
...Bab 03. Clone and Dungeon House....
Manusia itu harus bekerja.
Manusia itu harus belajar.
Manusia itu harus makan dan minum.
Ada begitu banyak harus manusia lakukan.
Tetapi juga ada banyak hal yang ingin manusia lakukan seperti bermain game, Traveling, berpesta dengan teman-teman dan juga berkencan.
Kenapa seseorang hanya dapat melakukan satu hal dalam satu waktu?
Menjawab pertanyaan itu, Bima selalu berharap diri nya memiliki dua tubuh dan terjadilah demikian.
Yang mana saat ini Bima sedang berhadapan dengan kloning nya sendiri. Sosok pemuda yang memiliki tubuh fisik dan wajah yang serupa dengan Bima serta tidak mengenakan pakaian sehelai pun.
"Apa kamu seorang klon?"
Klon Bima pun menjawab dengan suara yang sama seperti dirinya. "Iya."
"Bolehkah aku menyentuh mu?" tanya ragu Bima takut-takut dirinya hanyalah ilusi seperti yang dikatakan oleh sales.
"Iya, Tuan."
Lalu, Bima pun menyentuh bahu kanan klon dan tubuh nya benar-benar keras serta kulitnya hangat.
"Ini tubuh fisik yang nyata. Ini bukan Ilusi," batin jawab analisa Bima.
Meksi begitu, Bima sungguh tidak nyaman melihat tubuh nya yang lain tidak mengenakan pakaian.
"Pertama-tama, pakai lah pakaian mu seusai selera."
"Baik."
Lalu, klon itu pergi ke kamar dan mengambil serta mengenakan pakaian Bima. Sesudah itu, Klon kembali berdiri dihadapan Bima.
"Jadi, apa saja yang bisa kamu lakukan?"
"Apapun perintah anda. Saya akan melaksanakan nya," jawab Klon.
Mendengar itu, kedua mata Bima terbuka lebar dan tersenyum sendiri.
"Apapun perintah ku?"
"Iya, Tuan," jawab Klon.
"Kalau begitu ... berlutut!"
Sesaat kemudian, klon itu berlutut.
Lalu, Bima melanjutkan perintah nya. "Berdiri!"
Klon itu pun berdiri.
Bima melanjutkan nya lagi, "Berlutut!"
Dua perintah itu terus diucapkan oleh Bima hingga membuat klon itu kelelahan dan dia pun menghentikan perintah nya serta membuat kesimpulan.
"Seperti nya jumlah stamina nya sama seperti ku."
Sesaat kemudian, sebuah pesan muncul.
Ding!
__ADS_1
[Vitallity telah meningkat 0,1.]
Melihat pemberitahuan itu, Bima tersenyum kecil.
"Eh?! Ternyata hanya olahraga kecil saja bisa meningkatkan status. Sungguh menarik!"
Setelah itu, Bima pun memerintahkan nya untuk berolahraga dengan mengenakan sweater, topi dan masker sedangkan, Bima sendiri memilih untuk mencuci dan membersihkan rumah dibandingkan dengan berolahraga.
Dan, menghabiskan empat jam berlari tanpa istirahat membuat peningkatan yang tinggi.
Ding!
[Vitallity telah meningkat 1,5.]
[Agility telah meningkat 0,5.]
Meski begitu, saat kembali ke rumah. Klon itu pingsan dan berubah menjadi bola hitam yang kembali ke dada Bima.
Bima yang memahami itu, dia pun merasa bersalah.
"Maaf, klon. Lain kali, aku akan memberikan perintah yang lebih manusiawi. Mungkin.."
Pada saat itu, Bima coba mengembalikan rantang ke rumah Bu Lani namun, dirumahnya tidak ada seorang pun hingga dia kembali dan menunda nya besok.
Malam harinya suara yang menggangu Bima semakin keras.
Buk! Buk! Buk!
Mendengar suara itu, Bima pun terbangun dan merasa yakin bahwa suara bukan berasal dari tikus melainkan seseorang yang mengendor pintu tapi ...
"Siapa?" gumam pelan Bima.
Bima yang merasa ketakutan dengan suara itu, dia pun menelan ludah nya dan memutuskan memanggil kembali klon nya.
Lalu, pergi bersama-sama dengan klon yang sudah berpakaian lengkap serta memegang pisau dapur dan Mereka menuju sumber suara yang mana suara itu berasal dari pintu gudang belakang.
Bima pun menghitung, "Satu ... Dua ..." Bima menelan ludah nya, "Tiga."
Bima membuka pintu nya dan klon masuk kedalam dengan cepat namun ....
"Tuan, tidak ada apa-apa. Hanya saja ..."
Bima yang penasaran sontak berbalik badan dan masuk kedalam pintu yang mana dibalik pintu ruang gudang adalah sebuah Goa batu dengan batu cahaya di sisi tembok.
Bima yang sudah belajar tentang Hunter dan Dungeon, dia pun tahu bahwa tempat dia berdiri ini adalah ...
"Dungeon House."
Dungeon House sendiri merupakan jenis Dungeon yang dimana sebuah Dungeon terhubung langsung dengan salah satu rumah atau bangunan tertentu dan memiliki peraturan sendiri yakni Dungeon hanya bisa dimasuki oleh pemilik rumah atau orang yang terpilih.
Memahami itu, Bima pun menelan ludah nya kembali.
"Hei, klon. Apakah kita bisa menaklukkan nya?"
"Tidak tahu."
Meski Bima sedikit ragu, dia pun bersama klon nya memutuskan untuk menjelajahi Dungeon.
"Hei, klon. Jika ada sesuatu yang berbahaya lebih baik kita kabur saja dan kembali ke rumah. Kamu mengerti?"
"Iya, Tuan."
Setelah beberapa langkah kedalam Goa, Mereka pun berpapasan dengan satu Goblin.
"Kalau hanya satu, kita bisa melawan nya. Kamu siap, Klon!"
__ADS_1
"Siap!"
Sesaat kemudian, klon berlari menerjang Goblin dan menjatuhkan nya. Lalu, Bima yang ada dibelakang nya sontak menusuk dada nya.
"Kiaayaaaa!" jerit sakit goblin.
Mendengar itu, Bima dan klon nya sontak bangun dan mundur beberapa langkah sampai goblin itu terlihat sudah mati.
Meski begitu, Bima masih ragu dan memberikan perintah kepada klon nya.
"Klon, coba kamu periksa! Apakah sudah mati atau belum?"
Klon pun menghampiri jasad Goblin dan menggoyang-goyangkan pipinya yang masih terdiam.
"Sudah mati."
Mendengar jawaban klon, Bima pun menghela nafas lega.
"Syukurlah, kita bisa mengalahkan nya. Baiklah. Kalau begitu, kamu ambil Kristal inti nya dan aku mengambil senjata."
"Iya."
Klon pun mengunakan pisau nya untuk membedah dada Goblin dan mengambil kristal inti tanpa ada ekpresi sedikit pun.
Sedangkan Bima yang melihat itu, dia merasa jijik dan iba sendiri. "Jika aku yang melakukannya mungkin tidak akan tega."
Saat Bima melihat Goa semakin dalam, dia pun merasa lebih takut. Meski begitu, Bima yakin akan kemampuan klon nya yang mampu melindungi nya.
"Klon, kita harus lebih berhati-hati!"
"Iya."
Setelah itu, Bima pun mengunakan perisai kayu dan Klon memakai gada yang mana kedua senjata itu berasal dari Goblin yang sebelumnya di bunuh sedangkan, untuk inti kristal kecil dan kuping Goblin. Bima menaruhnya pada saku jaket nya.
Beberapa saat kemudian, mereka berpapasan kembali dengan tiga Goblin.
Melihat nya, Klon sontak berlari dan mengayunkan gada pada kepala Goblin dan membuat nya mati.
Rekan Goblin yang lain juga sontak memukul keras klon namun, dia tidak memiliki ekspresi sakit atau mengurangi tenaga nya malah dia melakukan serangan balik dengan gada ke Goblin yang lain.
Sedangkan Bima juga melesat menerjang Goblin yang lain saat perhatian teralih pada klon hingga mereka pun berhasil membunuh ketiga Goblin.
Meski begitu, Bima dan klon nya terlihat sudah kelelahan serta terlihat juga tangan klon yang sudah patah oleh serangan Goblin. Maka dari itu, Bima ...
"Klon, ayo kita kembali! Dan, beristirahat!"
"Baik."
Bima dan Klon nya pun kembali setelah mengambil tiga kuping Goblin dan inti kristal kecil.
Dan, sekembalinya di rumah. Bima mengembalikan klon.
"Terimakasih atas kerja keras mu, klon. Cancel Clone."
Klon pun berubah menjadi bola hitam dan masuk ke tubuh Bima yang dimana sesaat kemudian, sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Strength telah meningkat 0,3.]
[Agility telah meningkat 0,2.]
[Vitallity telah meningkat 0,4.]
[Skill Shadow Clone telah meningkat ke Rank G.]
__ADS_1
[Anda mendapatkan kemampuan lanjutan 2 - Illusion Clone.]
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...