Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 14 Sepasang Mata


__ADS_3

**Bukan pada pandangan pertama


Karena dari pertama sampai pandangan berikutnya masih tetap sama


Bukan karena terbiasa


Karena ada atau tidaknya kamu kurasa sama saja


Tapi inilah takdirku menemukanmu dengan cara yang amat indah


Menyapa setiap rasa yang entah sejak kapan ada


Mengulas senyum tergurat cinta untukmu


Bersamamu aku tahu kalau mencintai bisa seasik ini


(Alimatus Sa’diyah**)


“emang sekarang lu dimana? Bukannya elu di Jakarta ya?” tanya Aisyah pada gue “gue di Jember sudah dua hari ini, sekarang gue ada di SMA, dan gue minta izin lu untuk ajak jalan si Alma” ujar gue “APA LOE MAU AJAK JALAN ALMA!!” seru dengan nada yang amat keras, hingga membuat rasanya telinga gue mau pecah “iya gue mau ajak Alma jalan, elu izinkan kan?” izin gue sekali lagi “ hemmbt gu gue sih bisa ngizinin tapi ingat jangan sampai jam 4 sore!” serunya dari balik sana dengan nada sedikit mengancam “oke – oke gue bakal pulangi Alma ngak sampek jam segitu kok, makasih ya Assalamu’alaikum ukhti kemanan heheheh” seru gue dengan sedikit meledeknya “Wa’aalaikumusalam, sialan lu” jawabnya dan langsung mematikan sambungan suara.


*


*

__ADS_1


*


*


Author POV


Iima belas sesuai mengakhiri sambungan suara dengan Aisyah Ardi melihat Alma dan sahabat – sahabatnya akan keluar dari gedung Sekolah tersebut. Tentunya akan melewati gerbang yang disana ditempati oleh Ardi untuk menunggu Alma. Ardi segera turun dari mobilnya dan menghampiri Alma and the dkk “udah selesaikan Sekolahnya?” tanya Ardi basa – basi untuk membuka percakapan “udah cepetan mau ngomong apa?” ucap Alma dengan sedikit nyolot yang membuat Ardi seakan semakin gemas melihat tingkah laku Alma “ikut gue” seru Ardi “mau kemana katanya mau ngobrol disini saja” ujar Alma “udah ikut aja lu jelas udah sholat dzuhur gue belum, nanti kita ngobrol setelah gue sholat, yuk” seru Ardi lagi “kita ngak diajakin juga nih kak?” tanya salah satu sahabatnya Alma yang tak lain adalah Dewi dengan wajah memelasnya. “maaf ya lain kali aja, soalnya lagi pengen ngomong berdua aja sama Alma, ayuk Al” ujar Ardi dan langsung bergegas berjalan ke arah mobilnya berada dan diikuti oleh Alma di belakangngnya dengan langkah malasnya. Alma sekilas menoleh dan mendapati sahabat –sahabatnya melangkah pergi untuk masuk ke dalam pondok.


Saat sampai di samping jok pengemudi mobilnya Ardi langsung membuka pintu mobil tersebut dan langsung masuk ke dalamnya. Alma belum mau mengikuti Ardi untuk masuk ke dalam mobil ia masih mematung di luar “ngapain disitu ayuk cepetan masuk” seru Ardi dengan menoleh ke arah Alma dari balik kaca cendela mobil “kita hanya bedua ini?, gimana kalau ada yang tahu. Bisa – bisa kita dikira mau ngapa – ngapain lagi” seru Alma dengan nada datarnya. Bukannya ia takut akan diapa – apakan oleh Ardi tapi yang ia takuti adalah bila ada yang berpikir buruk karena keadaan itu, yah Alma ngak akan takut bila ada yang ingin macam – macam dengannya, karena ia bisa melindungi dirinya dengan bela diri yang ia pelajari sebelum ke pondok dan ia sudah mendapatkan tingkatan yang lumayan tinggi. “siapa bilang kita berdua dalam mobil noh lihat” ujar Ardi sambil menunjuk seorang wanita yang keluar dari gerbang pondok putri. Wanita tersebut tak lain adalah Nisa adiknya Ardi yang baru saja melihat – lihat kondisi pondok tersebut. Nisa berjalan menhampiri mobil kakaknya, ketika ia sampai di samping mobil kakaknya ia segera memperhatikan Alma yang saat itu masih menggunakan seragam SMAnya dan segera menundukkan sedikit kepalanya untuk menjangkau pandangannya ke kakaknya “kak ini siapa?” tanya Nisa pada kakaknya. Bukannya menjawab Ardi malah hanya mengedipkan satu matanya sebagai tanda. Nisa pun tahu apa maksud dari kakaknya, ia segera mengangkat kepala kembali dan langsung berhadapan dengan Alma “Hallo aku Nisa, adiknya kak Ardi, kamu?” sapa Nisa dengan ramahnya kepada Alma sambil menjulurkan tangannya “gue Alma” jawab Alma nada datarnya. “lu se kesekarang jadi….” Seru Nisa yang belum selesai meneruskan ucapanya karena sudah disuruh masuk ke dalam mobil. Nisa duduk dikursi penumpang di samping kursi pengemudi ata sampingnya Ardi, sedangkan Alma duduk di kursi penumpang bagian belakang. “kita mau kemana nih kak?” tanya Nisa kepada Ardi saat memasang sabut pengamannya “mau sholat dzuhur dulu gue, elu sudah sholat ngak?” ujar Ardi “udah si, tadi waktu lihat – lihat pondok sekalian sholat dzuhur disana” jawab Nisa “oke kalau gitu sekarang gue langsung antar elu dulu ke Rumah tante Mirna. Entar sore gue jemput lagi lu” ujar Ardi yang ditunjukkan kepada Adiknya. “jadi lu mau jalan berdua gitu sama mbak Alma?, ngak ajak – ajak gue” tanya Nisa “Iya lah, ngapaain ngajak lu ganggu aja nanti” jawab Ardi dengan santainya dan dibalas dengusan kesal oleh Nisa adiknya. Ardi sejenak melirik Alma dari kaca depan kemudinya dia tersenyum karena melihat Alma yang sudah pasrah dengan keinginannya. Ardi segera melajukan mobilnya meninggaalkan lokasi SMA tersebut. Tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka dengan rut wajah kesanya.


Siapakah pemilik sepasang mata itu?, kok aku jadi penasaran.


Alma “orang jahat ngak tu thor?”


Alma “gimana sih elu yang buat cerita kok ngak tau tu orang kayak apa”


Ukhthor “namanya juga manusia pasti ada kekurangannya Al, gue juga lupa noh orang siapa”


Alma “baru tau gue ada orang kayak elu bentuknya”


Ukhthor “ngapa emang ada masalah sama loe”


Alma “ngakk, Cuma ngerasa lu radak gesrek aja kayaknya”

__ADS_1


Ukhthor “sembarangan kalau ngomong”


Alma “ini bukan ngomong tapi lu sendiri yang nulis”


Ukhthor “eh iya apa jangan – jangan gue…”


Alma “gesrek beneran”


Ukhthor “kurang ajar lu, pergi sono”


Alma “beye – beye thor srek”


Ukhthor “awas lu”


Mobil Ardi berhenti di depan sebuah gerbang rumah yang lumayan mewah yang tak lain itu adalah Rumah tantenya yang di Jember bernama Mirna. “turun lu, jangan lupa beresin barang gue juga nanti sore kita balik” ujar Ardi kepada cewek di sampingnya yaitu Nisa “iya, awas ya mbk Al ati – ati ama kakak gue orangnya radak sableng soalnya” seru Nisa yang sejenak menoleh ke belakang “adek kurang ketek lu, pergi sono” seru Ardi dengan kesalnya dan Nisa segera turun dari mobil kakaknya. Setelah dirasa Nisa telah masuk ke dalam Rumah tersebut, Ardi membuka sedikit percakapan “lu dari tadi diem aja” tanya Ardi “lah kagak kenal mau ngomong apa” seru Alma dengan nada ketusnya dan tanpa ia tahu Ardi sedang tersenyum memperhatikan ia dari kaca depannya “ngak kenal tapi mu aja di ajak pergi” ucap Ardi dengn nada meledek “mau lu apa sih? Jadi ngak kalau ngak gue balik nih” seru Alma dengan nada yang semakin ketus “kita ke…..”


Kemana hayooooo?



ini visual dari Nisa ya adek dari Ardi ca'em kan kayak aku heheheh.


Udah ya jangan lupakan like, koment dn votenya untuk Ukhthor yang imut ini. Gue sayang kalian.

__ADS_1


__ADS_2