu sangat menyukai kue lho,” ucap Ibu Lani yang diakhiri dengan meledek Dina.


“Apa sih? Udah ah!” ucap ngambek Dina dan dia langsung melangkah masuk ke rumahnya.


Bima dan Ibu Lani tersenyum melihat sikapnya.

__ADS_1


Setelah itu, Bima pun berpamitan dengan Ibu Lani dan meninggalkan rumahnya.


Dan, setibanya dirumahnya. Bima mempelajari smartphone hingga akhirnya dia menemukan aplikasi khusus Hunter yang mungkin akan bermanfaat kedepan nya nanti.


__ADS_2