Si Gendut

Si Gendut
part 4


__ADS_3

di pagi yang begitu sejuk di sebuah hotel terdapat sepasang suami istri yang sedang terlelap dalam mimpinya mereka masih asyik dalam mimpinya.


jam sudah menunjukkan waktu salat subuh ana sudah terbangun dari tidurnya.


"uhh udh subuh aja"ucap ana sambil berjalan ke kamar mandi dengan mata yang masih merem tiba tiba


dukk


bunyi kejedot pintu


"duh sakit"ucap ana sambil meringis menahan sakit di kepalanya


"kenapa an"ucap Fahmi yang terbangun mendengar suara ana


"kejedot pintu bang"ucap ana sambil masuk ke dalam kamar mandi


Fahri hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku ana


setengah jam berlalu


ana dan Fahmi sudah siap dengan pakaian yang mereka pakai.


mereka berdua langsung menuju ketempat yang sudah di siapkan untuk sarapan pagi di hotel. sesampainya disana


"gimana nih malam pertamanya?"tanya ibu Fahmi


Fahmi dan ana saling pandang ana sudah menunduk malu


"apa sih ma"ucap Fahmi


"em sini kakak ipar ku"ucap Lala sambil menunjukkan tempat duduk di samping Lala


saat ana menuju tempat yang di sediakan Lala tiba tiba tangan ana di tarik sama seseorang siapa lagi kalau bukan Fahmi.

__ADS_1


"enak aja ana duduk di sebelahku"ucap Fahmi


mengelak


"posesif"ucap Lala


"udh udah gak usah ribut yuk langsung makan aja mama udh lapar nih"ucap mama sambil menyendokkan nasi ke piring yang berada didepannya suaminya


ana langsung menyendokkan nasi ke piring Fahmi


"mau ikan Apa bang?"ucap ana


"emm ayam goreng sama capcay aja an"ucap Fahmi sambil menunjukkan makanan yang dia inginkan.


mereka berlima langsung menyantap makanan yang telah disediakan di depan mereka.


setelah selesai makan mereka menuju taman yang berada di hotel tersebut


"ma aku sama ana mau tinggal di rumah sendiri ya"ucap Fahmi tanpa meminta persetujuan dari ana


"pengen mandiri aja ma boleh ya"ucap Fahmi


"iya boleh tapi bikinin mama cucu ya yang banyak"ucap mama


ana langsung membelalak saat mendengar ucapan mamanya


"siap komandan"ucap Fahmi


ana dan Fahmi langsung bergegas menuju kamar mereka berdua langsung membereskan baju baju mereka karna mereka akan langsung menempati rumah baru mereka.


malam hari pun tiba dimana ana dan Fahmi sudah berada dirumah baru mereka.


ana sedang memasak makan malam di rumah baru mereka ana tidak mau ada art karna ana masih bisa mengerjakannya sendiri.

__ADS_1


makan malam telah tersedia di meja makan, ana langsung bergegas menuju kamarnya untuk memanggilkan Fahmi


"bang makanannya udh siap di meja makan"ucap ana


"iya an"ucap Fahmi sambil berdiri dari kasurnya


mereka berdua langsung menuju meja makan dan langsung menyantap makanan yang telah disajikan ana.


rumah mereka tidak terlalu besar karna ana tidak ingin memiliki rumah yang besar karna mereka hanya tinggal berdua.


satu Minggu mereka bersama


pagi pun tiba dimana ana sedang berada di kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya


Fahmi terganggu akan suara muntahan ana


Fahmi langsung bergegas menuju kamar mandi saat membuka kamar mandi


Fahmi kaget melihat ana yang sedang memuntahkan semua isi perutnya dengan wajah yang pucat.


"an kamu kenapa"ucap Fahmi cemas


ana tidak menjawabnya iya terus muntah.


Fahmi membantu ana mengeluarkan semua isi perutnya sambil memegang pundaknya.


"udah mendingan belum"tanya Fahmi


ana hanya mengangguk pertanda iya


fahmi menuntun ana menuju kasur sesampainya di kasur Fahmi menyuruh ana istirahat.


"aku bikinin teh dulu ya supaya kamu enakan"ucap Fahmi khawatir

__ADS_1


Fahmi langsung menuju dapur dan membuatkan teh untuk ana


__ADS_2