
Pada Zaman Dahulu, Seekor Tupai tinggal dalam rongga Batang Pohon untuk jangka waktu yang lama. Ia sangat menyenangi tempat Tinggalnya.
Pada suatu Hari, ia meninggalkan sarangnya untuk mencari makan dan akhirnya ia menemukan sebatang Pohon Kelapa.
“Kelapa adalah makanan kesukaanku.” katanya. Dengan segera ia memanjat Pohon Kelapa itu dan mulai menyantap Buahnya. Tupai kecil itu sangat saying untuk meninggalkan buah Kelapa di Pohonnya selama beberapa hari.
Akhirnya, Buah-Buah kelapa itu habis semuanya. “Baiklah aku pulang sekarang.” Ia berpikir, “Aku sudah lama meninggalkan sarangku.”
Namun, ketika Tupai itu pergi, seekor Tikus kecil dan Kacita telah menempati sarangnya dalam rongga Kayu tersebut. Ketika Sang Tupai kembali, ia sangat kaget menemukan Tikus menempati rumahnya. “Apa yang kamu lakukan di sarangku?” Tanya Tupai dengan marah.
“Apa maksudmu mengatakan sarangmu? jawab si Tikus. “Tempat ini kosong ketika aku datang.”
“Aku pergi untuk tinggal pada sebatang pohon Kelapa untuk sementara. Itu bukan berarti memberimu hak untuk pindah ke sarangku. Sekarang kamu lebih baik keluar sebelum aku benar-benar marah.” teriak si Tupai.
“Aku tidak peduli apakah kamu marah ataupun tidak. Aku tidak akan meninggalkan sarangku ini.” kata sang Tikus kecil.
Mendengar pertengkaran antara Tupai dan Tikus kecil itu, semua Binatang berkumpul mengelilinginya.
“Sudahlah, kalian jangan rebut-ribut begini.” kata Seekor Rusa
“Lalu apa yang harus kami lakukan?”
“Mengapa kalian tidak menyuruh seorang hakim saja untuk memutuskan siapa yang berhak atas sarang ini?” kata Sang Rusa
__ADS_1
“Itu gagasan yang baik.” kata Tupai dan Tikus bersamaan.
Kemudian mereka berdua mencari seorang hakim yang adil kemana-mana. Namun, pada akhirnya mereka berpapasan dengan seekor Kucing. Ia kelihatannya sangat Tua dan terpelajar.
“Bagiku ia tampaknya seperti Seekor Kucing yang bijaksana. Ayo kita minta kepadanya untuk menyelesaikan masalah pertengkaran kita ini!” kata sang Tupai.
“Ah..., jangan! Nanti kita berdua dapat dimangsanya.”
Si Kucing mendengarkan pembicaraan si Tupai dan si Tikus “Di sini kesempatanku makan besar.” pikirnya. Ia pun cepat-cepat menutup matanya Berpura-pura sedang Berdoa.
“Menurutku Kucing ini tampaknya Kucing Suci. Aku tak yakin ia akan menyakiti kita.” ucap Tupai.
“Ya! Lihatlah betapa khusuknya ia Berdoa” kata si Tikus.
Si Kucing tua membuka matanya dan berkata, “Ya, kebajikan membantuku untuk memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah. Ceritakanlah masalah kalian berdua!”
Lalu si Tupai dan si Tikus mulai memberitahu Sang Kucing apa yang telah terjadi. “Aku sangat tua. Aku tak dapat mendengar dengan jelas. Dapatkah kalian sedikit lebih mendekat.” ucap si Kucing licik. Tupai dan tikus bergerak sedikit mendekati Kucing.
“Aku masih belum dapat mendengar apapun. Cobalah lebih mendekat lagi!” kata si Kucing. Tupai dan Tikus yang dungu itu bergerak lebih mendekat lagi pada Sang Kucing dan sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, Sang Kucing menerkamnya dengan cakar dan segera menyantapnya. Itulah akibat suka bertengkar, Keduanya sama-sama celaka.
Pertolongan Tikus
Suatu hari, Harimau berjalan-jalan di Hutan. Ia melihat Ular sedang membelit Tikus. Lilitan tubuh Ular sangat kuat, membuat Tikus tidak bisa melepaskan diri.
__ADS_1
Harimau yang kuat, tolonglah aku. Bantulah aku untuk lepas dari lilitan Ular,” kata si Tikus.
“Bukankah hukum Alam mengatakan jika yang kuat akan menang? Ular telah berhasil menangkapmu. Dia pastinya akan memakanmu,” jawab Harimau.
“Jika mau membantuku, suatu hari nanti aku akan membantumu. Apa pun kesulitan yang kau dapatkan, aku akan membantu. Keluargaku sedang menungguku di rumah. Jika aku mati, mereka pasti akan sangat sedih,” kata si Tikus. Mendengar itu, Harimau itu, Harimau merasa iba.
Harimau lalu mendekati Ular. Ia meminta Ular agar melepaskan lilitannya pada Tikus. Karena takut, Ular melepaskan lilitannya. Tikus sangat lega dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Harimau. Setelah itu, si Tikus pulang dan menceritakan kebaikan si Harimau pada keluarganya.
Suatu hari, Harimau berjalan-jalan di tengah Hutan. Namun, ia sangat terkejut ketika tiba-tiba saja kakinya terjegal sesuatu. Lalu, dari atas Pohon, sebuah jala jatuh tepat di atas tubuhnya. Ia terjerat dalam perangkap pemburu Hewan.
Harimau mencoba melepaskan diri, namun jala itu sangat kuat. Ia lalu berteriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan. Tikus yang kebetulan berada di dekat tempat kejadian, mendengar suara Harimau.
Dengan sigap, Tikus berlari ke arah Harimau yang terjebak. Alangkah kagetnya ia ketika melihat tubuh Harimau terikat di atas pohon. Ia langsung mendekat dan berbicara kepada Harimau. “Apa yang terjadi kepadamu?”
“Aku terjebak dalam jala ini. Aku tidak bisa lepas. Tolonglah aku,” kata Harimau.
“Tidak usah khawatir. Aku pasti akan melepaskanmu dari sana,” jawab Tikus.
Lalu, tikus berlari dengan cepat menuju rumahnya. Ia memanggil semua anggota keluarganya, juga teman-temannya. Mereka datang bergerombol ke tempat Harimau. Mereka lalu menaiki jala itu dan menggigit hingga tali-talinya lepas.
Gigi Tikus yang kuat dapat merobek dan memutuskan tali yang menjerat tubuh Harimau. Harimau pun bebas dan bisa keluar dari jebakan itu. Harimau sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para Tikus yang membantunya.
Nasihat :
__ADS_1
Alangkah baiknya jika kita menolong orang lain. Karena suatu saat nanti, bisa jadi orang yang pernah kita tolonglah yang akan menolongmu.