
...Bab 17. Mari kita bangun Dungeon sendiri....
Matahari pun telah terbit dan samar-samar Bima mendengar suara alarm dari ponsel. Lalu, dia pun mengumpulkan kesadaran dan membuka mata dan mematikan alarm.
Saat melihat jam, disana sudah menunjukan pukul 07.00.
"Aku hanya memiliki waktu sejam untuk mandi dan sarapan," gumam Bima.
Maka dari itu, Bima beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Sesudah itu, dia menggoreng telur yang sebelumnya telah dia beli di warung dan nasi juga telah di masak di rice cooker. Secara kebetulan juga semua peralatan elektronik masih berfungsi. Setelah itu, Bima kembali melihat jam tangan dan sudah menunjukan pukul 07.45.
“Sepertinya aku harus pergi sekarang.”
Bima pun pergi ke chamber. Itulah sebutan dungeon yang dia kelola bersama Beta sedangkan, Alpha diperintahkan untuk menjalankan tugas harian.
Setibanya, disana Bima menyambut Operator.
“Selamat pagi. Operator!”
Ding!
[Sapa. Selamat pagi, Master. Bagaimana hari ini?] suara Operator yang menjawab Bima.
“Sangat baik.”
Operator ialah nama dari Operation System Dungeon. Nama itu Bima berikan sebelum tadi malam meninggalkan Dungeon.
Ding!
[Lapor. Master, ada beberapa pesan dari Dewa Dungeon.]
Mendengar itu, Bima sedikit terkejut,
__ADS_1
“Ah, Dewa? Tunjukan kepadaku!”
Layar udara pun muncul dihadapan nya yang berisikan dua surat. Melihat itu, Bima sontak membukanya.
Surat pertama berisikan modal pertama Bima sebagai CEAD berupa 2000 Dungeon Poin dan surat kedua juga berupa poin sebesar 3000 Dungeon Poin. Maka, total yang kudapatkan sebesar 5.000 Dungeon Poin.
Didalam penjelasan Operator, Dungeon Poin merupakan nilai tukar pembelian pembangunan atau pun unit. Dungeon poin sendiri terdiri dari dua. Yang terikat dan tidak terikat.
Lalu, untuk yang tidak terikat. Bima bisa menukarnya dengan harga senilai satu gram emas. Jika di hitung kurs emas saat ini berarti satu dungeon poin tidak terikat senilai 500 ribu rupiah.
Itu uang honor yang akan dia terima. Sebelum Bima mendapatkan poin honor itu lebih baik memfokuskan membuat dungeon dahulu agar tidak penyusup yang membunuh nya.
Sesudah melihat pesan, Bima pun menutup layar udara dan meminta saran kepada Operator.
“Operator, sekarang aku harus melakukan apa?”
Ding!
“Aku mengerti. Lalu, bagaimana caranya?”
Ding!
[Jawab. Master, ada cukup mengatakan ‘Build Menu Open’. Maka, layar menu akan muncul.]
“Begini kah … Build Menu Open!”
Sesaat kemudian, layar udara muncul yang berisikan menu pilihan pembangunan seperti pembangunan lantai, tema lantai, bangunan, dekorasi dan lainnya. Sesudah itu, tentulah aku memilih tema yang dimana terdapat banyak pilihan disana seperti tema istana, labirin, gurun, hutan dan masih banyak lagi.
Melihat itu semua, Bima memutuskan untuk memilih tema Hutan seharga 100 DP.
Setelah memilih itu, sebuah cahaya biru menyelimuti ruangan dan berlahan merubah suasana putih menjadi pepohonan yang tinggi serta lantai yang putih berubah menjadi tanah yang gembur.
__ADS_1
Bima memilih hutan bukan tidak ada alasan, Hutan akan sangat membantu dalam mengatasi penyusup yang tiba di ruang dungeon Master.
Beberapa saat kemudian, proses pun selesai namun saat menoleh kebelakang pintu keluar berdiri ditengah hutan. Pemandangan itu sangatlah kurang menyenangkan maka dari itu, Bima memutuskan untuk membuat rumah atau lebih tepatnya kantor utama.
Lalu, Bima pun membuka kembali [Build Menu] yang kali ini, dia memilih [Bangunan].
Saat dibuka, banyak pilihan bangunan tertera disana dari rumah kecil sampai besar, hotel, aula dan masih banyak lagi.
Lalu, Bima pun memilih yang sesuai dengan perhitunganku yaitu rumah sedang seharga 250 DP.
Sesaat memilih itu, bangunan rumah pun tercipta dengan sendirinya dan tidak membutuhkan waktu lama, rumah yang memiliki tiga lantai pun jadi.
Tidak hanya rumah, beberapa perabot juga sudah tersedia. Namun, ada kekurangannya yaitu rumah yang kupilih rumah yang berbahan kayu dengan desain abad pertengahan.
Melihat itu, Bima tersadar mungkin saja dungeon ini memang berada di dunia sihir dan pedang.
Meski, pemikiran itu belumlah terbukti.
Setelah semua itu, Bima bertanya lagi kepada Operator, “Operator, apa lagi yang harus kulakukan?”
Ding!
[Jawab. Master, saya sarankan anda untuk memulai membuat unit!]
“Unit? Sepertinya menarik! Baiklah, mari kita buat!”
Dan, jam kerja Bima pun masih berlanjut …
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saldo DP terikat: 5.000 - 350 \= 4.650 DP.
__ADS_1