Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 10 Banyak Penafsiran


__ADS_3

**Lembaran kertas belum tentu tertuliskan kisah


Lembaran kertas belum tentu terlukiskan bentuk guratan


Lembaran kertas belum tentu tergores kan warna


Akan tetapi lembaran hidup pasti akan tertuliskan kisah


Terlukiskan bentuk setiap rasa


Tergorekan warna setiap bias kehidupan


Ciptakan banyak warna dalam hidupmu


Karena meskipun kau sendiri


Setidaknya kau masih memiliki warna sebagai jati dirimu


(Alimatus Sa'diyahSa'diyah**)


Belum ada 10 menit keamanan kembali lagi untuk mengecek mereka berlima, betapa lagetnya keamanan mendapati mereka berlima sudah tidak ada di tempat “Mereka itu sungguh – sungguh keterlaluan awas aja nanti kalau ketemu” batin keamanan yang merasa kesal dengan ulah mereka. Segera mungkin ia berlalu untuk mencari keberadaan mereka berlima.

__ADS_1


“Eh kalian di hukum malah enak – enak disini” seru keamanan yang mendapati mereka berlima berada di kantin pondok. “eh ukh, tadi kita udah selesai kok” saut Alma dengan santainya “masak baca Al-Baqarah selesai dalam waktu kurang dari 10 menit, kalian ini kalau bohong yang pinter dikit” ujar keamanan dengan kesalnya. “Beneran ukh kita udah selesai kok, bahkan hanya dalam waktu 2 detik ya ngak temen – temen” seru Alma menanggapi keamanan masih dengan nada santainya. “iya bener tu” jawab yang lainnya.


Kisah Fi'il Madhi saat di Halaman Pondok


Saat keamanan sudah meninggalkan Alma and the dkk, si Titin bergerigi “hemmbt Al-Baqarah lagi kan puwanjang, mana nyeri haidku kumat lagi, lagian hukumnya kan ngak boleh ya kalau aku baca Al-Qur'an?” gerutu Titin “iya lu jangan baca kan ada alasannya, meski kita ngak memegang Al-Qur'an lebih baik jangan deh, kan jamunya masih ragu lu nya” Saut Siti. “Gimana kalau kita semua ngak baca surah Al-Baqarah saja gimana, aku punya ide nih” ujar Alma dengan menyelipkan senyumannya “apa itu? Ngak akan membuat masalah lagi kan?” tanya Siti dengan nada menyelidik “ngak akan, sekarang nurut aja Ama gue. Ayok ikutin ucapan gue!” Seru Alma kepada para sahabatnya dan dibalas dengan anggukan oleh mereka semua. “Al-Baqarah” ujar Alma dengan suara lantangnya, dan ikuti oleh kerutan kening semua sahabatnya karena keheranan dengan tingkah Alma “maksud lu apa Al?” tanya Titin dengan herannya “udah dibilang ikutin ucapan gue aja kok, ayok sekali lagi ikutin ucapan gue oke!” seru Alma yang mendapat anggukan dari para sahabatnya “Al-Baqarah” seru Alma dengan lantangnya “Al-Baqarah” ucap para sahabatnya secara serentak mengikuti arahan dari Alma. Setelah itu Alma segera mengajak para sahabatnya untuk meninggalkan Halaman dan bergegas ke kantin dan menjelaskan maksud dari tadi kepada mereka saat di Kantin.


Kembali ke Kisah Fi'il Mudharik


“apanya yang bener? Sekarang baca lagi Al-Baqarah!” perintah keamanan kepada mereka “disini aja ya ukh lagi males ke Halaman” tawar Alma kepada keamanan “ya udah ayo baca disini saya tungguin, kalian berdiri dan baca” ujar keamanan dan mereka berlima pun berdiri “Al-Baqarah” seru mereka serentak dengan lantangnya. Kerutan jelas tercipta didahi keamanan yang keheranan melihat tingkah mereka berlima “apa ini maksudnya?” tanya kemanan kepada mereka “kan tadi ukh minta kita mengulang hukuman jadi kita ulangi sudah kan” jawab Alma dengan nada datarnya “kalian ini bercanda mulu baca yang bener!” seru keamanan kembali “ini udah bener kan ukh, kita dihukum untuk baca Al-Baqarah ya kita baca lah Al-Baqarah, tadi kan sudah” ujar Alma masih dengan nada datarnya. “maksudnya kalian itu harus baca surah Al-Baqarah bukan hanya baca Al-Baqarah, kalian ini pinter ngak si?” ujar keamanan yang semakin kesal dengan semua jawaban yang terlontar dari Alma. “malah kita ini kepinteran ukh teliti dan kritis lagi, ukh tadi kan nyuruh kita baca Al-Baqarah saja bukan baca surah Al-Baqarah. Jadi kita beberkan? Kalau nanti nyuruh lagi lebih difokuskan ya ukh jangan sampai memberikan banyak penafsiran, kan jadinya begini kita saling salah paham, udah ya ukh kita mau siap – siap Sholat Maghrib tadi udah selesai kan hukumannya, permisi” Seru Alma kepada kemanan dan segera beranjak pergi dari kantin begitupun para sahabatnya yang menyusul Alma setelah berpamitan pada keamanan yang hanya mematung melihat kepergian Alma. “Tu anak enaknya diapain ya? Selalu saja bisa lepas dari hukuman. Aku harus lebih cerdas nih dari dia, masak aku dikalahkan Ama anak kecil” batin keamanan kala Siti, Titin, Ifa dan Dewi pergi menyusul Alma.


**Ukhthor “yang sabar ya man, emang mereka itu ngak ada akhlak”


Keamanan “man man man, emang saya ppamanmu?”


Keamanan “hemmbt ya jangan man gitu ngak kurang gaya, lebih baik panggil ukhti Asisya atau ukh saya paham”


Ukhthor “ow ya ya gue kira nama lu emang keamanan gitu wkwkwk”


Keamanan “saya juga punya nama Thor bagus pula nama Aisyah, jadi jangan panggil man man oke”


Ukhthor “okelah”

__ADS_1


Di dalam Kamar**


“Lu Al kok berani bener Ama setan keamanan itu, kayak ngak pernah ada takutnya aja” seru Siti saat sudah di dalam kamar bersama dengan para sahabatnya. “Gue gituloh ngapain ditakutin, toh dia juga manusia sama kayak kita” ujar Alma seraya melepas hijabnya “lah kalau dengan Bu Lilis kok elu takut Al?” Seru Titin “bukannya gue takut guys hanya saja sedikit gugup, baru kali ini gue menghadapi masalah konyol kayak gini, tapi tenang gue udah dapat ide untuk mengatasinya” ujar Alma dengan nada yang sudah mulai santai saat membahas masalahnya. “Oh bagus kalau gitu, masih perlu bantuan kita ngak?” tanya Titin “ya pastilah kalian harus tetap bantu gue” jawab Alma “apaan itu? Jadi supporter ya? Besok akan gue kerasin suara hore – hore gue dengan semangat' ujar Ifa dengan semangat empat limanya. “bukan bantuan begitu maksudnya, hadeh fa…..” seru Alma dengan nada gemasnya “bantuan yang ku maksud besok kalau kalian ditanya jadi saksi harus jawab benar terus alasan gue oke, paham kan maksud gue?” tanya Alma kepada para sahabatnya. “ paham – paham, okelah kita akan selalu membenarkan semua alasan lu” ucap Siti yang juga direspon oleh Dewi, Titin dan Ifa dengan menganggukkan kepalanya “tapi ada bayarannya ya?” tambah Siti dengan wajah yang berseri – seri “lu tu Sit sama sahabat sendiri masih aja pakek pelicin” ujar Alma dengan nada kesalnya “maaf – maaf hanya bercanda kok khusus lu untuk kali ini gratis” seru Siti seraya menyebut kuda “jadi lain kali gue harus bayar gitu” seru Alma dengan menepuk dahinya dan Siti hanya mengulas senyum termanisnya.


**Ukhthor “ lu Sit bisa gitu ya pasang tarif Ama sahabat sendiri”


Siti “uang tak mengenal saudara ataupun sahabat Thor, lu juga seharusnya bayar gue”


Ukhthor “lah kok bisa?”


Siti “lah ini gue jadi aktris lu, masak ngak dibayar”


Ukhthor “oke kalau lu ngak mau ada dicerita ini gue matiin ajalah toh juga ngak nguntungi”


Siti “gitu Mulu ancemanannya”


Ukhthor “gimana mau lanjut atau mati?”


Siti “serah lu serah ngak bayar gue sampai tamat pun. Serah!”


Ukhthor “ yeee ngambek dia wkwkwkwkwk”

__ADS_1


Udah ya besok lagi jangan lupa like, koment dan vote yang buwanyuak


Sayang kalian deh**


__ADS_2