Si Kancil

Si Kancil
Sadarnya Si Rakus


__ADS_3

**Angkus.adalah Angsa yang mempunyai sifat sombong, pemalas dan tamak, culas sekali. Ia tidak pernah baik hati kepada sesamanya. Bahkan kepada Kakaknya sendiri ia tidak pernah menyapa dengan baik. Angkus juga mengambil harta warisan Orang Tuanya ketika Orang Tuanya meninggal.


Tetapi lain dengan Angma. Angma adalah Angsa yang sifatnya belawan dengan Angkus. Ia adalah pemuda yang jujur, rajin bekerja dan amat baik budi. Ia menyadari kalau Adiknya memang bersifat culas dan serakah terhadap harta, maka ia hidup sendiri dengan sederhana. Ia mencari kayu bakar dan di jual untuk hidupnya.


Pada suatu malam, selepas ia telah bekerja mencari Kayu ke hutan, Angma tidak kuat lagi menahan kantuk Dan Angma tidur, ia bermimpi ditemui seorang Kakek tua yang menyuruhnya agar ia pergi ke sebuah Goa.


Kakek itu bilang kalau apa yang diinginkan nya akan terkabul.


Ketika bangun dari tidurnya maka Angma langsung pergi berjalan menyusuri Hutan dan mencari Goa yang dimaksudkan oleh si Kakek Tua dalam mimpi**.


"**Wah ini pasti Goa yang di maksud Kakek itu," bisiknya dalam hati.


Di dalam Goa itu gelap sekali. Lama dia komat-kamit bersemedi dan akhirnya keluarlah Cahaya yang sangat terang benderang

__ADS_1


Ia berdoa, "Yang Maha Kuasa berilah hamba kecukupan setiap hari agar tidak sengsara."


Tiba-tiba setelah mata Angma di buka di depannya terdapat Bokor yang bercahaya.


Dengan senang hati Angma segera membawa Bokor pulang kembali Kerumahnya.


Kebetulan keaadan kampung sedang sepi. Ia berpikir dalam akalnya, "Pasti Angkus akan kaget setelah aku tidak menjadi penjual Kayu bakar lagi."


DiRumah, Angma mulanya tidak bisa bagaimana cara menggunakan bokor itu. Karena perutnya sudah terasa lapar sekali, "Hai bokor sakti, berilah aku jagung dan air".


Bokor itu mendesing dan makanan itu keluar. Angma tak tahu bagaimana menghentikannya. Angka tak sengaja memegang mulut Bokor itu, maka berhentilah Bokor itu mendesing.


Kehidupan Angma sejak ada Bokor itu semakin kelihatan makmur. Ia mulai jarang mencari Kayu Bakar ke hutan. Angma tidak bingung lagi mencari Kayu Bakar untuk di jual sebagai kepentingan hidupnya sehari-hari.

__ADS_1


Ia hanya tinggal menikmati apa yang dia inginkan maka akan terkabulkan.


Tetapi lain bagi si Angkus. Ia mulai curiga dengan kemakmuran Angma. Angkus sangat penasaran dan mencari cari tahu tidak pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Akhirnya pada suatu hari ia mengetahui secara langsung dengan mata kepalanya sendiri terhadap apa yang di lakukan Angma.


Angkus tidak menduga bahwa hanya dengan Bokor itu Kakaknya bisa makmur hidupnya secepat ini. Mulailah sifat buruknya kambuh lagi.


Dasar Angkus memang jelek tabiatnya, setelah tahu Kakaknya makmur dengan Bokor saktinya, maka suatu hari Angkus mencuri Bokor itu.


Angkus mencoba melakukan seperti apa yang dilakukan Angma. Tetapi lama sekali ia melakukan komat kamit doanya, Dan ia tidak bisa bagaimana cara menggunakan Bokor itu.


Karena perutnya sudah terasa lapar sekali Kemudian Angkus menggosok bokornya dan berteriak, "Hai Bokor sakti, berilah aku jagung dan air". Bokor itu mendesing dan makanan itu keluar.


Angkus senang hati karena jagung yang datang kelihatan enak sekali. Ia melihat jagung yang keluar satu persatu. Angkus panik tidak bisa menghentikan Bokor sakti milik Angma. Jagung-jagung keluar terus dan sudah hampir menenggelamkan Angkus, sehingga ia ketakutan**.

__ADS_1


__ADS_2