![Shusen No Ai [Shonai]](https://asset.asean.biz.id/shusen-no-ai--shonai-.webp)
Ke esokan harinya Tamasuyu bersekolah seperti biasa tetapi saat berada di sekolah ada yang aneh seakan semua tertuju kepada Tamasuyu
Duduk sembari meletakkan tas
“apa yang kau lakukan kemarin" ucap Michael
Tamasuyu yang kebingungan itu pun menjawab
“ada apa?"
Lalu di sisi lain Tamasuyu melihat Akane yang seperti tersudut dan menundukkan kepalanya
“hei apa yang terjadi" ucap Tamasuyu
Tamasuyu Menghampiri Akane dan mengatakan
“apa yang terjadi?"
Akane pun terdiam tidak membalas apa yang di ucapkan Tamasuyu
Lalu tiba-tiba aza datang dan melayangkan tinjunya tentu itu tidak berpengaruh kepada Tamasuyu karena dia dengan mudah menghindar
“eh kenapa"
Lalu aza pun mengatakan dengan lantang “hei apa kau tidak sadar diri kalau kau itu jelek bisa bisa nya kau berpacaran dengan Akane" ucap aza
Lalu Akane pun menentang perkataan aza
“tidak bukan itu"
Tamasuyu pun mengatakan dengan jujur “aku hanya berteman dengan Akane apa tidak boleh?" Ucap Tamasuyu
Aza yang marah pun mengatakan bahwa Tamasuyu itu tidak pantas untuk menjadi teman Akane
Lalu saat di tengah perdebatan Michael memotong pembicaraan “apa hanya harus ganteng untuk bisa bergaul?" Ucap Michael yang membela Tamasuyu
__ADS_1
“ha? Mana mungkin orang kayak dia itu bisa ganteng" ucap aza
“hei bukanya Tamasuyu itu seorang preman pasti banyak luka di wajahnya makanya di tutupi" guman dan bisik anak anak yang membicarai Tamasuyu
“kalau begitu itu hal mudah karena Tamasuyu lebih ganteng ketimbang kau aza" ucap Michael
Hal itu membuat aza marah dan tak kuat menahan amarahnya dia langsung memukul Michael
Saat hendak memukul Michael Tamasuyu menghentikan pukulan aza saat pas di depan wajah Michael
“heh ternyata sifat mu buruk juga aza" ucap Michael
Aza yang tak peduli dengan sekitarnya dan terhasut amarahnya dia melanjutkan serangan
Akan tetapi Tamasuyu langsung membanting aza
“makasih Tamasuyu" ucap Michael
“seharusnya aku yang berterima kasih" ucap Tamasuyu
Tamasuyu pun di panggil di bk karena perkelahian tadi bagi dan Tamasuyu pun Meg iya kan saja kalau dia bersalah padahal bukan dia yang bersalah
Waktu Tamasuyu menghampiri meli entah kenapa meli selalu menghindar itu membuat Tamasuyu semakin risih
Michael menghampiri Tamasuyu “intinya besok kau harus potong rambut ya ikuti saran ku ini bukan cuma untukmu tapi juga dengan Akane'" ucap Michael
“ah oke aku sangat berterima kasih banyak Michael banyak membantu" ucap Tamasuyu
“iya karena aku tau kau bukan orang yang buruk makanya aku mau membantu mu" ucap aza
Sekolah berakhir Tamasuyu pulang dan berada di rumah latihan bersama ayahnya
Setelah latihan Tamasuyu meminta izin keluar
“ibu aku mau pergi ke salon" ucap Tamasuyu yang langsung pergi keluar
__ADS_1
“hei apa Tamasuyu sudah punya pacar?" Ucap ibu Tamasuyu
“eh anak itu berpacaran aku GK bisa bayangin betapa konyolnya, yah meskipun dia sudah besar mungkin ini adalah hal wajar untuk anak se usianya" ucap ayah Tamasuyu
“iya semoga aja tidak seperti ayahnya saat muda untung sifatnya mirip dengan ku" ucap ibu Tamasuyu
“hahaha laki itu haru barbar" ucap ayah Tamasuyu yang membanggakan diri
Setelah di salon dan memotong rambutnya dia berpapasan dengan meli
“hei meli tunggu sebentar " ucap Tamasuyu
“siapa?" Ucap meli
“aku Tamasuyu "
Meli pun menghindar dan pergi meninggalkan Tamasuyu
Lalu Tamasuyu pun menarik tangan meli dan memegang pinggang meli wajah mereka bertatapan dengan jarak yang dekat
Dengan posisi di peluk dan tangan Tamasuyu yang berada di pinggangnya membuat meli malu dengan posisi tersebut
“ada apa?" Ucap meli
“kenapa kau menghindari ku aku ingin berdua bersama mu" ucap Tamasuyu
Wajah memerah pada meli karena ucapan tersebut “kenapa?'
Tamasuyu pun mengajak nya ngobrol dan bertanya mengapa dia menghindari nya
Dan meli pun menjawab dan menjelaskan kalau dia tidak ingin Akane terluka karena kedekatan dengan meli dan Tamasuyu
Saat itu Tamasuyu tertawa “hahaha"
Dan secara tidak sadar Tamasuyu menceritakan semua kehidupan nya dari di buly dan berpura pura lemah
__ADS_1
Serta tentang Sherly yang dia cintai