Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 1 Mimpi hayalan


__ADS_3

“Dor dor dor dor dor, bangun shubuh-shubuh” teriak bagian keamanan yang sedang membangunkan para santriwati pagi itu.


Ceklek, suara pintu dibuka orang seseorang yang telah bangun “Bug bug bug bug” bukan suara gebukan seseorang melainkan suara bantal yang mendarat pada tubuh setiap santriwati yang belum bangun “Bangun ibuk (panggilan ibu nyai) udah di mushalah cepat pada bangun!!!” teriak keamanan yang memmbuat semua santriwati berhamburan “Almaaaaaaaaaaaa………!!!!!!!!!!!!!!! Teriak keamanan dengan sangat kerasnya. Yah teriakan itu ditunjukkan pada seorang gadis yang bernama Almaya Hasanah, gadis berusia 16 tahun yang baru menginjak bangku kelas 2 SMA itu tersentak dan langsung duduk tapi masih dengan muka bantalnya dan rambut yang acak-acakan, dia sangat tak suka dengan kehidupannya di Pondok Pesantren padahal dulu ia yang ngotot untuk masuk pesantren tapi mimpi yang sering dia hayalkan bila berada di pesantren sangat berbeda dengan keadaan nyatanya.


Ukhthor (Ukhti Author heheeh) “dinovel ini akan ada beberapa logat bahaya anak pesantren, seperti yang menjelaskan berbau mengenaang Fi’il madhi atau yang menjelaskan kejadian yang telah lalu ya bisa disebut flashback, dan fi’il-fi’il lainnya, maafkan yak yang agak bingung heheheh”


“Al loh tuh ya kalau di Sekolah rajin bener, kalau udah di Pondok bawaan kusut terus” cebik Siti saah satu teman Alma baik di Pondok atau di Sekolah. Yah Alma gadis itu lebih dari satu tahun ini telah menempuh pendidikannya disalah satu Sekolah SMA swasta disebuah Desa yang ada Pondoknya, karena itu pilihannya sendiri.


Cerita Fi’il Madhi


“Bu…., katanya kalau SMA udah boleh mondok. Sekarang aku udah lulus SMP kan jadi udah boleh mondok kan? Tanya Alma yang dengan nada perharapnya kepada sang Ibu, karena sejak lulus dari SD Alma sangat ingin masuk Pondok Pesantren, ia berpikir dengan mondok ia akan bisa hidup sesuai dengan keingannya yang bisa hidup sendiri tanpa orang tua tapi tak lepas dari ajaran agama.


“Emang kamu mau mondok dimana nduk?” tanya sang Ibu “Mondok di pondok yang sama kayak kak Akhsan aja bu kan dekaat juga dari Desa, kalau jauh ppasti Ibu dan Bapak ngak akan ngijinin kan? Seru Alma “mau mondok dimanapun Ibu pasti ngizinin yang gak boleh jauh ya Bapakmu itu” elak sang Ibu memang benar si Bapak tidak akan mengizinkan untuk Alma mondok jauh-jauh.

__ADS_1


“Baiklah bu, pokoknya SMA ini aku mau mondok” seru Alma dengan semangat, tapi dibalik alasannya ingin mondok di tempat tersebut bukan hanya karena alasan awalnya saja tapi juga ada alasan yang lainnya yakni ini dekat dengan sepupunya yang bernama Akhsan itu. Alma telah lama suka dengan kakak ssepupunya tersebut sejak kecil, dan ia ingin dekat dengannya meski ia tahu meskipun ketika ia masuk pondok tersebut ia tak kan menjumpai sepupunya tersebut yang pasti karena dipisahkan gedung tapi juga karena sepupunya tersebut telah lulus dari pondoknya


Ukhthor “hemmt terus ngapain mau ngikut disana?”


Alma “hehehe biar bisa buat bahasan kalau ketemu”


Ukhtor “repot bener strateginya”


Alma “biarin napa No komen”


Alma “eh lupa, maaf thor lanjutkan nulisnya bila perlu langsung ending bahagia gue nikah ma kak akhsan dan punya banyak anak ayooo thor cepet nulisnya”


Ukhthor “lu tu ya sabar napa ini aja baru satu bab belum kelar nyerocos mulu, udah gue mau lanjut lagi”

__ADS_1


Alma “siap Boss thor”


“Nak kata ibumu kamu mau mondok di Desa Wijen ya?” tanya Bapaknya Alma kala itu mereka sekeluarga sedang santai di ruang tengah.


Ukhthor “wijen? maaf ya untuk tepat ataupun nama sekolah atau pondoknya aku karang soalnya takutnya ada yang protes kalau Desa, Sekolah atau Pondoknya aku buat untuk bahan cerita dikaraganku ini hehehe jadi untuk tempat dan nama tempat semua karangan tapi kalau pemeran karangan atau tidak akan aku jawab diakhir part terakhir atau saat tamat heheheheh”


“iya pak, bolehkan? Toh deket juga dari sini” seru Alma dengan muka berharapnya “Iya ngak apa, kapan kamu daftar? biar diantar sama kakak kamu” tanya sang bapak “diantar sama kak Akhsan?” tanya Alma dengan girangnya “kok akhsan si?” tanya sang Bapak dengan menunjukkan wajah herannya “i-i-itu maksudku apa diantar sama kak Akhsan kan karena alumni pak, jadi lebih tau gitu” jawab Alma dengan terbata-bata “kamu kan punya kakak kandung nak, meski Akhsan alumni tapi biar kakakmu saja yang mendaftarkan, toh kakakmu juga pernah mondok jadi juga akan tau seperti apa kehidupan di pondok” seru sang Bapak “iya pak, bilangin mas ahmad minggu depan aku mau daftar” jawab Alma dengan wajah datar sedikit menyembinyikan raut kekecewaannya.


Satu minggu kemudian


Hari itu Alma dan kakaknnya Ahmad sedang berada di kantor pendaftaran siswa baru di salah satu komplek pesantren setelah sebelumnya juga telah mendaftar sebagai santriwati baru di pondok pesantren tersebut, dengan wajah tidak semangat dia melewati hari tersebut “dek kamu kenapa? Bukannya ini keinginan kamu ya? Tanya sang kakak karena melihat adiknya tampak lesu “tidak apa-apa kak mungkin aku hanya capek saja” kilahnya, akan tetapi kesedihanya itu bukan tanpa alasan melainkan juga karena sudah tidak bisa bertemu dengan Akhsan lagi bukan karena ia di pondok tapi karena Akhsan memilih melanjutkan kuliahnya di Jakarta, itu yang membuat hati Alma semakin merana. Awalnya ia berharap ketika libur pondok ia kan pulang dan bertemu dengan Akhsan dan bercerita tentang pondoknya yang sama, hal itu ternyata hanya menjadi angannya saja. “ya udah kalau gitu kita pulang yuk, terus kamu istirahat besok saja menata persiapan untuk di bawa ke pondoknya kan masih seminggu lagi” ujar Ahmad sambil melangkah mendahului adeknya yang tadi ada hanya memberikan balasan senyum tipisnya.


Satu minggu kemudian again hehehe

__ADS_1


Alma sudah berada disebuah kamar pondok yang tentunya kamar tersebut adalah awal dari cerita yang entah dijalani Alma dengan bagaimana. Gadis itu sedang merapikan beberapa pakaian ke dalam lemari hingga ada beberapa santriwati baru yang juga menghampiri “Hai…, nama kamu siapa? dari mana? Hobinya apa? Cita-citanya apa? Makanan kesukaanmu apa? Min…” ucap salah satu santriwati baru yang bernapa Ifa dengan sangat cepat dan antusias “Hussss berisik orang baru mau kenalan itu ya ngak usah pakai basa-basinya main tancap aja ngak ada remnya” potong salah satu santriwati baru yang bernama Siti dan beberapa orang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Ifa yang sangat konyol tepatnya dua orang lainnya. “Nama aku Siti dari palembang kalau yang habis ngoceh tadi namanya Ifa sama dari palembang tepatnya kita tetanggan, kalau ini Dewi dari Jakarta dan Titin dari Surabaya kita juga baru kenal, kalau kamu siapa dari mana?’ Tanya Siti kepada Alma “Aku Alma dari…..


Ukhtor “sampai situ dulu ya part ini takutnya keblabasan sampai tamat, oh iya ini karya perdana aku loh semoga bisa diterima. Aku berharap banget loh untuk like koment dan votenya, kan lumayan bisa buat uang saku selama Alma berada di Pondok heheheh, terima kasih kembalikan ya siapa tahu kembaliaanya masih banyak kan lumayan juga wkkkwkw”


__ADS_2