Si Kancil

Si Kancil
Si Kancil Dan Beruang / celaka karena sombong


__ADS_3

**Ada seekor Beruang coklat bertubuh Gendut. Ia selalu terpesona mendengar Burung-Burung Bernyanyi riang.


Beruang Coklat ingin bisa bernyanyi atau bersiul tapi ia tak mampu. Suatu hari ia tersesat dekat Perkampungan.


**Ia sangat takjub melihat anak gembala meniup seruling dengan suara yang merdu sekali. Beruang kembali masuk ke Hutan dan menceritakan pengalamannya itu kepada si Kancil.


Suatu Hari Kancil berjalan-jalan. Sampailah ia direrumpunan Pohon Bambu. Karena capek ia istirahat di tempat itu.


Tiba tiba ia mendengar derit suara Bambu yang cukup merdu walau tak semerdu seruling gembala.


Mendengar derit Bambu. Timbul sifat jailnya. Ia punya gagasan gila untuk temanya - si Beruang.


Berhari-hari Kancil mencari Beruang, akhirnya ia temukan juga si Beruang yang sedang mandi di sebuah telaga. "Cil! kita berendam, udara sangat panas nih!"


"Hai Beruang..." Kata Kancil. "Kau kan suka musik?


Ayo ikut aku, Kutunjukkan konser musik alami yang sangat merdu sekali.


"Wah,benarkah, Cil? Ayo kita berangkat!"


Dari kejauhan Beruang melihat Kancil seolah-olah sedang mempermainkan seruling bambu.


"Cil, dari pada kau cuma melihat, ajarilah aku mempermainkan seruling itu," Kata Beruang sambil mendekati Kancil.


"Boleh, julurkan lidahmu, tempelkan ke celah seruling bambu yang panjang ini,"Kata Kancil.

__ADS_1


Kancil segera bersiul memanggil angin. Tak seberapa lama angin bertiup sepoi-sepoi cukup untuk menggoyang goyangkan Pohon Bambu.


Bambu berderit, Menjepit ujung lidah Beruang.


Beruang menjerit kesakitan, untung ia segera mencabut lidahnya.


Sadarlah si Beruang. Kancil sengaja menipunya. Tapi ia tidak marah, sebab derit suara Bambu itu memang terdengar merdu


Begitu merdunya derit suara Bambu itu hingga membuat Beruang terlena dan akhirnya ia tertidur lelap.


Celaka Karena Sombong


Dahulu ada seekor Keledai dan seekor Serigala yang berteman baik. bersama-sama merekNGa berkelana mencari makanan.


  "Hari ini aku ingin makan buah semangka,"kata si Keledai.


Keledai dan Serigala mencari di semua tempat dan pada akhirnya mereka menemukan sebuah ladang penuh dengan sebuah Semangka besar-besar dan masak.


 Keduanya menunggu Malam tiba sehingga mereka dapat memasukinya tanpa terlihat orang.


"Wah," kata si Keledai,"lihatlah semua Semangka yang masak itu."


 Dengan cepat ia memakan Buah Semangka sebanyak yang dapat ia lakukan.


 Setelah Keledai dan Srigala mengisi perutnya, si Srigala berkata,"ayo kita kembali,nanti terlambat."

__ADS_1


"Mengapa kita harus kembali buru-buru?" angin bertiup spoi-sepoi,Bintang-Bintang berkelip dilangit, bulan bersinar cemerlang. aku belum ingin kembali. ternyata makan semua buah semangka yang lezat ini membuatku merasa sangat nyaman. aku merasa ingin menyanyi."


 Dengan lagak jumawa si Keledai menyanyikan sebuah lagu.


 "Hentikan berisik yang sangat memekan itu,kamu bodoh!" teriak Serigala,"para Petani mendengar dan datang kesini!"


 "Apa,berisik katamu. kamu sebut nyanyianku yang merdu ini sebagai berisik?" kata Keledai dengan marah. "Aku rasa kamu iri padaku, karena kamu tidak dapat menyanyi separuh saja dari kemampuanku."


 "Kalau demikian, kamu menyanyilah terus. aku lebih baik menunggu di luar Kebun.


 "Hiii,haw,hoek,hoekkk!" teriak si Keledai."Hiii,haw,hoek,hoekkkk."


Keledai mengira suaranya sangat merdu. dia bahkan menuduh temannya yaitu Srigala sengaja keluar hanya karena tak bisa menyanyi seperti dirinya.


  Ketika Pak Tani mendengar ringkikan Keledai yang melengking itu, dia merasa heran.


"Ada apa yaa? siapa yang bersuara di Kebunku...?"


"Kurang ajar! ada seorang atau sesuatu yang memasuki Kebun Semangka ku, awas ya! tidak akan kuampuni kau!"kata Pak Tani sambil berlari cepat.


 "Kamu pencurip!" teriak Pak Tani memukul Keledai dengan keras. "rasakan pentungan ini karena mencuri Semangka kami."


 "Bak! buk! bak! buk!" berkali-kali Pak Tani menggebuki si Keledai. si Keledai ambruk akibat pukulan Pak Tani.


"Bagaimna? klenger gk kamu? kukira Keledai ini telah Mati, hem aku masih banyak pekerjaan, terpaksa kau kutinggalkan saja disini.

__ADS_1


 Setelah para Petani meninggalkannya, Sang Serigala mendekati si Keledai dan berkata, "Bukankah aku telah memperingatkanmu?"


 "Yah, karena kebodohanku sendirilah menyebabkan aku dipukuli," rintih si Keledai menahan sambil berusaha berdiri."lain kali aku akan mendengarkan nasihat baik yang diberikan kepadaku secara lebih cermat**.


__ADS_2