
sore hari
Fahmi tetap menunggu di depan pintu sampai ana mau membukanya
"an buka pintunya mas bisa jelasin semuanya"
"apa lagi yang mau mas jelasin semuanya sudah jelas"teriak ana
"itu hanya salah faham sayang"
ana tidak menjawabnya lagi karna perutnya merasa kram tapi iya tetap tenang karna tidak ingin terjadi apa apa pada anaknya.
🏵️🏵️🏵️🏵️
malam tiba
Fahmi tetap berada di tempat yang iya tempati dari siang iya belum mandi dan belum mengisi perutnya sejak pagi.
ana yang sudah tidak tahan perutnya yang terasa sakit langsung meringis kesakitan
Fahmi yang mendengarnya langsung khawatir
"an kamu baik baik saja kan"tanya Fahmi
ana mencoba untuk berdiri dan membuka pintu karna tidak tahan dengan perutnya yang sakit akibat ulahnya yang terlalu lama duduk
krek
bunyi pintu
Fahmi yang mendengar pintu yang akan dibuka pun langsung memeluk istrinya dan menghujani banyak ciuman
"sayang maafkan aku aku akan menjelaskannya semua"ucapnya
Fahmi melepaskan pelukannya dan melihat wajah istrinya yang memuncak
__ADS_1
"kamu kenapa sayang"tanya Fahmi khawatir
"mas perut aku sakit"ucap ana meringis kesakitan iya menurunkan egonya
Fahmi langsung membawa ana ke rumah sakit dan langsung menuju UGD
"dok ghimana keadaan istri saya"tanya Fahmi cemas
"istri anda baik baik saja tuan hanya saja Iya terlalu banyak pikiran dan untuk janin di dalam perut istri tuan baik baik saja hanya saja jika tuan terlambat membawa istri anda mungkin akan kehilangan bayi tuan"ucap dokter panjang lebar
Fahmi yang mendengar kanget karna iya tidak ingin kehilangan anaknya
"tuan saya permisi dan untuk istri tuan sedang dipindahkan ke ruang rawat karna untuk beberapa hari kedepan istri anda membutuhkan cairan infus"ucap dokter sambil meninggalkan Fahmi
Fahmi langsung mengambil hpnya dan menghubungi Alex
"hallo Alex"
"iya tuan"
"baik tuan"
Fahmi langsung mematikan hpnya dan menuju ruang rawat ana
"an maafkan aku"ucapnya sambil menangis
karna ana masih dalam pengaruh obat jadinya Fahmi memutuskan untuk tidur karna sudah mengantuk.
🏵️🏵️🏵️🏵️
jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari
ana terbangun karna iya merasa haus saat membuka mata,yang iya liat hanya ruangan putih
"emm aku dimana"tanya ana sambil mengucek matanya
__ADS_1
ana baru sadar jika iya berada di rumah sakit,
iya tidak tega membangunkan Fahmi untuk mengambilkan air jadi iya memutuskan untuk turun.
saat iya Mulai menurunkan satu persatu kakinya tiba tiba perutnya terasa sakit.
Fahmi yang terusik saat tidur iya mendengar ada seseorang yang sedang menahan sakit iya jadi terbangun
"an kamu sudah sadar
kamu butuh apa?"
ana yang melihat Fahmi sudah terbangun dari tidurnya karna ulahnya
"aku hanya haus saja"ucap ana cuek dan berusa untuk turun
"jangan turun biar aku ambilkan"
Fahmi menyodorkan air minum kepada ana
"kamu mau makan"tanya Fahmi
"aku tidak lapar"
tiba tiba
kriuk kriuk kriuk
bunyi perut ana
Fahmi yang mendengar bunyi yang berasal dari perut ana langsung menahan tawanya.
"iya kamu memang tidak lapar tapi anakku butuh makan"
ana yang mendengar suara itu jadi malu
__ADS_1