![Shusen No Ai [Shonai]](https://asset.asean.biz.id/shusen-no-ai--shonai-.webp)
Setelah di bantu oleh paman kenzyro, Tamasuyu bergegas pergi ke rumah sakit untuk menyelamatkan meli
“semoga tidak terlambat"
Sesampainya di rumah sakit Tamasuyu menunggu sampai pengobatan selesai
“nak apa tidak ada orang tua?" Ucap seorang dokter
“ah iya dok saya akan hubungi orang tua kami"
“aku harus hubungi orang tua meli ya?" Batin Tamasuyu
Tamasuyu tidak punya nomor telepon orang tua meli jadi Tamasuyu pergi ke rumah meli
Berlari menuju ke rumah meli sesampainya di depan rumah Tamasuyu hendak memencet tombol
“kamu temannya nona meli ya?" Ucap penjaga
“anu pak meli sekarang di rumah sakit apa orang tua meli bisa ke sana" ucap Tamasuyu
Penjaga pun langsung berlari pergi menemui ibu meli
“nona putri anda sedang di rumah sakit ayok sekarang kita ke sana" ucap penjaga
Seorang ibu yang kaget mendengar bahwa putrinya di rumah sakit dia pun langsung pergi menuju rumah sakit
“ayook pergi"
Pergi menggunakan mobil Tamasuyu pun ikut di dalam mobil
“apa yang telah terjadi pada meli?" Tanya ibu meli
“maaf Tante saat itu meli melindungi ku dari seseorang dan dia terkena tongkat bisbol dan itu terkena di kepalanya "
“apaaa"
Orang tua meli yang sangat cemas
“iya untungnya ada seseorang yang membantu saya jadi saya langsung bergegas menuju rumah sakit "
“maaf Tante karena saya melii" ucap Tamasuyu sambil berwajah sedih
“iya itu bukan salah mu kok, makasih sudah bawa meli ke rumah sakit"
“andai aku aku tau hikss hiks" Tamasuyu menangis karena tidak bisa melindungi meli
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit mereka menuju ke kamar rawat meli
“dok apa tidak ada luka parah?" Ucap ibu meli
“iya cuma tengkorak nya retak sedikit, untungnya tidak terkena bagian otak jadi Putri anda tidak apa apa" ucap dokter
“syukurlah"
Tamasuyu memegang tangan meli yang sedang berbaring tak sadarkan diri
“maaf kan aku hiks...hiks.."
Tamasuyu menyesal seakan dia tidak bisa melindungi meli
“apa kamu ingin menunggu meli sampai sadar di sini?" Ucap ibu meli
“iya" jawab Tamasuyu
Ibu meli pun pergi keluar dan menelfon suaminya untuk mengabari kondisi meli
Tut Tut...tuutt.... Suara ponsel
“haloo"
“sayang meli sedang di rumah sakit tapi untungnya tidak ada luka fatal itu katanya dokter"
“blaa... Blaaa.....bla.....bla.....bla...."
Ibu meli menceritakan apa yang terjadi pada meli
“aku akan segera ke sana" ucap ayah meli
Tiga jam berlalu tetapi meli masih belum sadarkan diri Tamasuyu masih menunggu bangun dan tetap berada di sampingnya
“emhhh aku ngantuk aku tidur dulu lah"
Tamasuyu tertidur dengan posisi duduk di sebelah meli
Ber jam jam berlalu meli bangun dari pingsan nya
“ukhh kepala ku pusing"
Meli melihat Tamasuyu yang tidur di sampingnya
“eh? Rumah sakit? Kenapa Tamasuyu ada di sini?"
__ADS_1
Bruak ibu Tamasuyu membuka pintu
“meli kamu sadar"
Ibu meli langsung memeluk meli dengan menangis khawatir
“syukurlah kamu tidak terluka parah" ucap ibu meli
“ukhh ibu? Kenapa aku di sini" teman mu yang membawa ke sini dia merasa bersalah makanya dia menggu sampai kamu sadar"
“eh "
“Meli kamu GK papa?" Ucap ayah meli yang baru datang
“iya GK papa walaupun agak pusing sedikit"
“Istirahat lah, omong omong dia pacar mu?"
“siapa?"
“itu cowok ganteng yang tidur di sebelah mu"
“eh emh cuma teman kok yah"
“haha walaupun begitu dia yang paling khawatir tentang mu Lo" ucap ibu meli
“hahaha"
“kenapa Ayah tertawa sih" wajah malu Meli
Srekk Tamasuyu terbangun dan dia melihat meli sadarkan diri
“meli? Kamu GK papa meli?" Ucap Tamasuyu
Tampa ragu ragu Tamasuyu langsung memeluk meli
“emhh aku GK papa" wajah memerah merona meli
“syukurlah"
“dasar anak muda,nikmati masa muda mu"
ibu dan ayah meli meninggalkan meli yang sedang di peluk Tamasuyu
“eh ibu jangan tinggalkan aku ><"
__ADS_1
meli berwajah malu