Si Kancil

Si Kancil
Kancil menipu Anjing dan menipu para buaya


__ADS_3

Anjing mendorong batu hingga jatuh kurungan di buka, Kancil keluar sedangkan Anjing masuk ke dalam kurungan.


"Selamat jadi menantu Pak Tani tuan Anjing...! " kata Kancil sembari berlari Kencang


Sesaat kemudian Pak Tani datang. Ia kaget bukan Kepalang melihat kancil yang berada di kurungan berubah menjadi Anjing.


" Hormat pada calon mertua," Kata Anjing." Kancil memberikan haknya sebagai calon menantu Pak Tani kepada saya si Anjing yang gagah perkasa."


"Terus......mana si Kancil ?" tanya Pak Tani.


"Sudah pergi ke hutan Pak Tani !"


"Kamu mau jadi menantuku ?"


"Benar Pak Tani...." jawab Anjing dengan gembira


"Sekarang keluarlah dari kurungan, lalu duduk lah yang manis dan pejamkan mata mu, aku akan memanggil Putri ku di dalam rumah."


Anjing menunggu dengan hati berdebar.Pak Tani muncul kembali, tapi bukan dengan putrinya, melainkan dengan pentungan.


"Nih hadiah untuk mu!" teriak Pak Tani sembari memukul kepala dan punggung si Anjing." Ampuuuuun!"


Anjing menjerit dan melarikan diri sambil membawa dendam karena merasa di tipu si Kancil." **awas kau ya Cil, Jika ketemu langsung ku gigit kau !"


 

__ADS_1


Menipu para Buaya


 


Anjing sangat marah karena di tipu Kancil, setelah di pukuli Pak Tani, anjing lari mengejar Kancil.


"Hai Kancil Kurang ajar, tunggu aku, ku gigit kaki mu !"


"Lho ? Kok marah , kau sendiri kan yang minta di ambil menantu Pak Tani sahut Kancil sembari mempercepat larinya."


"Hug-hug-huuu.....! Dasar penipu.....! kau bilang mau di jadikan menantu padahal Pak Tani mau menyembelih mu untuk di jadi kan Sate !"


Kancil memang bertubuh kecil, tapi otaknya cerdas, kalau adu lari pasti dia kalah, maka Kancil bersembunyi di balik rerumputan belukar, Anjing tidak mengetahui nya dan terus mengejar


"Dasar Anjing bodoh** !"


Dengan hati-hati ia tertutup jejak kaki nya dengan debu supaya tidak di endus Anjing, benar ! Anjing itu ternyata tak mengetahui keberadaan nya.


Cukup lama Kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dan belukar


"Ku kira sudah sangat jauh Anjing itu berlari, saatnya keluar nih !"


Kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan Anjing hingga suatu ketika ia sampai di tepi sungai


"Wah bagaimana cara menyeberang nya? Seperti nya sungai ini cukup dalam." Kancil merenung sejenak mencaru akal. " Nah ketemu sekarang !"

__ADS_1


Ia berjalan ke arah rerumputan pohon pisang yang masih kecil.


Dengan sekuat tenaga ia dorong-dorong batang pohon pisang itu hingga satu persatu roboh.


Lho? Apakah yang akan di perbuatnya dengan batang pohon pisang itu ?


Aha......ternyata si Kancil mau membikin rakit untuk menyeberangi sungai.


Pintar juga dia, kini setelah rakit nya jadi ia tarik ke tepi sungai " Aduh berat nya minta ampun." Kancil mengeluh.


Tanpa di sadari Kancil seekor Buaya besar mengintainya dari belakang dan..........Hup ! Dalam Sekejap kaki Kancil sudah di terkam Sang Buaya


"Aduh Pak Baya ! Tunggu sebentar !"


"Tunggu apa lagi Cil? perut ku sudah lapar nih!"


"Jangan kuatir Pak Baya, aku tak mungkin bisa melawan mu, tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu !"


Anehnya Pak Baya mau mendengar omongan Kancil Ia lepaskan gigitan nya pada kaki Kancil.


"Jadi apa" Mau mu Cil ?"


"Temanmu banyak 'Kan?"


"Ya,betul banyak Cil!"

__ADS_1


Pak Baya memanggil teman teman nya, dalam waktu singkat teman-teman nya segera muncul ke permukaan air**.


__ADS_2