Si Gendut

Si Gendut
part 13


__ADS_3

"mas"


saat ana membuka pintu iya melihat Fahmi sedang menelfol.


Fahmi yang melihat ana langsung mematikan hpnya


"ada apa sayang"tanya Fahmi


"mas makan malam udh siap ayo turun"


Fahmi langsung menggandeng tangan ana menuju meja makan.


"mas mau ikan apa?"tanya ana


"emm. ini ini dan ini"sambil menunjukkan ikan mujair bakar ayam goreng dan sayur capcay


dimeja makan hanya terdengar suara sendok yang beradu karna Fahmi tidak suka ada yang bicara saat makan.


setelah selesai makan malam ana dan Fahmi langsung menuju kamarnya


Fahmi melanjutkan pekerjaannya Yangs empat tertunda.


ana yang melihat Fahmi fokus jadi mengurungkan niatnya sebenarnya ana pengen makan bakso.


Fahmi yang merasa ada yang menatapnya langsung melihat kearah kasur ana yang sedang memperhatikannya.


"kok blom tidur ini sudah malam tidak baik untuk ibu hamil"ucap Fahmi sambil melihat jam


"aku masih blom Ngantuk mas"


"mas kamu masih blom selesai"tanya ana

__ADS_1


"sebentar lagi kamu mau apa sayang"


"mas aku pengen bakso"ucap ana sambil memegang perutnya


"y udh mas beliin dulu kamu tunggu sini ya"ucap Fahmi menurut mungkin kemauan dedeknya


Fahmi langusng mencari bakso karna waktu sudah malam warung banyak yang tutup.


setengah jam kemudian Fahmi telah membawa sebungkus bakso iya langsung menuju dapur mengambil mangkok dan sendok.


sesampainya di kamar Fahmi melihat anak yang sedang tidur sambil duduk.


"sayang ini baksonya"ucap fahmi sambil menggoyang-goyangkan pundak ana


"mas sudah sampai"ucap ana sambil mengucek-ucek matanya


"udh sayang ini baksonya"


panah yang melihat semangkuk bakso pun tidak tahan untuk melahapnya.


"mas pekerjaannya lanjutin besok lagi" ucap ana karena ini sudah larut malam


Fahmi yang melihat ana berbicara kepadanya langsung menutup laptopnya dan menuju tempat kasur langsung memeluk tubuh gambul istrinya itu.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


pagi pun tiba


ana enggan untuk membuka matanya karena posisinya sangat nyaman sambil dipeluk oleh suami tercintanya.


ana memegang hidung suaminya sambil berkata "pasti nanti anak kita mirib kaku deh mas udh ganteng hidung mancung"

__ADS_1


Fahmi yang sudah bangun sejak tadi ia mendengarkan klotek istrinya sambil menutup mata


"sudah puas melihat suamimu yang ganteng ini"ucap Fahmi sambil membuka mata


ana yang melihat Fahmi langsung berbicara pun kaget langsung menjauh tangannya dari wajahnya.


"mas udh bangun"tanya ana


"aku sudah bangun dari tadi saat kamu berbicara"


anak yang benar Fahmi berbicara pun malu.


Fahmi langsung bangun menuju perut sang istri sambil mengelus-elus perut ana


"dedek bayi di dalam lagi apa"


"lagu main bola ayah"ucap ana sambil menirukan suara


"oh iya kamu kapan USG sayang"tanya Fahmi


"besok mas"


"besok mas anterin mas pengen tau perkembangan dedek bayinya"


ana yang mendengar itu tersenyum


Ana dan Fahmi sudah siap dengan pakaian santainya menuju dapur.


Fahmi sudah 1 bulan tidak pernah masuk ke kantornya tetapi ia mengerjakan di rumah ketika ada meeting jadi wakil kan oleh Alex karena tidak ingin terjadi apa-apa oleh istrinya ketika ia tinggalkan.


Anna dan Fahmi sedang menyantap makanan yang sudah disediakan oleh bibi yang bekerja di rumah itu

__ADS_1


tiba tiba


tok tok tok


__ADS_2