Shusen No Ai [Shonai]

Shusen No Ai [Shonai]
perusahaan


__ADS_3

Tamasuyu menaiki mobil pamannya dan pergi meninggalkan distrik 19,dan saat itu Tamasuyu sadar bahwa Tokyo itu besar dan sangat ramai


“aku tidak menyangka Lo Tamasuyu ku kira kamu bakalan kesulitan bertahan di sana tapi malah menjadi pemimpinnya ha ha ha" ucap nera


“eh aku kira itu tugas dari paman adalah menguasai daerah itu" ucap Tamasuyu yang kaget


“hah ayahmu bilang kau lemah sekali jadi ku kasih tugas bertahan hidup, malahan melebihi ekspektasi ku" ucap nera


Nera pun meng elus elus rambutnya Tamasuyu seperti keponakan dan pamannya


“hmm Tamasuyu paman mau memberikan hadiah apa yang kamu mau?" Tanya nera


Tamasuyu Tampa berfikir panjang dia mengatakan “tolong sembuhkan penyakit smoky dan buat dia bisa sehat lagi" ucap Tamasuyu


“owh bawahan mu yang memimpin Rude boys itu kan" ucap nera


“iya"


“ku kira dia bakal meminta sesuatu hall yang besar, ternyata dia mirip dengan ayahnya ha ha" batin nera


“apa kau yakin hanya itu Tamasuyu?" Tanya nera kepada Tamasuyu


“oh dan juga buat chtylia bersekolah kan dia masih anak-anak apa boleh paman?" Ucap Tamasuyu


“huh ku kira kau bakal meminta sesuatu yang besar, yaudah sih kalo itu mau mu"ucap nera


“hal besar? Aku tidak tertarik aku hanya ingin tau tentang keluarga ku dan aku yakin bahwa keluarga tamazuki itu keluarga Yakuza kan?" Ucap Tamasuyu


“iya terus apa yang kau lakukan" ucap nera sambil melirik tajam ke Tamasuyu


“tidak ada ayah melatihku agar bisa melindungi diri saat Yakuza mendatangi ku,akan tetapi ayah menyuruh ku untuk menyembunyikan identitas keluarga tamazuki" ucap Tamasuyu


“iya karena tamazuki keluarga nomor satu di Jepang bisa di artikan nomor satu terkuat di Jepang" ucap nera


“jadi dengan mengincar pewarisnya dengan begitu keluarga tamazuki tidak akan menjadi ancaman ke depannya?" Ucap Tamasuyu


“bisa jadi tapi alasan kenapa tamazuki paling kuat karena ada joggan yaitu ayah mu" ucap nera


“hah? Ayah ya emang se hebat apa sih ayah dulu huhh" ucap Tamasuyu

__ADS_1


Sesampainya di gedung milik nera Tamasuyu dan pamannya turun dari mobil


Tak di sangka ada puluhan orang yang menyambut nya yang hanya turun dari mobil, Tamasuyu kaget dengan kejadian tersebut


Orang orang ber jas hitam tersebut berbaris kanan dan kiri karpet, Tamasuyu dan pamannya pun melewati karpet yang berada di tengah-tengah orang orang berjas hitam


“selamat datang kembali tuan" ucap orang orang ber jas hitam tersebut sambil menundukkan badannya


Nera pun mengangkat tangan kanannya,lalu orang orang yang ber jas hitam tersebut kembali diam dan mengangkat badannya kembali


“dengar Tamasuyu kau harus terbiasa dengan hal ini karena kau akan menjadi calon pemimpin selanjutnya" ucap nera


“baik" jawab Tamasuyu dengan tegas karena terbawa suasana


“walaupun aku pernah menangani hal-hal seperti ini tetapi tekanan paman besar banget aku sampai merinding" batin Tamasuyu


“tuan Tamasuyu biar saya antar ke kamar anda" ucap pegawai


“iya, mohon bantuannya" ucap Tamasuyu


Tamasuyu pun menaiki tangga dan pergi ke kamarnya, setelah masuk ke kamarnya Tamasuyu kaget karena kamarnya terlalu luas


“hmm aku juga bisa memasak sih tetapi belum jago juga kalo beli makanan rugi dong ada dapur,beli aja deh kan uang paman ada banyak" batin Tamasuyu


“Lu punya uang lu punya kuasa he he" ucap Tamasuyu sambil tersenyum


Tamasuyu pun pergi ke tempat olahraga di sana ada samsak tinju, Tamasuyu pun berencana untuk mencoba memukulnya


“gila ini pun hampir lengkap,ini beneran kamar ku kan he he" ucap Tamasuyu


Bruak bruak bruaaaakkk Tamasuyu memukuli samsak dengan cepat dan kuat


“ah kangen banget dulu sering nge gym semenjak SMA aku tidak pernah nge gym rasanya enteng sekali" ucap Tamasuyu


“apa karena kebanyakan memukul orang?" Ucap nera


“woaah se se sejak kapan paman di sini?" Tamasuyu kaget karena terbawa suasana dia tidak menyadari kalau pamannya melihat nya berlatih


“dari kau memukul samsak itu, Tamasuyu kau harus mengunci pintu kamar mu agar tidak sembarang orang masuk" ucap nera

__ADS_1


“maaf paman"


“omong omong ikut aku aku kasih tau kantor mu" ucap nera


“hah kantor buat apaan?" Tanya Tamasuyu


“sudah ikut dulu nanti aku jelaskan" balas nera


Tamasuyu pun pergi mengikuti pamannya dan sesampainya di ruangan Tamasuyu melihat kamu itu Benar-benar kantor


“perkanal kan Tamasuyu,dia adalah wakil perusahaan namanya miura dan di sampingnya ini adalah sekretaris perusahaan namanya Misaki" ucap nera


“hallo salam kenal aku Tamasuyu" ucap Tamasuyu


Miura adalah wanita imut berambut pendek dan berdada besar tubuhnya juga langsing


Lalu Misaki wanita berkacamata dengan rambutnya yang panjang dan hitam memiliki tubuh yang sangat ramping


“nah Tamasuyu kau kan sedang berbisnis dengan smoky kan? Artinya kau butuh gedung perusahaan untuk mengatur semua bisnis" ucap nera


“eh maksud paman?"


“ini gedung semua jadi milikmu dan mereka akan membantu mu,anggap saja ini hadiah dari paman mu" ucap nera


“eh tetapi aku kan masih kecil paman lagian perusahaan se besar ini kan bagaimana mungkin" ucap Tamasuyu yang kaget


“miura jelaskan secara rinci tentang perusahaan" ucap nera


“aku duluan banyak yang paman urus"


Nera pun meninggalkan Tamasuyu dan pergi ke luar


“hah bilang aja paman malas menjelaskan, lagian aku kan masih SMA anj***" batin Tamasuyu


Tamasuyu pun mendengarkan penjelasan dari miura dan Misaki hingga larut malam


Tamasuyu berbaring sofa kamarnya sambil memegang berberapa dokumen untuk perusahaan


“l

__ADS_1


__ADS_2