Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 22 Berbeda


__ADS_3

Karena merajut tidak pasti mulus.


Terkadang benangnya juga akan putus.


Seperti halnya merajut asa.


Yang terkadang cobaan datang seakan membuat kita pupus.


Tapi jika kita kembali kepada prangka baik


mungkin saja rajutan itu akan lebih indah bahkan dari yang kita rencanakan terlebih dahulu.


(Alimatus Sa'diyah)


Mata Ifa berbinar - binar saat mendapati mie ayamnya telah ada dihadapannya tanpa menunggu lama ia segera melahapnya. Titin yang kala itu masih memikirkan Dewi segera membahasnya lagi "kalian pada ngerasa aneh ngak dengan sikap Dewi akhir - akhir ini?" ucap Titin saat membuka pembahasan tebtang Dewi "maksudnya aneh?" tanya Siti yang belum mengerti "ya kalian pikir ngak hampir seminggu Dewi waktu kita ajak kumpul ada aja alasannya. Kira - kira tu anak kenapa ya?" ujar Titin dengan ekspresi seriusnya "mungkin karena masih dianya gara - gara Bros kesayangannya hilang" ujar Ifa dengan masih mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya kala itu. "gue rasa sih enggak, masak gitu aja ampek berminggu - Minggu dia kayak gitu. gue rasa ada sesuatu yang lain nih" seru Titin masih dengan ekspresi seriusnya "udah - udah nanti aja kita tanya langsung pada Dewinya saja" saut Siti untuk menghentikan pembahasan mereka saat makan tersebut.


*


*


*


*

__ADS_1


Hari - hari berikutnya kedekatan Alma dan Fajar semakin terlihat jelas. Mereka sering terlihat bersama. Bercanda, berdebat dan saling perhatian sering terjadi diantara mereka. Dewi pun semakin hari semakin menyendiri. Hal tersebut membuat Titin, Siti dan Ifa semakin sedih. Ketiganya merasa bahwa pertemanan selama hampir dua tahun antara Alma, Titin, Dewi, Siti dan Ifa terasa semakin renggang. Hal itu dikarenakan Alma yang minggu - minggu ini disibukkan dengan urusannya sendiri, hingga membuatnya ia jarang berkumpul bahkan bisa dihitung dengan jari Alma ikut nimbrung bersama para sahabatnya. Begitupun dengan Dewi yang semakin lama semakin menyendiri, meski mereka pernah bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mereka belum tahu sampai sekarang alasannya, dikarenakan Dewi yang begitu pintar menyimpannya rahasianya sendiri.


*


*


*


*


"Boleh pinjam Almanya bentar ngak?" tanya Siti kepada Fajar yang bersama Alma kala itu di perpustakaan. "eh lu Sit, emang gue barang pakai dipinjem pinjemin segala" seru Alma "kita mau ngomong Ama lu Al, ayo ikut kita" saut Titin dengan wajah seriusnya "kita bawa Alma dulu" seru Siti kepada Fajar dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Fajar.


"Kita mau kemana sih?" tanya Alma saat mengikuti para sahabatnya. Perjalanan mereka terhenti di Taman samping Sekolah, mereka duduk di tempat duduk yang telah tersedia di Taman tersebut. "gini Al kita mau ngomong serius sama elu" ucap Titin dengan wajah seriusnya ketika mereka baru duduk di bangku tersebut. "emang mau ngomong apa? kok kayaknya serius banget gini" seru Alma dengan wajah penasaran "lu ngerasa berbeda ngak?" tanya Titin pada Alma "berbeda.....berbeda gimana maksudnya?" ujar Alma dengan keheranan "ya berbeda diri lu" ketus Siti "kalian ini apa - apaan sih. ngak jelas banget" ucap Alma yang tak kalah ketusnya "udah - udah kok malah jadi berantem, kita langsung aja pada intinya sebelum jam istirahat usai" ucap Titin yang sekitka menghentikan berdebatan Alma dengan Siti. (Ifa hanya sebagai penonton guys waktu itu wkwkwkw)


Ifa "emang ada dialog gitu juga diceritanya Thor? perasaan ngak ada tu"


Ukhthor "itu maksudnya elu hanya sebagai penonton bayaran"


Ifa "bayaran gimana? boro - boro dapat bayaran cerita kita aja yang like cuma dikit apa lagi vote"


Ukhthor "iya ya sedih aku tu kalau begini hiks"


Ifa "makanya bikin cerita yang menarik dong Thor jangab bertele - tele"

__ADS_1


Ukhthor "masak gue harus tamatin nih cerita?"


Ifa "ya serah lu lah Thor"


Ukhthor "Hemmbt"


Setelah mendapat penjelasan dari ketiga sahabatnya Alma mulai berpikir tentang yang terjadi pada dirinya saat ini. Sepanjang jalan menuju ke perpustakaan tempat buku - buku yang masing berada isi otaknya dipenuhi oleh ucapan - ucapan para sahabatnya. Pikirannya terhenti ketika ada seseorang yang menepuk bahunya "eh lu kalau jalan jangan bengong ngegelinding baru tahu rasa lu" ucap Fajar yang kala itu baru keluar dari perpustakaan sambil menenteng beberapa buku ditangannya "nih buku lu, yang lain mana?" ucap Fajar sambil pandangannya celinggukan mercari keberadaan sahabat - sahabat Alma. "mereka langsung ke Kelas tadi. Oh iya makasih ya udah mau bawain buku gue. Gue balik ke Kelas dulu ya mau jam masuk nih" ujar Alma setelah mengambil bukunya yang sedang di pegang Fajar dan segera berlalu pergi "tuh anak kenapa ya kok tiba - tiba bisa begong begitu setelah ketemu teman - temannya" batin Fajar yang merasa heran dengan sikap Alma.


"eh Al ayok ke Perpustakaan sekarang" seru Fajar saat melihat Alma baru keluar dari Kelasnya. Sepulang Sekolah memang sudah menjadi kebiasaan Fajar dan Alma akhir - akhir ini untuk pergi ke Perpustakaan guna untuk belajar. "Hari libur dulu ya, gue mau langsung balik aja ke Pondok rada capek badan gue" keluh Alma. Belum sempat Fajar menanggapi ucapan Alma para sahabatnya Alma keluar dari dalam kelas dan segera berlalu tanpa memperdulikan Alma "eh gue tungguin napa" ucap Alma seraya sedikit mepercepat langkah kakinya menyusul para sahabatnya dan meninggalkan Fajar yang nampak masih mematung di deoan kelas Alma. "Ngapain kita nunggu elu" seru Siti dengan ketusnya "elu dari tadi kayaknya sensi amat ama gue Sit, kenapa ada masalah sama gue" ucap Alma yang sekali lagi lebih ketus dari pada Siti "kok malah jadi berantem sih, kapan baliknya gue udah laper nih" keluh Ifa dengan wajah melasnya. Tanpa mereka sadari Dewi telah melangkah meninggalkan mereka berempat yang masih saling bercakap - cakap. "bukannya elu mau belajar udah belajar aja sono, ngapain juga kita nungguin lu belajar" ujar Siti yang masih dengan nada dongkolnya "elu ya..." ucap Alma yang terhenti karena disela oleh Titin "udah - udah ribut melulu mending kita pulang dulu. Urusan yang lainnya kita bahas di Pondok" ucap Titin yang melerai berdekatan antara Alma dan Siti "eh si Dewi mana?" tambah Titin yang baru menyadari bahwa Dewi sudah tidak ada bersama mereka "iya tu orang kok tiba - tiba ngilang gitu aja" seru Siti yang juga mencari - cari keberadaan Dewi "mungkin Dewi udah kelaparan mangkanya langsung balik. Aku juga kelaparan nih ayok langsung balik aja. Kalau ngomong terus mana bisa kenyang" rengek Ifa dengan wajah melasnya.


*


*


*


*


"Dew lu sakit?" tanya Titin setelah Alma dan yang lainnya juga masuk ke dalam kamar. Titin melihat Dewi sedang tidur dengan dibalut selimut sampai menutupi tubuhnya dengan sempurna. Hingga Titin pun bertanya padanya dan hanya dibalas gelengan kelapa Dewi dibalik selimut yang Titin pahami sebagai jawabannya tidak. "elu beneran sakit Dew?" tanya Titin sekali lagi pada Dewi yang juga dibalas seperti yang awal "mungkin Dewi sedang.......


Sedang apa hayooo? wkwkwkkw


maaf ya ngak bisa up tiap hari ya karena banyak kesibukkan akhir - akhir ini. Jangan lupakan like, koment dan vote yang banyak lah untuk Ukhthor ini terima kasih. Gue sayang kalian.

__ADS_1


__ADS_2