
"**Salah satu dari Kalian harus mengantar ku ke seberang untuk mencari makanan biar tubuh ku jadi gendut dan cukup untuk Kalian santap bersama-sama."
Cil ! kau jangan coba-coba menipu ku ya ?" ancam Pak Baya. "Mana aku berani menipu mu Pak Baya !"
"Baik, sekarang ku antar kau ke seberang sungai, di sana banyak makanan buah-buahan."
Maka Kancil segera naik ke punggung Pak Baya untuk menyeberang.
"Wah ! Asyiik.....! Kaya M - 15 saja." Kata Kancil dengan riang gembira.
"Nikmatilah kegembiraan mu Karena sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perut ku." pikir Pak Baya.
"Ingat Cil jangan coba-coba menipu ku," kata Pak Baya sambil menunggu di pinggir sungai, sementar kancil mencari buah-buahan untuk di santap sepuas nya.
Tak berapa lama Kancil muncul lagi dengan perut lebih gendut, rupa nya sudah kenyang dia makan.
"Pak Baya berapa jumlah teman mu?"
"Banyak Cil !"
__ADS_1
"Banyak itu berapa di hitung dong !"
"Belum pernah ku hitung Cil!"
"Wah payah bagaimana membagi daging ku nanti?"
"Baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian, sekarang berbaris lah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sama."
"Setuju Cil ! Tapi karena aku pemimpin Buaya di sungai ini maka aku berhak mendapat bagian pahamu!"
Paranbuata berjajar rapi, Kancil meloncat dari punggung buaya ke punggung buaya lainnya sambil menghitung satu, dua, tiga, empat, lima, hingga ia sampai di seberang sungai.Begitu sampai di seberang sungai Kancil melambaikan tangan nya.
"Terima kasih Pak Baya dan selamat tinggal !"
Tapi Kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para Buaya yang hedak memangsa nya.
Ular Tua Yang Licik
Dahulu Kala ada seekor ular tinggal dalam sebuah hutan. Ular ini besar tapi ia berusia lanjut dan lemah.
__ADS_1
ke banyakan pada waktu itu ia sering kelaparan karena ia tak dapat menangkap mangsanya lagi.
Suatu hari, Ular tersebut mengembara untuk mencari makanan dan ia sampai pada sebuah telaga yang penuh dengan Kodok.
"Kodok - Kodok ini tampaknya lezat, Kata Ular sambil.
"Aku berharap dapat menyantapnya." Tetapi ketika ia datang mendekatinya, mereka semua melompat ke dalam dan lenyap
"Aku harus memikirkan cara untuk menipunya," ia berpikir lagi si Ular menutup matanya dan tergeletak diam.
Kodok - Kodok melihat si Ular tergeletak diam dan tak berkeinginan untuk mengejar mereka
"Lihat Ular itu tidak mencoba untuk menangkap kita Barang kali ia mati? Ayo kita lihat" kata pangeran Kodok.
"Jangan, jangan,Putraku, melakukannya.Ia mungkin akan menelan mu." kata sang Ratu Kodok.
Tetapi sang Pangeran Kodok tak menghiraukan perkataan Ibunya.Ia mendekati Ular tersebut,ketika si Ular tak bergerak. Ia merasa sedikit lebih berani, lalu Ia mendorong Ular itu sedikit.Sang Ular membuka matanya.Si Pangeran Kodok ketakutan dan cepat-cepat menyingkir.
"Jangan takut pada ku, Anak ku," kata si Ular." Aku tak akan menyakitimu.Dahulu,aku pernah menggigit putra seorang Pertapa. Sang Pertapa sangat marah kepadaku dan mengutukku. Ia berkata aku harus melayani para Kodok dengan menggedongnya berkeliling.
__ADS_1
"Apa benar demikian?" tanya Pangeran Kodok yang bodoh itu
mempercayai cerita si Ular."Ya,Pangeran," kata si Ular,merendahkan diri. "Aku adalah pelayan paduka.silahkan naik ke punggung hamba."Sang pangeran menaiki punggung Ular yang licik itu**.