Si Kancil

Si Kancil
Kera yang cerdik part 2


__ADS_3

"Itu tak mungkin, "Kata Buaya Jantan tegas. "Aku tak tega membunuh Sahabat terbaik ku."


Hari-hari berlalu Buaya Betina itu bertambah penasaran untuk menyantap daging Kera. Sementara Buaya Jantan tetap tak mau mengkhianati persahabatannya dengan Kera.


Akhirnya Buaya Betina merencanakan siasat. Suatu hari Buaya Betina berbaring dengan mata tertutup sambil merintih dengan keras.


"Apa yang terjadi dengan dirimu? "teriak Buaya Jantan merasa sangat cemas


"Aku merasa sangat sakit," rintih Buaya Betina, Aku Rasa Aku Akan Segera Mati."


"Ah jangan!" Teriak Buaya Jantan, "Aku tak kan membiarkanmu mati. Beritahu aku, apa yang dapat aku lakukan untuk menyelamatkan nyawamu?"


"Hany ada satu jalan bagimu untuk menyelamatkan nyawaku, "jawab Buaya Betina."


"Katakan apa itu? "Tanya Buaya Jantan


"Bila kamu dapat membawakan hati Kera, Aku akan baik kembali


"Tetapi bagaimana mungkin aku dapat berbuat demikian? Kera itu satu-satunya sahabat yang aku punya.


Bagaimana dapat aku menyakitinya? " tanya Buaya Jantan.


"Kalau begitu biarkan aku mati, " kata Nuaya Betina sambil menangis.


"Oh sayang ku, aku jangan kau tinggal mati," kata buaya yang malang itu. "Sekarang juga aku akan pergi dan menjemput Kera itu."


Seketika itu juga nampak wajah Buaya Betina berseri seri. Sementara Buaya Jantan segera pergi menuju pohon jambu itu.


"Ahaaa.... bakal Kesampaian keinginanku makan hati Kera," pikir Buaya Betina.

__ADS_1


"Wah,Buaya Jantan anda di sana rupanya," kata si Kera dengan gembira. "Senang melihat anda kembali. Bolehkah ku lemparkan beberapa tangkai buah jambu padamu?"


"Tidak, tidak wahai Kera." kata Buaya Jantan sambil tersenyum lebar menunjukkan barisan gigi-giginya yang tajam.


"Hari ini kamu tak membutuhkan buah jambu."


"Mengapa demikian wahai Buaya Jantan? Apakah kalian hari ini tidak lapar?"


"Wahai Kera, hari ini Istriku mengundang mu untuk makan siang bersama. Ia sangat berterima kasih padamu. Lalu hari ini Istri ku memasak makan siang istimewa untukmu."


"Oh, betapa baik hatinya," kata si Kera. "Aku akan sangat senang menemanimu berdua makan siang."


"Ayolah, melompatlah ke atas punggung ku. Aku akan cepat-cepat membawamu merumah ku," kata si Buaya.


"Horeee!" teriak sang Kera sambil berpegangan kuat kuat pada punggung Buaya.


Mula mula si Kera kesenangan. Namun setelah Buaya mencapai tengah sungai, tiba-tiba ia mulai berguling-guling di air.


"Itu memang mauku. "Kata Sang Buaya, "aku sedang berusaha menggulingkanmu."


"Mengapa? Aku kan Temanmu. Mengapa kamu berusaha membunuhku?" tanya si Kera dengan amat terkejut.


"Istriku sakit dan ia akan sembuh haya bila ia menyantap hatimu, "jawab Buaya.


"Mengapa tak bercerita kepada ku sebelumnya?" kata Kera sambil tersenyum. "Bila kamu tadi bercerita aku akan membawa serta hatiku."


"Maksudmu hatimu tidak ada bersama mu sekarang ini?" kata Buaya Jantan.


"Tentu saja tidak," kata sih Kera sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tak pernah membawa hatiku kemana pun aku pergi. Aku selalu menyembunyikan di lubang pohon jambu sebelum meninggalkan tempat tinggalku itu.

__ADS_1


"Itu berarti kita harus kembali mengambil hatimu," kata Buaya yang bodoh itu mempercayai setiap kata yang di ucapkan Kera.


"Ya!" jawab si Kera, "ayo kita kembali dulu sebelum Istrimu bertambah parah. "Sang Buaya dan si Kera kembali ke pohon jambu secepat mungkin.


Segera setelah sampai, si Kera cepat-cepat melompat dari punggung Buaya dan menanjat pohon


"Kamu **mengambil apa kok lama sekali?" tanya si Buaya, sudah ketemukah hatimu?"


"Hatiku selamat bersama ku, engkau Buaya yang bodoh, " ketawa si Kera.


"Kalau begitu cepatlah kau turun ke mari,"kata Buaya.


"Untuk apa? Untuk kau ambil dari tubuhku?


"Iyaaa......!``


"Dasar Buaya Bodoh! Pulanglah dan beritahu Istrimu yang kejam itu untuk membuang keinginannya menyantap hati seekor Kera."


"Hah, "Buaya Penasaran. "Jadi kau menipuku?"


"Istrimu juga menipu mu, ia hanya pura-pura sakit belaka!


kau terlalu menuruti keinginan Istrimu tanpa mempertimbangkan perasahabatan kita."


"Oh Kera aku menyesal kini...."


"Sudahlah, kau pulang saja, dunia kita memang beda."


"Maafkan aku Kera sahabat ku, aku telah mengecewakan mu..."

__ADS_1


"Pulang lah Buaya**...."


__ADS_2