Si Gendut

Si Gendut
part 6


__ADS_3

"Alhamdulillah kamu sudah sadar ana"ucap Fahmi lembut


"bang aku sakit apa?"tanya ana


"kamu hanya kelelahan dan sebentar lagi kamu akan jadi mama"ucap Fahmi bahagia


ana tak percaya jika iya sebentar lagi akan jadi mama dengan mata yang berkaca-kaca iya langsung menghamburkan kepelukan suaminya itu


"hiks hiks hiks aku bakal jadi mama"ucap ana sesegukan


"kamu gak mau ya punya anak dari aku?"tanya Fahmi karna melihat ana menangis


"aku menangis bahagia bang karna sebentar lagi bakal jadi mama"ucap ana


"udah jangan nangis lagi ya nanti dedek bayinya ikut nangis"ucap Fahmi sambil menghapus air mata ana


"kamu mau makan apa?


kamu belum makan dari pagi sekarang udah sore"ucap Fahmi cerewet


"aku mau makan makanan mamanya bang Fahmi"ucap ana


"gimana kalo kita pergi kerumah mama kasih mereka kejutan mungkin mereka akan bahagia karna sebentar lagi akan jadi nenek dan kakek"ucap Fahmi


"ayo bang aku pengen makanan mama"ucap ana merengek


"tapi ada syaratnya"kata Fahmi


"apa bang"tanya ana


"mulai sekarang jangan panggil aku Abang panggil aku sayang "ucap Fahmi karna gak dikira ana adiknya


"emm... iya deh"ucap ana antusias karna tidak sabar untuk bertemu mamanya

__ADS_1


setengah jam kemudian mereka berdua telah sampai di rumah orang tua Fahmi.


tok tok tok


"bik buka pintunya"perintah nyonya


"baik nyonya"ucap bibi sambil berjalan menuju pintu


saat membuka pintu


"eh tuan muda dan nona muda"ucap bibi Ijah sopan


"mama ada Bi" tanya Fahmi


"ada tuan silahkan masuk nyonya ada di ruang tamu"ucap bibi sambil menunjukkan ruang tamu


Fahmi dan ana langsung menuju ruang tamu sesampainya disana mama tidak menyadari kehadiran anak dan menantu mereka.


"mama ana kangen"ucap ana


"eh ada menantu mama"ucap mama kaget sambil memeluk ana


"semenjak kalian menikah kalian jarang kesini"tanya mama


"ma ana pengen makan makanan mama"ucap Fahmi


"loh kenapa tiba-tiba pengen makan makanan mama"tanya mama


"ana hamil ma"ucap Fahmi antusias


"hah... akhirnya mama akan jadi nenek juga"ucap mama bahagia


mama langsung menuju dapur dan memasak makanan untuk ana.

__ADS_1


"an makanan udah siap sini makan dulu"teriak mama


ana dan Fahmi langsung menurut menuju meja makan,ana antusias melihat makanan makanan yang tertata rapi di meja makan.


"sayang suapin aku makan"ucap ana manja


"emm mau makan apa kamu sayang"tanya Fahmi


"udah ada panggilan baru nih"ucap mama


Fahmi dan ana saling pandang dan tersenyum.


"aku mau ikan mujair sama sayur bayam tapi nasinya dikit aja"ucap ana karna tidak mau badannya tambah berisi


"loh kok dikit sih nasinya kan sekarang kamu udh berbadan dua an"ucap mama karna melihat menantunya


"ana lagi pengen mengurangi makanan ma"ucap ana lupa karna berbadan dua


Fahmi langsung mengambil makanan yang diinginkan ana,dan iya mengambil lebih makanan karna ana sedang berbadan dua


"sayang kok banyak banget sih nasinya kan aku bilang sedikit"tanya ana


"kamu kan sekarang sedang berbadan dua jadinya porsi makanan kamu bukan sedikit lagi sayang jangan membantah ucapan suami"ucap Fahmi tegas karna tidak mau terjadi apa apa pada janinnya


ana hanya menurut saja


"sekarang gak ada lagi kata diet"ucap Fahmi karna tau ana sedang diet


ana langsung memakan makanannya.


dan mereka berdua makan satu piring berdua


pantengin terus ya

__ADS_1


__ADS_2