
Seekor Kancil menyombongkan diri kepada Kucing tentang muslihat pintarnya untuk melarikan diri dari musuh.
"Aku punya banyak trik," katanya, "yang berisi seratus cara untuk melarikan diri dari musuh."
"Aku hanya punya satu," kata si Kucing; "Tapi aku biasanya bisa mengatasinya."
Tepat pada saat itu mereka mendengar gonggongan sekelompok anjing datang ke arah mereka, dan si Kucing segera berlari ke atas pohon dan menyembunyikan diri di dahan.
"Ini rencanaku," kata si Kucing. "Apa yang akan engkau lakukan?"
Kancil pertama-tama memikirkan satu cara, lalu mencari yang lain, dan ketika dia sedang berpikir, anjing-anjing itu semakin dekat dan semakin dekat, dan akhirnya si Kancil dalam kebingungannya terperangkap oleh anjing-anjing itu dan segera dibunuh oleh para pemburu.
Sang Kucing, yang selama ini menyaksikan, berkata, "Lebih baik satu cara yang aman daripada seratus yang tidak bisa Anda andalkan."
Kura-Kura Dan Elang
Seekor kura-kura ingin pindah empat tinggalnya, jadi dia meminta seekor elang untuk membawa dia ke rumah barunya, menjanjikan hadiah yang besar untuk pertolongannya.
Elang setuju dan menyambar cangkang Kura-kura dengan cakarnya melambung tinggi terbang ke udara.
Dalam perjalanan, mereka bertemu seekor Gagak, yang berkata kepada Elang: "Kura-kura adalah makanan yang enak."
"Cangkangnya sangat keras," kata Elang sebagai balasan.
"Batu-batu akan segera memecahkan cangkang," jawab Gagak.
Elang, mengambil ancang-ancang, membiarkan Kura-kura jatuh di atas batu yang tajam, dan kedua burungpun memakan Kura-kura yang lezat.
Pesan Moral:
Hati-hati terhadap pertolongan sang musuh.
dua kepiting
Suatu hari dua kepiting keluar dari rumah mereka untuk berjalan-jalan di pasir.
"Nak," kata sang ibu, "kamu berjalan sangat tidak sopan. Kamu harus membiasakan diri, untuk berjalan lurus ke depan tanpa memutar dari sisi ke sisi."
__ADS_1
"Tunjukkanlah, ibu," kata yang muda, "lakukan sendiri dan berikan teladan, pasti aku akan mengikuti kamu."
Pesan Moral:
Contoh adalah ajaran terbaik.
Keledai Dan Kulit Singa
Suatu hari Keledai pernah menemukan kulit Singa yang ditinggalkan kering oleh pemburu di bawah sinar matahari.
Dia memakainya dan pergi ke desa asalnya. Semua melarikan diri saat kedatangannya, baik manusia maupun hewan, dan dia adalah Keledai yang bangga pada hari itu.
Dalam kegembiraannya dia meninggikan suaranya dan meringkik, tetapi kemudian semua orang jadi mengenalnya, dan pemiliknya datang dan memberinya pentungan keras karena ketakutan yang ditimbulkannya.
Dan tak lama kemudian seekor rubah mendatanginya dan berkata, "Ah, aku kenal kamu dari suaramu."
Pesan Moral:
Pakaian bagus mungkin menipu, tetapi kata-kata konyol akan mengungkapkan kebodohan seseorang.
Seekor Singa sering berkeliaran mencari mangsa di sekitar ladang tempat empat lembu tinggal.
Seringkali dia mencoba menyerang mereka; tetapi setiap kali dia mendekati mereka, para lembu menyatukan ekornya satu sama lain, sehingga dengan cara apa pun Singa mendekati mereka, dia bertemu dengan tanduk salah satu dari mereka.
Namun, akhirnya, mereka bertengkar di antara mereka sendiri, dan masing-masing pergi ke padang rumput sendirian di sudut lapangan yang terpisah.
Kemudian Singa menyerang mereka satu per satu dan segera mengakhiri keempatnya.
Pesan Moral:
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
kancil dan sahabat nya
Pada pagi yang cerah, ada seekor kancil yang sedang mengelilingi hutan. Kancil itu ingin mencari makan, dan di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan sahabatnya, yaitu si kerbau dan si gajah. Kancil mengajak kerbau dan gajah pergi mengelilingi hutan dan mencari makan bersama. Tapi kerbau dan gajah tidak mau ikut, karena mereka sudah merencanakan sesuatu nantinya. Dengan terpaksa kancil meninggalkan mereka dan pergi mencari makan sendiri.
Hari mulai siang, namun kancil belum juga mendapatkan makanan. Kancil pun mulai haus. Ia segera pergi ke arah sungai untuk minum. Tiba-tiba di tengah perjalanan menuju sungai, kancil dihalangi oleh harimau. Waktu itu harimau berpura-pura lapar dan berpura-pura ingin memangsa kancil. Namun dengan kecerdikan kancil, kancil bisa meloloskan diri dari harimau dengan menggunakan tipuan muslihatnya. Kancil membohongi harimau dengan cara menipunya.
__ADS_1
“Harimau, apa kau tidak takut? Tadi aku melihat ada pemburu di semak-semak itu,” kata kancil dengan wajah serius.
“Pemburu?” Tanya harimau dengan wajah ketakutan.
“Iya, pemburunya membawa senjata yang berbahaya. Apa kau tidak takut?” Lanjut kancil.
Harimau langsung pergi meninggalkan kancil dengan wajah ketakutan. Kancil pun merasa lega. Lalu kancil melanjutkan perjalanannya menuju sungai.
Sesampainya di tepi sungai, kancil pun langsung minum air yang ada di tepi sungai. Tanpa kancil sadari, ada buaya yang berpura-pura ingin memangsa kancil. Untung saja kancil mengetahui jika di depan kancil ada seekor buaya. Buaya tersebut sudah membuka mulutnya lebar-lebar dan siap untuk memangsa kancil. Tanpa berfikir panjang, kancil pun langsung lari meninggalkan buaya.
Hari pun mulai sore, namun kancil tidak menemukan makanan sama sekali. Dengan terpaksa, kancil pulang dengan tangan kosong dan dalam keadaan yang kelaparan. Sesampainya di rumah kancil, kancil terkejut. Ternyata di rumah kancil ada pesta makan. Harimau dan buaya juga ada di pesta makan itu. Kancil kebingungan. Baru kali ini ia disambut dengan meriah oleh teman-temannya. Ternyata, teman-teman dan sahabat kancil ingin memberikan kejutan ini kepada kancil.
“Kancil, apa kamu suka dengan kejutan ini?” Tanya kerbau
“Ya, aku sangat suka dengan kejutan yang kalian buat ini. Tapi kenapa kalian merencanakan ini?” Jawab dan Tanya kancil.
“Kamu lupa ya? Hari ini kan hari persahabatan kita.” Lanjut kerbau.
“Terima kasih kawan-kawan. Aku tidak menyangka kalau kalian ingat dengan semua ini.” Jawab kancil dengan rasa haru.
“sudahlah, mari kita makan dulu.” Ajak gajah.
Akhirnya mereka mengawali makannya dengan canda tawa. Selesai makan, mereka semua berpamitan untuk pulang, karena hari sudah larut malam. Gajah dan kerbau pulang agak lambat, karena mereka membantu kancil untuk membersihkan rumahnya. Setelah semua bersih, mereka berpamitan pulang kepada kancil. Gajah dan kerbau pun pulang dan kancil segera tidur.
TAMAT
sampai sini aja ya cerita novel sang kancil nanti kita akan bertemu di novel selanjutnya
Yuk simak novel-novel selanjutnya
terima kasih sudah baca novel ini sampai habis
Sampai jumpa
di novel selanjutnya
novel ini di karang oleh \= Tania
__ADS_1