Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 7 Cinderella Salah Tempat


__ADS_3

Sakit sekali ku rasakan seperti


Ketika otak dan hatiku saling


Mendorong tapi hasrat mudah menerobosnya


Ketika pikir dan dzikir saling menguatkan,


Sakit sekali saat goda menikamnya


(Alimatus Sa’diyah)


“aduh udah deh, besok pasti lu akan langsung bisa beralasan, lagian siapa tahu hal-hal macam tu ngak terjadi ya kan, lebih baik kita melangkah untuk ide pertama dulu, urusan alasan kita bisa pikirkan itu di kamar nanti, lebih baik kita memastikan keadaan bu Lilis dulu keburu sore dan kita belum balik kan malah berabe, bisa-bisa kita dita’zir lagi sama keamanan yang stok suaranya bertumpeh-tumpeh itu” Seru Ifa


Ukhthor “Ta’zir adalah sebuah sebutan untuk hukuman khas ala pondok pesantren”


Alma “udah tahu thor”

__ADS_1


Ukhthor “ngak ngasih tahu lu ya Al, tumben baru demo ke gue?”


Alma “Demo salah, kicep salah, lebih baik gue mikirin alasan aja”


Ukhthor “mikir, mikirin alasan pantesan lu punya kisah cinta tak terbalaskan hahahha”


Alma “eh lu thor ngak ngaca ya, situ juga jomblo gitu masih aja nyinyirin gue, bukan tak terbalaskan tapi belum terbalaskan. Dari pada lu jomblo tanpa alasan jadi ngak jelas kan lu huahuahua”


Ukhthor “omongan lu tu sa bisa ngak lebih pedas lagi?”


Alma “bisa thor Cuma lagi males aja”


Ukhthor “Dasar”


Alma, Siti, Dewi dan Titin pun tercengang mendengar ucapan Ifa yang dirasa sangat cerdas dan bijak. “eh tumben tetangga gue yang satu ini otaknya bener” seru Siti sambil merangkul bahu tetangga juga sahabatnya tersebut. “gue gitu loh” ujar Ifa dengan bangganya.


Di sebuah lorong Rumah sakit dua orang gadis tengah berjalan beriringan. Dua gadis tersebut tak lain adalah Alma dan Siti. Mereka langsung ke keadmistrasian guna mencari tahu tentang keberadaan bu Lilis guru matematika mereka. “Maaf mbak, bisa saya tahu pasien yang bu Lilis Mardiana dirawat di ruang apa ya?” tanya Siti kebagian administrasi, ya karena si Alma enggan itu melakukan hal tersebut, bukan karen malas tapi lebih tepatnya si Alma keadaan masih kacau karena masih memikirkan tentang kejadian tadi pagi. “Bentar ya mbak saya periksa dulu” jawab bagian administrasi “Ibu Lilis Mardiana, yang tadi sekitar jam 8 pagi dibawa kesini, sekarang sudah pulang sekitar jam 11 tadi siang mbak” tambah bagian administrasi setelah membaca data yang terpampang dilayar komputer yang ada di depannya “oh ya makasih mbak, kalau boleh tahu bu Lilis tadi sakit ap ya” tany Siti lagi ke bagian administrasi tersebut “Kalau soal itu saya belum diizinkan untuk memberitahu mbak-mbaknya, karena masuk dalam data privasi pasein, jadi maaf saya ngak bisa memberitahu , kecuali pasien sendiri yang mengganti status rekam medisnya dapat dilihat oleh umum” jawab bagian aadministrasi seraya menyunggingkan senyumnya. “yaa udah kalau gitu mbak terima kasih” seru Siti jug dengan menampakkan senyumannya dan langsung menyeret Alma darisana. Alma ang kala itu sedang melamun, sontak kaget “lu tuh sit bikin jangtung gue berdendang aja main tarik tarik aja” Ujar Alma dengan suara sedikit keras karena tersentak dengan apa yang dilakukan Siti “abis lu ngelamun aja, mau sampai kapan lu ngelamun di administrasi? Lebih baik kita nyusul yang lainnya ke rumah bu Lilis aja siapa tahu mereka sudah dapat informasi penting” ujar Siti yang seketika menyadarkan Alma “bentar dulu Al, lu tunggu disini dulu gue mau ke toilet kebelit nih” ujar Siti dan langsung ngibrit meninggaalkan Alma yang mematung karena melihat kelakuan Siti yang seperti cacing kepanasan. Ketika Alma hendak berbalik ‘JEDUK’ tapi malangnya niatnya malah meleset dengan cerebohannya sendiri buknnya berbalik pada arah yang semestinya malah berbalik ke arah tembok yang langsung membuatnya kejedot tembok tersebut “Awwww, sakit haduh” seru Alma dengan mengusap – usap dahinya “untungnya ngak ada orang yang melihat, kalau ada bisa – bisa lebih baik nyemplung aja deh gue ke kulah kamar mandi” batin Alma.

__ADS_1


Ukhthor “nyemplung ke kulah itu bukan nyemplung tapi ngobok – ngobok ada – ada saja”


Alma “biarin suka – suka akulah mau nyemplung kulah, maupu nyemplung laut kan aku yang nyemplung bukan elu”


Ukhthor “gitu mulu lama – lama gue bosen ama percakapan ini’


Alma “kalau bosen ngapain membukan percakapan coba, heran gue”


Ukhthor “Hemmbt”


Ada yang tahu ngak kulah itu apa? Kulah adalah tempat air tau bak mandi yang ada di kamar mandi loh, bukan di bawah kursi wkwkwkwk


Ditempat lain, tepatnya di depan rumah yang terbilang sederhana tapi sangat asri tiga orang gadis sedang mengamati keadaan sekitar.yang terlihat lenggang hanya semilir angin yang ikut menemani mereka bertiga pada saat menjalankan misi tersebut “apa bu Lilis sudah ada di Rumah ya?” Tanya Ifa “ya ngak tahulah kita bertiga kan kesininya bareng – bareng, sama – sama belum tahu bu Lilis sudah pulang apa belum” Ketus Dewi kepada Ifa “oh iya ya…,” Saut Ifa dengan polosnya “gini aja, gimana kalau kita lebih mendekat untuk tahu apakah bu Lilis sudah di Rumah aatau tidak, kita jalan dengan hti – hati jangan sampai ada yang tahu oke” Seru Titin kepada Ifaa dan Dewi dan mereka hanya menanggapi dengan mengangguk – nganggukan kepala.


Mereka bertiga pun berjalan dengan perlahan – lahan mendekat ke Rumah tersebut. Pada saat mereka melewati taman mereka harus beberapa kali melangkahi beberapa tanaman. ‘sreet’ suara dari belakang Dewi yang membuat Titin yang ada di depan Dewi dan begitupun Dewi menoleh ke belakang dan mendapati Ifa yang lagi senyum pepsodent dengan mengangkat satu kakinya yang telanjang sebelah. Titin dan Dewi pun ngerutkan kening mereka karena heran dengan kondisi si Ifa yang belum bisa mereka tebak “ngapain lu pose model begitu” Tanya Dewi dengan suara pelan sambil memperhatikan tingkah si If yang menurutnya aneh dan lagi – lagi si Ifa hanya menunjukkan senyum pepsodentnya dengan memamerkan deretan giginya yaang putih (untung tu gigi putih ya kalau udah kuning atau coklat terus bolong bukan pepsodent lagi tapi jadi senyum pelamir wkwkwkk) “heh lu fa ayo cepetan ngaapain malah senyam senyum di situ mana bergaya macam gitu” Ujar Titin kali ini dengan menggunakan nada pelan seperti yang dilakukan oleh Dewi dn lagi – lagi hanya senyum saja yang Ifa berikan sebagai jawaban yang membuat Titin dan Dewi lagi – lagi dibuat bingung olehnya “Ayo malah senyam senyum terus” Seru Dewi seraya menarik tangan Ifa agar segera melangkah lagi “ngapain lu jalan sambil nyengklak kayak gitu, mana sandal lu?” tanya Dewi yang mulai memberhatikan tingkah Ifa dan mulai menyadari kalau Ifa hanya memakai satu sandal “sandal gue lagi nunggu pangerannya” jawab Ifa seraaya menunjukkan senyum pepsodentnya lagi “Maksud lu?” tanya Dewi dengan keheranan “gue akan jadi cinderella, ninggal nunggu pangeran gue menemukan sandal gue yang tadi nyangkut ditanaman itu” jawab Ifa sambil tersenyum dan menunjuk ke arah sandalnya yang menyangkut, jadi suara ‘sreet’ tadi adalah suara dari sandal Ifa yang nyangkut. Dewi dan Titin pun menepuk jidat mereka dan menggelengkan kepala “lu lagi berperan bagai cinderellah salah tempat gitu maksudnya” celetuk Dewi dengan nada sebalnya.


Udahnya sampai sini dulu jangan lupa ritualnya Like., Koment dan vote yang banyak okeh hehehe dan lagi ini kn malam jum’at jangan lupa Al-kahfi yaak…..,

__ADS_1


__ADS_2