Shusen No Ai [Shonai]

Shusen No Ai [Shonai]
ch 20.malam yang dingin


__ADS_3

Tamasuyu memandangi wajah Akane yang tertidur polos terus memandangi begitu lama sampai dia menghela nafas


“ah dia terlalu imut" guman Tamasuyu sambil memegang rambutnya Akane


Dia meng elus elus rambutnya yang halus


“emhh"


“ah tidak aku terlalu terbawa suasana"


Tamasuyu pun berdiri dan hendak pergi tetapi Akane memegang tangan Tamasuyu itu membuat Tamasuyu tidak bisa bergerak


“anu Akane?"


Tidak menjawab Akane tertidur pulas


“ah tidak aku tidak bisa menahan napsu ini"


Tamasuyu langsung membuka baju Akane dengan pelan pelan dengan napsu yang liar


Srek melepaskan celana Akane


“ah tidak ini tidak boleh "


Tamasuyu Berusaha menahan napsu nya dia duduk di kasur dan berusaha menjernihkan pikiran nya


“huh aku harus bagaimana ini"


Sreek tiba-tiba Akane merangkul Tamasuyu dari belakang


“emh Akane kamu bangun?"


“dingin"


“maaf aku tidak kuat menahan napsu"


“dingin"


“maafkan aku"


“tapi hangat"


Akane memeluk Tamasuyu dengan sangat kuat


“anu Akane?"


Cup

__ADS_1


Akane mencium bibir Tamasuyu


Emnh


Brak Tamasuyu mendorong Akane dan menindihnya


Menatap wajah imutnya yang indah seperti bulan di malam hari


Walaupun malam yang begitu dingin mereka melakukan hal yang begitu hangat


“akh sakit sekali ah ah tapi aku selalu mencintaimu Tamasuyu "


*******************


“emnh " Tamasuyu terbangun dari tidurnya melihat cahaya matahari yang bersinar di jendela nya


“apa ibu membuka tirai nya"


Tamasuyu masih setengah sadar dia melihat sekeliling


“pagi sayang "


“eh siapa?" Tamasuyu menoleh


Melihat Akane memakai seragam sekolah sedang berada di kamarnya


Akane Merapikan tempat tidur Tamasuyu


“kenapa? Tidak mau mandi? Kita bisa telat pelajaran Lo" ucap Akane sambil tersenyum manis di pagi hari


“emh baik"


Tamasuyu Keluar kamar dan pergi ke kamar mandi


“ukh kepala ku agak pusing ,apa karena kemarin? Tubuh Akane terlalu nikmat jadi aku keterusan" batin Tamasuyu


Setelah mandi Tamasuyu pergi ke kamarnya dan memakai seragam tiba tiba Akane membuka pintu dan menghampiri Tamasuyu dia menantap Tamasuyu yang memakai dasi


“emh ada apa?"


“tidak ada aku cuma mau menunggu untuk sarapan"


Mereka berdua pun pergi sarapan bersama


“aduh kasmaran satu ini sudah kayak suami istri" ucap ibu Tamasuyu


“kenapa sih ibu aku malu tau" balas Tamasuyu

__ADS_1


“hei sebagai seorang pria harus bertanggung jawab" ucap ayah Tamasuyu


“iya"


Mereka sarapan bersama dan pergi sekolah bersama


“maaf kemarin itu aku pertama kalinya melakukan hal itu" ucap Akane dengan wajah memerah


“emh kenapa kamu harus yang meminta maaf kan aku yang salah"


“bukan itu kamu terlihat seperti berpengalaman"


“ennggak kok itu juga pertama kali buat ku" ucap Tamasuyu yang ragu ragu


“emnh Tamasuyu apa boleh aku memanggil mu sayang di sekolah?" Tanya Akane


“terserah mu lah" jawab Tamasuyu sambil malu-malu


“haha kamu terlihat imut jika seperti itu"


“bukanya kamu yang lebih imut saat tersenyum"


“uumnnhhh" wajah Akane memerah


Sesampainya di sekolah mereka menjalani kehidupan sekolah seperti biasa


Aza mendatangi kelas Akane dan mengajak Akane pergi kantin bersama


Akane pun menghampiri Tamasuyu dan mengatakan


“sayang aku mau pergi ke kanti apa kamu mau ikut?" Ucap Akane kepada Tamasuyu


Semua yang mendengar semua itu kaget kecuali Michael seakan Michael sudah tahu hubungan antara Akane dan Tamasuyu


“kamu duluan aja aku enggak lapar"


“apa kamu mau titip sayang?"


“roti aja deh kalau begitu"


“iya tunggu ya"


Seluruh murid menghampiri Tamasuyu


“eh apa itu tadi apa kalian berpacaran?"


“sayang? Apa tadi Akane sungguh mengatakan itu"

__ADS_1


“bagaimana bisa kalian berpacaran"


__ADS_2