
Fahmi Siwon
itulah nama panjangnya,Fahmi memang terlahir dari keluarga yang kaya raya dan mempunyai bisnis yang bisa di katakan tersukses no-1 se Indonesia.
saat ini Fahmi sedang berada di sebuah klub bersama asistennya yaitu Alex.
fahmi sudah mabuk berat dan tubuhnya merasa panas
"panas..panas"ucapnya
"tuan lebih baik kita pulang saja"ucap Alex
Alex langsung membawa tuannya pulang
sedangkan ana
"am gw masuk duluan ya udh ngantuk banget nih"ucap Lala
"iya sana nanti gw masuk kok cuman Masih blom ngantuk aja" ucap ana
"ok byy muach"ucap Lala
lalapun langsung masuk ke kamarnya
sedangkan ana masih asik dengan cemilannya yang iya makan tiba tiba
Ting nong,Ting nong,Ting nong
suara bell
"kok tumben ya ada tamu malem malem" ucap ana sambil menghampiri pintu dan membukanya
"ehh knp ini bang Fahmi"ucap ana
saat melihat Fahmi
"nona saya asisten tuan Fahmi tadi tuan Fahmi mabuk jadinya saya antarkan pulang" ucap Alex
"aah....panass..Lex kamu pulang lah bawa mobilku" ucap Fahmi tegas
"baik tuan saya permisi tuan nona"ucap Alex
"bang kamu knp" ucap ana
__ADS_1
"tolong bantu aku ana" ucapnya
anapun langsung membopong Fahmi masuk kedalam kamarnya dan menjatuhkannya ke kasur big sizenya itu
ana langsung pergi ke kamar mandi mengambil air dan gosokan untuk membersihkan tubuh Fahmi,
saat ana membuka kancing satu persatu tiba tiba Fahmi menci*m Mul*t ana
"emmm. emmm"ucap ana sambil memukul dada Fahmi agar melepaskannya tapi bukan terlepas malah lebih dalam ci*m*nnya.
Fahmi langsung menjatuhkan ana pada kasurnya
"bang lepasin hiks "ucap ana sambil menangis
"bantu gw an badan gw panas"ucap Fahmi
Fahmi langsung ******* B*b*r ana
dan akhirnya Fahmi merenggut mahkota ana
author lagi males bikin adegan panas
pagipun tiba dimana ana yang tidak tidur semalaman karna menangis meratapi masa depannya.
"hiks hiks hiks gw udh gk suci lagi"ucap ana
"an kamu ngapain disini"ucap Fahmi
ana enggan membalas ucapan Fahmi dia terus menangis,saat Fahmi melihat spray ada bercak darah dia baru sadar apa yang telah dilakukan nya semalam pada gadis itu.
ana langsung bangun dari tidurnya saat dia bangun tubuhnya tidak seimbang karna menahan sakit di bagian pahanya untung ada
Fahmi yang menangkap tubuh ana
"sakit ya"ucap Fahmi
ana tidak menjawabnya iya terus menangis
"udh jangan nangis gw bakal tanggung jawab atas perbuatan gw"ucap Fahmi
ana tidak membalas ucapannya iya langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya didalam dia trus menangis
"hiks hiks gw udh gak suci lagi ya Allah maafkan hamba mu ini tidak bisa Menjanga kesucian untuk suamiku"ucap ana yang sudah bengkak karna menangis.
__ADS_1
sedangkan Lala sudah bangun iya menuruni tangga di pertengahan dia bertemu abangnya di meja makan
"bang kapan pulang kok aku gak tau"ucap Lala
"tadi malem"ucap Fahmi
"ana mana"ucapnya
"mungkin lagi dikamarnya"ucap Fahmi
mereka berdua asik mengobrol sambil menunggu ana turun.
ana sedang menuruni tangga saat berada di anak tangga terakhir ana melihat keakraban Kaka adik yang sedang berbincang tiba tiba
"an Lo lama banget sih gw udh laper"ucap Lala
"hehe maaf ya"ucapnya
Fahmi terus menatap ana
"an eh liatin kok kamu jalannya beda ya"ucap Lala
"beda gmn biasa aja"kata ana sambil berusaha menahan sakit
"udh udh jangan pada ribut gw udh lapar"ucap Fahmi
mereka bertiga langsung menyantap makanan yang telah disajikan itu.
setelah makan mereka berbincang di ruang tamu
"la gw pulang aja ya kan Abang Lo udh pulang"ucap ana
"loh kok udh mau pulang baru juga satu hari di sini"ucap Lala
"iya kamu kok udh mau pulang an"ucap Fahmi
"aku kangen pulang aja kasihan rumah gak ada yang ngurus"ucap ana berbohong
"ya udh deh kalok begitu biar Abang gw yang anter Lo pulang"ucap Lala
"udh gak usah gw naik taksi aja"ucap ana menolak
"gak ada penolakan yok an"ucap Fahmi karna ingin bicara berdua bareng ana
__ADS_1
bantu dukungannya ya teman temanku
semua