Si Kancil

Si Kancil
Kancil dan Buaya / Kancil mencuri Ketimun


__ADS_3

Pada Suatu Hari Kancil sedang Berjalan-Jalan di Hutan. Tiba-tiba Perutnya terasa lapar. Lalu Ia melihat ada banyak Buah Segar Yang Ada di Seberang Sungai Deras. Kancil pun bingung, bagaimana caranya ia dapat melewati Sungai untuk mendapatkan makanan.


Akhirnya, Kancil menemukan ide cemerlang untuk dapat menyeberangi Sungai. Lalu Kancil pun memanggil Seekor Buaya yang tinggal di dalam Sungai.


"Hey Buaya keluarlah, Aku Punya Kabar Gembira"


Mendengar suara Kancil, akhirnya Seekor Buaya keluar dan mendekati Kancil.


"Ada apa Kancil, kau mengganggu tidurku!" sahut Sang Buaya.


"Aku akan membagikan banyak Daging segar untuk kalian" kata Kancil dengan wajah Ceria.


"Di mana Daging itu?" Jawab Buaya Dengan Raut Wajah Buasnya.


"Sepertinya Dagingnya cukup banyak, kau harus memanggil Teman-Temanmu Untuk Memakannya juga.


Akhirnya Buaya Besar itu memanggil Kawanan Buaya yang lain. Setelah semua berkumpul, Kancil meminta mereka untuk Berbaris Rapi.


"Untuk apa kami harus Berbaris?" tanya Sang Buaya

__ADS_1


"Aku harus menghitung berapa jumlah kalian untuk membagikan Daging secara merata"


Kancil pun berhasil meyakinkan mereka dan Buaya-Buaya tersebut membuat barisan seperti membentuk sebuah Jembatan.


"Baik aku akan mulai Menghitung, Satu... Dua... Tiga..." kata Kancil sambil menginjak Satu Per Satu Buaya melewati aliran Sungai yang deras.


Kancil pun berhasil Menyebrangi Sungai dengan melewati sekumpulan Buaya itu. Setelah itu ia Tertawa Terbahak-Bahak.


"Hahahaha sebenarnya Aku tak membawa Daging sedikit pun, Aku hanya ingin kalian berbaris agar aku dapat Menyeberang Sungai. Ternyata mudah sekali Memanfaatkan Kalian!" kata Kancil


Sekelompok Buaya tersebut akhirnya Marah dan hendak Memakan Kancil. Tetapi sudah terlambat karena Kancil sudah lari menjauh dari mereka.


Cerita ini membuktikan bahwa Kecerdikan dapat mengalahkan Kekuatan.


Hutan sedang dilanda Kemarau Panjang. Akibatnya, Makanan di sana habis. Sungai pun mengering. Mau tak mau, Binatang di Hutan harus keluar Hutan untuk mencari makanan. Tak terkecuali Kancil. Ia sedang kebingungan mencari makanan.


“Ke mana aku harus mencari makanan? jika bertahan di Hutan ini, bisa-bisa aku mati Kelaparan,” gumam Kancil.


Kancil pun berjalan keluar Hutan. Saat sedang berjalan, tiba-tiba ia melihat Ladang Petani yang dipenuhi Timun yang sangat segar.

__ADS_1


Seketika muncul keinginan Kancil untuk melahap Timun-Timun itu.


“Mungkin tidak apa-apa, jika aku memakan sedikit Timun Milik Petani,” ucap Kancil.


Hmm, Timun itu ternyata sangat enak. Tanpa disadari, Kancil memakan Timun-Timun itu hingga Perutnya Kenyang. Kancil pun pulang dengan Hati Yang Senang.


“Aku tak perlu pergi dari Hutan untuk mencari makanan. Di Ladang Petani, ada banyak sekali makanan,” gumam Kancil.


Benar saja. Hari-hari berikutnya, Kancil sering mengunjungi ladang Petani. Ia memakan Timun-Timun milik Petani. Lama-kelamaan, Petani menjadi geram.


“Aku harus memberi pelajaran untuk si Pencuri. Tapi, bagaimana caranya?” pikir Petani.


Petani terus berpikir, sampai akhirnya ia menemukan sebuah Ide. Petani mengambil Bajunya yang sudah tak dipakai, Taping, dan Kelapa. Lalu ia menyatukan semua itu, membentuknya menjadi Orang-orangan Sawah. Kemudian, ia meletakkannya di Ladang Timun.


“Kau akan Ketakutan begitu melihat Orang-orangan Sawah ini,” gumam Petani.


Kancil yang merasa Lapar pun kembali ke ladang Petani. Ia sudah tak sabar ingin segera makan Timun Sebanyak-banyaknya.


“Aku akan membuat perutku Kenyang, agar tak berkali-kali kembali ke Ladang ini. Kalau perlu, aku akan membawa Timun-Timun itu Pulang untuk Persediaan Makanan,” ucap Kancil.

__ADS_1


Olala, betapa terkejutnya Kancil saat mendapati ada orang yang menjaga ladang Petani. Kancil yang berniat Mencuri pun kemudian bersembunyi, sambil menunggu Orang itu pergi.


Tapi, sudah lama ia menunggu, Orang itu tak juga pergi dari tempatnya. Kancil yang sudah Sangat Lapar, akhirnya Menyerah. Ia pun kembali ke Rumah tanpa membawa Timun**.


__ADS_2