Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 21 Mulai


__ADS_3

Aku ingin Setega itu dengan kenangan


Bodoamat, melupa dengan mudah dan tak Sudi lagi bernostalgia



Belum sempat Kepala Sekolah menjawab suara ketukan pintu mengalihkan fokus mereka dan terdengar suara salam dari luar “Wa’alaikumusalam, masuk!” jawab Kepala Sekolah. Pintu itu sedikit demi sedikit mulai terbuka dan menampakkan seseorang dari baliknya seraya mulai melangkah mulai mendekat. Saat seseorang itu sudah berada di depan meja kerja Kepala sekolah atau di samping Alma, Kepala Sekolah juga mempersilahkannya untuk duduk “ini loh nak Alma patner belajar kamu” ucap Kepala Sekolah dan segera saling memperkenalkan mereka.


"kenapa nih orang si" batin Alma "kok bisa kebetulan begini, baru tau gue dia anaknya cerdas juga" batin Fajar, ya Fajar telah ditunjuk sebagai partner belajar persiapan olimpiade untuk Alma. Sebelum Alma memang Fajar yang sering sekali mewakili sekolah dalam ajang olimpiade karena ia adalah murid tercerdas ditingkatkannya. Berhubung kelas laki - laki dan perempuan yang dibedakan dan sifat Alma dan Fajar yang sama - sama cuek pada semua hal yang menurut mereka tidak penting. Hingga membuat keduanya sama - sama tidak saling mengenal, sampai insiden di kamar mandi waktu itu yang membuat Fajar penasaran pada Alma dan ingin mengenalnya.


*


*


*


*

__ADS_1


"Heh Al ikut gue bentar ada yang gue pengen omongin" seru Fajar yang kala itu menghampiri Alma dan para sahabatnya ketika hendak meninggalkan sekolah. "ngomong apaan sih? disini aja gue udah mau balik capet" ujar Alma dengan juteknya. "udah lu ngikut aja, ini menyangkut yang tadi" ujar Fajar seraya menarik lembut tangan Alma "eh jangan megang - megang seenaknya kita bukan mahram" seru Alma dan segera menepis tangan Fajar. Sedangkan Siti, Titin dan Ifa hanya melongoh menyaksikan tingkah laku keduanya, tapi tidak dengan Dewi yang memandang mereka dengan tatapan jengah. "kalau gitu cepet ikut gue, kita ngak berdua kok noh ada pak Burhan" ujar Fajar sambil menunjukkan jarinya ke arah seorang laki - laki yang berusia di sekitar dua puluh tuju tahun yang tengah berdiri di depan teras sekolah. Seorang laki - laki tersebut yakni Burhan Hendrawan, salah satu guru di SMA tersebut. Tepatnya dia sebagai guru Kimia yang sekarang juga merangkap sebagai pembimbing olimpiade untuk Alma. "ngapa lu ngak bilang dari tadi sih kalau sama pak Burhan, pakai acara langsung suruh ngikut aja" ketus Alma dengan nada jengkelnya "ya udah kalian balik dulu deh, gue mau ada urusan bentar" tambah Alma seraya menghadap kepada para sahabatnya. Setelah mendapat anggukan dari para sahabatnya Alma segera melangkah menuju pak Burhan berada dan disusul oleh Fajar dari belakangnya.


*


*


*


*


Setelah urusan dengan pak Burhan usai Alma dan Fajar segera melangkah meninggalkan sekolah "lu harus perhatikan baik - baik apa kata pak Burhan tadi" seru Fajar ketika mereka hendak berpisah untuk masuk ke dalam gerbang pondok masing - Masing. "iya, iya udah tau gue diulang - ulang Mulu" ujar Alma dengan suara malasnya "lu tuh ya kayak ngak ada suka - sukanya Ama gue" ujar Fajar dengan nada yang tak kalah jengkelnya. "ngapain gue suka Ama lu, males bener" saut Alma dengan sedikit menahan tawa karena merasa lucu dengan tingkah Fajar. "awas aja ampek lu suka gue nanti, gue langsung ngetawaain lu keras banget" seru Fajar yang juga sedikit menahan tawanya "yaudah gue balik" seru Alma yang hendak melangkahkan kakinya untuk segera masuk pondok akan tetapi langkahnya segera dihentikan oleh Fajar "tunggu lu mau nyelonong aja, nih punya lu. Makasih lu ama gue udah gue ingetin" seru Fajar "oh iya, untung aja lu ingetin, bye" seru Alma saat mengambil sesuatu dari Fajar dan langsung pergi begitu saja "tu anak bener - bener ngak ada akhlak" gerutu Fajar yang belum berpindah dari tempatnya serasa menatap punggung Alma yang mulai masuk ke dalam pondoknya.


*


*


*

__ADS_1


Sudah tujuh hari Alma dan Fajar telah berperan sebagai patner yang baik dalam belajar mempersiapkan olimpiade. Mereka sering terlihat belajar diperpustakaan saat jam istirahat dan sepulang dari sekolah. Alma dan Fajar bisa belajar bersama seusai sekolah karena dari pihak sekolah sudah mengeluarkan surat perizinan yang ditunjukkan kepada pondok mereka masing - masing agar diberi waktu mereka untuk belajar bersama.


*


*


*


*


"seminggu lagi nih, lu maju. udah siap kan?" tanya Fajar kepada Alma yang kala itu mereka berdua sedang belajar di perpustakaan sekolah seperti biasanya saat sepulang sekolah. "gue sih udah siap - siap aja toh udah seminggu ini belajar" saut Alma dengan nada santainya "gue kan cerdas gitu" tambahnya dengan membanggakan dirinya "sombong amat lu" seru Fajar dengan menggeleng - gelengkan kepalanya, kemudian dilanjut dengan obrolan - obrolan ringan menyelingi waktu belajar mereka.


Semenjak seminggu belajar bersama Fajar dan Alma sudah semakin dekat, bahkan hingga Alma jarang sekali berkumpul dengan para sahabatnya yang karena memang alasannya adalah fokus untuk belajar persiapan olimpiade. Siti, Titin dan Ifa pun bisa mengerti itu, tapi berbeda dengan Dewi. Semakin hari dia semakin berubah. Dewi yang tidak memiliki kesibukkan belajar seperti Alma juga mulai jarang berkumpul layaknya Alma.


Hal itu pertama kali dirasakan oleh Siti yang sering melihat gelagat Dewi ketika mereka hendak berkumpul. Seperti saat ini Siti, Titin dan Ifa sedang berkumpul di Kantin saat jam istirahat seperti biasa dan tanpa Dewi maupun Alma.


"Dewi kemana lagi?" tanya Titin kepada Ifa karena dia yang sebangku dengan Dewi "ngak tahu tadi katanya mau benerin make up di toilet" jawab Ifa dengan memainkan sedok dan garbu yang ada digenggamannya. Ifa serasa menjadi orang yang amat kelaparan waktu itu saat menunggu pesannan mie ayamnya yang tak kunjung datang. Padahal kondisi di Kantin tersebut memanglah sangat ramai. "muka ku kayaknya laper amet fa?" seru Siti dengan nada mengejeknya "yang laper perut gue, mana ada muka yang laper" ketus Ifa yang menimpali ucapan Siti "bisa aku lu ngelesnya. noh mie ayam lu otw" ujar Siti dnegan menunjukkan jarinya kepada salah satu penjaga penjaga kantin yang hendak menghampiri mereka dengan membawa tiga mangkuk mie ayam.

__ADS_1


Mata Ifa berbinar - binar saat mendapati mie ayamnya telah ada dihadapannya tanpa menunggu lama ia segera melahapnya. Titin yang kala itu masih memikirkan Dewi segera membahasnya lagi "kalian pada ngerasa aneh ngak dengan sikap Dewi akhir - akhir ini?" ucap Titin saat membuka pembahasan tebtang Dewi "maksudnya aneh?" tanya Siti yang belum mengerti "ya kalian pikir ngak hampir seminggu Dewi waktu kita ajak kumpul ada aja alasannya. Kira - kira tu anak kenapa ya?" ujar Titin dengan ekspresi seriusnya "mungkin karena.......


haduh maaf ya baru bisa up karena hari - hari ini tugas pada numpuk jadi belum bisa nulis deh. oh iya tetap baca karyaku yang masih jauh dari sempurna ini ya guys. jangan lupa pula dengan like, koment, dan votenya untuk Ukhthor ini. gue sayang kalian


__ADS_2