Shadow Clone Master

Shadow Clone Master
Shadow Clone Master (S2) | Bab 10


__ADS_3

...Bab 10. Para Clone yang bekerja....


Setelah mendaftar di tempat Gym, Bima pun memerintahkan Beta untuk berolahraga disana.


Namun, Beta yang berolahraga disana membuat semua pengunjung khawatir dengan keadaan nya.


Bagaimana tidak?


Beta berolahraga dengan mengangkat burbel stick yang terberat dan menahan diatas bahunya hingga membuat kedua tangan berdarah, urat otot muncul dan keringat terus bercucuran.


Sang penjaga gym juga takut kalau-kalau alpha bisa mati karena kelelahan berolahraga.


Lalu, ada pengunjung wanita yang memberitahu penjaga Gym.


"Mas, aku tahu bisa tahu itu berbahaya hanya dengan melihat nya. Apa dia baik-baik saja?"


"Aku sudah mencoba berbicara kepada nya tapi dia sama sekali tidak mendengarkan," jawab penjaga Gym seraya mengigit jari nya.


Beberapa saat kemudian, sebuah pesan masuk dari smartphone nya.


Kling!


Mendengar itu, Beta menaruh kembali barbel nya dan melihat pesan masuk.


[Latihan selesai, mandi dan tunggu didepan Gym.]


Setelah itu, Beta melangkah keluar dengan membawa sebotol air mineral dan meminum nya dalam satu tegukan.


Pengunjung wanita dan penjaga Gym menghela nafas lega.


"Syukurlah ..." ucap penjaga Gym.


"Seperti nya dia sudah selesai latihan hari ini," sambung pengunjung wanita.


Ditempat berbeda, Bima sedang berada didalam Dungeon aman yakni Goa Slime yang dimana Bima mengenakan baju pelindung khusus, masker khusus, vakum tabung kecil dan palu.


Dan, didalam Goa itu Bima membunuh Slime dengan palu lalu, mengambil jasad nya yang berupa cairan dengan vakum dan tabung di punggung nya hingga gel tubuh Slime masuk kedalam tabung.


Bima pun melakukan nya secara berulang-ulang hingga akhirnya dia menyerah dan keluar dari Dungeon.


"Phew ..." hela nafas Bima sesaat membuka masker.


Lalu, Pak Rendy menghampiri Bima.


"Bagaimana?"


"Masker gas nya sangat menganggu. Rasa nya seperti bernafas dengan beberapa masker wajah saja," jawab Bima.


"Hal itu lah yang membuat para Hunter enggan pergi kesana meski Goa Slime dinyatakan aman. Meski begitu, Goa Slime dan tabung sewaan tidak memiliki batas waktu jadi bisa berburu selama mungkin."


"Meski begitu, tidak peduli seberapa sabar seseorang. Hal itu sulit untuk menyelesaikan nya semua tabung."


Bima berkata seperti itu lantaran dia sudah 1 jam hanya bisa mengisi setengah tabung di punggung nya.


Lalu, Bima terpikir sesuatu. "Bagaimana kalau Beta yang masuk?"

__ADS_1


"Bisa, silahkan! Saya sudah mengatur nya."


Bima yang mendengar itu, dia langsung memberikan semua peralatan kepada Beta.


"Beta, aku serahkan kepada mu! Semoga beruntung!"


Beta pun memberikan tanda jempol dan kembali masuk kedalam Dungeon.


Lalu, Bima menghadap Pak Rendy. "Pak Rendy, mari kita pergi ke tempat berburu kelinci bertanduk!"


"Oh, baik. Mas Bima."


"Dengan ada nya Beta disi-." Bima teringat sesuatu. "Ah, iya. Aku belum menjemput nya dari Gym."


Dan, Beta terdiam menunggu Bima di depan pintu Gym.


Setelah itu, Bima yang diantar oleh Pak Rendy dengan mobil nya. Mereka pun mampir sejenak ke tempat Gym dan setibanya disana, Bima melihat ada Beta sedang menunggu kehadiran nya.


"Beta, naiklah!" seru Bima.


Beta pun masuk berjalan menghampiri Bima dan masuk kedalam mobil yang mana Bima memerintahkan Beta untuk memakai masker dan topi.


Setelah itu, baru lah mereka pergi ke lokasi misi.


Didalam perjalanan nya, mereka pun berbincang kecil.


"Jadi, kak Bima memberikan nama mereka dengan nama Alpha dan Beta. Apakah kakak bisa membedakan?"


"Sebenarnya tidak, mereka semua sama terlihat seperti ku hanya saja aku ingin memberikan nama yang cukup bagus bagi mereka seusai dengan angka Romawi dari Alpha sampai omega. Mungkin jika lebih dari itu, aku akan mengunakan angka saja."


"Pak Rendy, sebenarnya aku tidak memiliki senjata untuk berburu kelinci bertanduk bukan kah dibutuhkan senjata api untuk memburu nya?" sambung tanya Bima.


"Kak Bima tidak perlu khawatir tentang itu. Kamu bisa mengunakan peralatan mu sendiri tapi juga bisa menyewa sebagian besar peralatan dari tempat berburu."


"Syukurlah. Seperti nya diawal ini aku harus menyewa."


"Iya, jika nanti sudah memiliki tabungan. Aku harapkan kakak memiliki peralatan sendiri."


"Baiklah."


Mendengar itu membuat Bima menghela nafas panjang lantaran uang pemburuan Goblin sudah habis sebagian untuk peralatan rumah dan elektronik.


"Aku harap di pemburuan ini, aku akan mendapatkan Jackpot untuk membeli peralatan dan pergi ke lantai bos Dungeon House."


Tidak lama kemudian, Bima dan lainnya mendengar suara tembakan.


Dor! Dor!


Mendengar itu, Bima sontak terheran. "Suara apa itu?"


"Akhirnya kita sampai. Lapangan tembak Senayan yang merupakan lokasi dari Dungeon Kelinci bertanduk."


Setibanya didalam, mereka disambut oleh beberapa Hunter yang ingin berburu serta toko-toko kecil menyediakan jasa penyewaan.


"Kak Bima, mari ikut aku ke toko yang sudah bekerja sama dengan ku!"

__ADS_1


Setelah itu, Bima diantar ke salah satu toko senjata dengan penjaga toko berwajah sangar berbadan besar.


"Kamu bisa menyewa senjata dan peralatan disini!"


"Iya."


Lalu, Bima pun menyewa senapan lasar panjang, kacamata penglihatan malam, sewa tempat, penyumbat telinga dan 400 peluru.


"Total semuanya 10 juta."


Bima cukup beruntung karena masih ada tabungan nya jadi tidak menjadi masalah baginya.


Sesudah itu, pak Rendy mengantar Bima ke lokasi berburu yang mana Bima sontak disambut oleh suara senapan dan peluru disekitar mereka.


Memahami situasi itu, mereka sontak mengunakan penyumbat telinga dan terus melangkah sampai ke salah satu kursi.


"Kursi no 6, saya rasa ini kursi mu dan apakah kamu yakin dengan ketrampilan menembak mu?"


Aku pun tersenyum kecil dan menjawab nya. "Aku akan berusaha sebaik mungkin."


Setelah itu, Bima duduk di kursi dan Pak Rendy berpamitan karena ada pekerjaan yang lain. Lalu, dia pun membidik area pemburuan dan terlihatlah satu kelinci bertanduk.


"Yos, aku melihat satu," gumam Bima lalu, dia pun menembak nya namun ....


Satu jam kemudian ....


Bima menundukkan kepalanya seraya menutup wajah dengan dua tangan nya.


"Aku bahkan tidak mendapatkan satu ekor pun! Padahal aku sudah membidik nya dengan benar tapi, dia cepat dan bisa kabur!" ngeluh batin Bima.


Bima yang kelelahan dan mengantuk, dia pun memerintahkan Beta.


"Beta!"


"Iya, Tuan," jawab Beta.


"Buru kelinci bertanduk dengan senjata disini dan kumpulkan mereka dengan Speargun itu! Setiap kali, kamu berhasil kirim aku pesan 1 dan seterusnya juga kalau pelurunya habis, hubungi aku. Kamu mengerti?" seru Bima.


"Iya."


Bima pun menghela nafas panjang, "Ahufuu ... ini sungguh melelahkan. Aku akan kembali ke rumah."


"Baik," jawab Beta.


Lalu, Bima pun kembali pulang membasuh diri, makan dan rebahan seraya melamun memikirkan Beta.


"Aku tidak menyangka menangkap kelinci bertanduk benar-benar sulit." Bima menghela nafas panjang, "Ahuufuu ... aku berharap Beta mendapatkan satu kelinci bertanduk."


Tidak lama kemudian, Bima pun tertidur yang mana dia tidak ketahui bahwa ponselnya terus berbunyi lantaran pemberitahuan pesan bertuliskan ...


[ 1 ... 1 ... ]


Sampai berubah menjadi tumpukan pesan dari Beta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2