
Pada suatu Pagi Kancil terlihat sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Kancil bertemu dengan Seekor Harimau yang sedang Kelaparan.
"Beruntung sekali diriku, saat sedang kelaparan, aku bertemu Seekor Kancil yang bisa aku jadikan Makan Siang" kata Harimau.
"Apakah kau ingin memangsaku?" ucap Kancil
"Iya, kau akan kujadikan Makan Siang, Perutku sudah lapar sekali" jawab Sang Harimau.
Kancil mulai ketakutan, tetapi berkat Kecerdikannya ia mencari cara agar bisa melarikan diri dari Sang Harimau.
"Tolong jangan santap aku, karena aku akan membocorkan rahasia besar untukmu" pinta Kancil.
"Rahasia apa?" tanya Harimau
"Aku akan memberi tahumu tentang keberadaan sabuk Dewa. Siapa saja yang menggunakan sabuk Dewa tersebut akan bisa Terbang dan punya kekuatan seperti Dewa" kata Kancil
Mendengar cerita Kancil, Harimau pun tertarik yang membuat kesepakatan jika ia tak akan memakan Kancil dengan syarat Kancil harus menunjukan di mana letak sabuk Dewa itu.
Akhirnya Kancil menunjukan tempat di mana Sabuk itu berada. Tepatnya di pinggir Sungai. Sabuk itu terlihat tergantung di atas Pohon.
Dengan penuh semangat, Harimau pun hendak menggambil Sabuk tersebut.
"Hei tunggu!" Kancil mencoba menghentikan langkah Harimau.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Dewa sedang mandi di Sungai, jangan sampai ketahuan jika kamu ingin mengambil sabuknya" seru Kancil.
"Lalu bagaimana cara agar tidak ketahuan?" tanya Harimau
"Kamu harus berjalan mundur ke arah Sabuk itu supaya Dewa tidak melihat keberadaanmu" jawab Kancil
Harimau itu akhirnya menuruti apa kata Kancil. Ia berjalan mundur ke arah Pohon itu. Setelah mendekat, betapa kagetnya Harimau saat Seekor Ular melilit Lehernya. Ternyata itu bukanlah Sabuk Dewa, melainkan Ular yang sedang Kelaparan.
"Kurang ajar kau Kancil" seru Harimau yang terlihat menahan Rasa sakit.
Akhirnya Kancil berhasil melarikan diri dan berlari menjauh sambil melepaskan tawanya. Kancil pun bisa menyelamatkan dirinya dengan Kecerdikan yang ia miliki.
Dari dongeng si Kancil ini kita bisa menyimpulkan dengan Kecerdasan yang dimiliki, dapat menyelamatkan kita dari mara Bahaya.
Sabuk Nabi Sulaiman
Namun kali ini, Kancil merasa perutnya sudah keroncongan. Ia berharap bisa menemukan makanan. Matanya tajam mengawasi sekeliling. Di tempat ini jelas tidak ada Mentimun kesukaannya. Sebab ladang para Petani ada di tepi Sungai dekat dengan PerSawahan sana.
“Akhirnya aku bisa makan kali ini. Jangan lari kau, Cil!,”tiba-tiba sebuah suara diikuti erangan mengerikan muncul di belakang Kancil. Seekor Harimau besar yang sangat Buas telah berdiri dibelakang Kancil siap untuk memangsanya.
“Sebentar…sebentar…sabar dulu, teman. Kamu lihat aku yang kecil dan kurus kering begini pastilah tidak enak untuk dimakan,”dengan sabar Kancil menenangkan Harimau kelaparan itu.
“Terus apa maksudmu? Kamu mau menipuku?”tanya Harimau curiga.
“Oh…tidak. Bukan begitu maksudku. Tapi boleh aku minta satu permintaan sebelum kamu memakanku. Aku ingin makan dulu sebentar. Kalau aku kenyang Dagingku pasti lebih enak,”bujuk Kancil terus mengulur waktu sambil berpikir bagaimana caranya bisa meloloskan diri dari ancaman Harimau berbahaya ini.
__ADS_1
“Baiklah. Aku beri kamu kesempatan. Silahkan kamu cari makanan di sekitar sini saja. Aku mengawasi agar kamu tidak lari,”ucap Harimau akhirnya mengalah meski sebenarnya ia sudah sangat lapar juga. Sejak kemarin belum ada satupun makanan yang masuk ke perutnya.
Kancil lalu mencoba mencari Umbi-Umbian disekitar tempat itu. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seekor Ular besar tengah tidur melingkar di bawah Semak-Semak Belukar. Ular itu sepertinya tidak tahu dengan keributan yang baru saja terjadi.
Kancil lalu duduk dengan tenang di dekat Ular itu. Harimau jadi marah melihatnya. Bukannya mencari makanan seperti permintaannya tadi, Kancil malah duduk-duduk santai dengan malasnya. Dengan marah Harimau mendekati Kancil.
“Hai, Cil! Bagaimana sih, kamu? Bukannya tadi minta makan? Sudah kuijinkan malah duduk-duduk di sini,”bentak Harimau jengkel bukan main.
“Ssst…sabar Sahabatku. Dan tolong jangan berisik karena aku baru saja menemukan Sabuk Nabi Sulaiman yang Maha Sakti itu,”timpal Kancil Cerdik. Ia sepertinya sedang merancang tipuan baru. Ia menunjuk kearah Ular besar yang tengah melingkar tidak jauh dari tempatnya duduk.
“Hei! Aku itu tidak Bodoh, Cil! Inikan Ular bukan sabuk,”seru Harimau semakin emosi.
“Itu Sabuk tapi yang terbuat dari Kulit Ular. Konon siapa saja yang bisa memakainya, Ia akan menjadi penguasa Binatang di muka bumi ini. Kamu tidak tertarik menjadi Rajanya Hewan?”jelas Kancil meyakinkan.
“Benarkah yang kau ucapkan itu, Cil? Terus bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Sabuk ini?”tanya Harimau mulai tertarik dengan penjelasan Kancil.
“Tadi sebuah suara dari Langit bilang Sabuk ini sebenarnya untukku karena memang aku yang menemukan. Tapi aku bersedia memberikannya untukmu asal kamu mau membebaskan aku. Bagaimana? Soalnya kalo kamu sudah memakai sabuk ini kamu bisa menaklukan Hewan apapun dan memangsanya sepuasmu,”Imbuh Kancil lagi. Harimau makin tertarik untuk bisa memperoleh Sabuk itu. Ia pun mengangguk setuju untuk membebaskan Kancil.
“Terus bagaimana cara memakainya?”tanya Harimau tidak sabar.
“Oh, gampang itu. Kamu tinggal pakai saja dengan melingkarkan Sabuk itu DiPerutmu. Sudah ya, aku pergi dulu. Mau cari makanan,”Jawab Kancil sambil berjingkat cepat pergi dari tempat itu.
Harimau lalu meraih Ular besar yang sedang tidur itu untuk dijadikan Sabuk di Perutnya. Karuan saja Ular besar itu menjadi marah karena tidurnya terganggu. Tubuhnya langsung melilit Harimau. Ular dan Harimau Bertarung Seru.
Harimau akhirnya sadar kalau dia baru saja ditipu Kancil. Tapi Nasi sudah menjadi Bubur. Ia berusaha sekuat tenaga melawan Ular. Dengan susah payah, Harimau akhirnya bisa meloloskan diri dari lilitan Ular. Meski ia juga menderita luka akibat Gigitan Ular di sekujur Tubuhnya.
__ADS_1
Di tempat lain, Kancil kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri Hutan untuk mencari makanan. Kecerdikan dan kesabarannya kembali menyelamatkan Dirinya.