
Bukan berhenti
Bukan menyerah
Tapi…., dari awal
Memang tak melangkah
Ataupun berjuang
Kapasitas seseorang itu berbeda,
Itulah kapasitasku
Yang bisa dengan begitu
Mudahnya membiarkan
Masih dengan prasangkah baik
Saja sudah cukup, dan tak
__ADS_1
Mengharapkan lebih maupun
Sangka yang lainnya
(Alimatus Sa’diyah)
**Sekarang waktunya gue ya
Ukhthor POV**
“ Gu-Gue, gue mau ambil tas gue lah, ngapain lagi coba” Jawab Alma dengan nada terbata-bata. “Lah iya ngapain tas lu sampai ada disini ngak di Kelas? Lu anak kelas berapa si?” tanya Fajar “Gue anak….” Ting tong ting tong (anggap saja itu suara bel istirahat hehehehe) jawaban tadi Alma terpotong karena terdengar bel yang menunjukkan jam istirahat, ia pun segera bergegas untuk keluar dari toilet tersebut dan tak ingin lagi meladeni pertanyaan-pertanyaaan dari Fajar “Udah ya udah jam istirahat, gue duluan ya bye” ujarnya kepada Fajar dan segera melangkah meninggalkannya. Tiba-tiba Srettttttt…….., Deg mata Fajar dan Alma saling bertatapan ketika Fajar menangkap tubuh Alma yang hendak terjatuh kaarena terpeleset lantai toilet yang licin “lu tu ya kalau jalan hati-hati untung gue tangkep kalau enggak bisa-bisa encok lu kambuh” Seru Fajar dengan menggeleng-gelengkan kepalanya “iya udah tahu, tapi lepasin gue!” protes Alma “oke oke” seru Fajar sambil terkekeh. Belum sempat Fajar melepaskan Alma beberapa siswi telah masuk ke dalam toilet tersebut “Kak Fajar Alma” seru beberapa siswi tersebut seraya bersamaan “ngak lagi ngapa-ngapain” Ujar Alma dan segera melangkah pergi dengan cueknya tanpa memperdulikan tatapan sinis dari beberapa siswi tersebut “ Kak Fajar jangan deket-deket sama tu Alma dia cewek paling rese di Sekolah ini” Seru salah satu siswi kepada Fajar “Ohh, jadi dia namanya Alma” batin Fajar sambil sedikit melamun “Kak, kak Fajar dengerin kita ngak?” tegur siswi itu kembali karena melihat Fajar yang melamun “Eh iya iya” Jawab Fajar dengan sedikit gelagapan “Oh iya karena udah jam istirahat gue keluar aja ya, udah ya bye” tambah Fajar sambil berlalu pergi daari toilet siswi “lebih baik gue berisin tu papan-papan kayu nanti aja deh sepulang sekolah biar ngak ada lagi siswi yang masuk” baatin Fajar saat berjalan menuju ke perpustakaan seperti niatnya dari awal.
**Ukhthor “Rajin bener mamas Fajar calon imam depan gue”
Ukhthor “Lu aja sono yang ngilang, kan lu disini cuma figuran, itu aja waktu maasuk toilet saja, kacian mau apa lu?”
Salah satu siswi “figuran juga penting thor, lu jangan ngeremehen gue!”
Ukhthor “bukan ngeremehin tapi lebih menCapsLk FIGURAN bener kan hahahahah”
Slah satu siswi “awas lu thor, gue udah kagak mau jadi figuran lu lagi!”
__ADS_1
Ukhthor “udah pergi sono emaang gue peduli, nama aja ngak punyaa kan lu!”
Salah satu siswi 😐 😐 😐
Kelas Alma and the dkk**
“Eh lu kemana aja? Gue kira lu bolos?” tanya Siti kepada Alma yang baru saja mendudukan tubuhnya dibangku tempat biasanya dia berada “gue lagi dapat kejutan pagi tadi” jawab Alma dengan nada lesu “dapat kejutan kok ekspresinya gitu banget” timpal Dewi sambil mmemoleskan bedak kewajahnya sambil bercermin tanpa melihat ekspresi si Alma saat itu.
Ukhthor “lu tu dew gimana si, ngak lihat si Alma kok bisa tau ekspresi dia gimana”
Dewi “serah gue lah, gue kan hebat jadi taulah”
Ukthor “perasaan gue kalau musuh kalian kayaknya ngak pernah menang dasar kaum nyolot”
Dewi “biarin ganggu gue bersolek aja lu thor”
Ukhthor 😐 😐 😐
“kejutannya bukan malah buat gue seneng, tapi langsung membuat hariku suram” keluh Alma di depan para sahabatnya “cerita gih sama kita-kita” ujar Siti “sini-sini agak deketan” seru Alma kepada para sahabatnya dan juga memberi isyarat menggunakan tangannya agar mereka mendekat. “ini rahasia jangan sampai ada yang tahu kecuali kita berlima, oke!” ujar Alma kepada para sahabatnya sambil mngecilkan volume suaranya sehingga sedikit berbisik-bisik “ngak mungkinlah meskipun rahasia Allah jelas juga tahu, hemmppph” seru Ifa dengan dengan suara agak keras dan seketika mulutnya dibekap dengan tangan oleh Alma “Husss lu tuh ya jangan keras-keras napa!, kalau memang ngak mau ikut dengar keluar aja lu, bikin mood gue tambh kagak beres aja lu, masih mau dengar atau ngak?” seru Alma dengan nada agak kesa; tetapi masih dengan mengecilkan volumenya, Ifa hanya menggangguk dengan polosnya dan seketika itu memasang wajah yang sangat siap untuk mendengarkan. “jadi mau cerita ngak ni Al?” Saut Titin yang juga tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari Alma “gini guys denger simak baik-baik cerita gue ya jangan potong okeh?” ujar Alma dan sahabat-shabatnya itu pun mengangguk. Alma pun mulai bercerita tentang apa yang telah menimpahnya pagi ini, dari ia melewati lobang ajaib, pingsannya bu Lilis dan pertemuannya dengan seorang laki-laki yang belum tahu namanya sampai sekarang. Para sahabatnya pun menyimak cerita dari Alma dengan ekspresi sedikit terkejut, bagaimana tidak terkejut, sahabatnya itu seolah-olah telah bermain-main dengan nyawanya sendiri dengan membuat bu Lilis guru matematika yang sudah parubaya yang terkenal sebagai guru paling sadis itu pingsang bagaiman coba para sahabatnya itu tak kaget mendengar cerita dari Alma. “parah lu, baru kali ini sasaran lu seorang guru mana tuh guru sadisnya level cabe 100 lagi, mau ****** lu ya?” seru Siti dengan suara agak keras dan menunjukkan ekspresi khawatirnya “Husss…, jangan keras-keras lu sit, kalau nanti ada yang denger barebe kan gue jadinya” tegur Alma kepada Siti “ya maaf-maaf naamanyaa juga kepalaang kaget, lu tuh ya terus gimana langkah lu selanjutnya?” tanya Siti dengan sedikit mengecilkan suaranya “gue juga kagak tau harus gimana, beri gue idelah, gue lagi buntu banget nih” ujar Alma seraya memelaskan wajahnya “gimana kalau pertama-tama kita lihat kondisi bu Lilis dulu, kita pastikan sekarang keadaanya bagaimana, setelah itu kita bisa memikirkan langkah selanjutnya. Pokonya kita harus tenang jangan sampai terburu-buru karena bingung bisa-bisa nih anak malah mendapat masalah yang lebih besar” timpal Titin dengan kata-kata bijaknya. “setuju tu gue, nanti sepulang sekolah kita ke markas terus langsung kita menuju ke Rumah sakit tempat bu Lilis dirawat” ujar Siti “lu kok bisa tau kalau nanti bu Lilis masih dirawat siapa tahu udah pulang ke rumahnya?” tanya Alma dengan masih memasang wajah lesunya “ya hanya nebak ajalah, kalau udah pulang malah lebih baguskan? Jadi artinya bu Lilis ngak kenapa-napa” jelas Siti “ooohh” seru yang lainnya. “untung juga habis ini ganti guru, kalau ngak lu pasti ketahuan kalau tadi ngak ikut pelajaran” timpal Dewi “iya untung saja, kalau ngak nanti si Alma pasti dihukum panas-panas ngak kebayang deh” tambah Ifa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan membayangkan hukuman yang akan diterima oleh Alma. “lu lagi mikirin apa fa? Gitu amat ngelamuninya?” tanya Titin yang menyadarkan sahabatnya itu “gue lagi mikirin nanti kalau si Alma dihukum” jawab Ifa dengan polosnya “lu tuh ya dari tadi bahas hukuman gue aja, bukannya beri ide untuk memecahkan masalah gue, tapi yang lu pikirin gue pasti akan kena hukuman, lu ini sahabat gue ngak si fa” seru Alma dengan kesalnya dan si Ifa malah lagi-lagi memasang wajah polosnya dengan nyengir tanpa dosa “lu tuh Al sabar, kayak kagak tau si Ifa bagaimana saja, pokoknya nanti setelah sekolah langsung kumpul dimarkas” ujar Siti “kalau nanti kemanan pondok curiga, gimana kita kok ngak balik-balik” tanya Ifamasih dengan wajah polosnya “lu lupa ya fa sekaraang hri senin jadi kegiatan kan dimulai jam 4 sore, jadi mana tau keamanan kalau kita ngak adaa di pondok” jelas Siti yang sudah semakin dongkol “ohhh iya ya, gue kok rada bodoh akhir-akhir ini” seru Ifa “bukan hanya akhir-akhir ini tapi dari dulu lu bodoh” timpal si Dewi “ohhh baru sadar gue” seru Ifa dengan polosnya “Baru sadar lu” seru yang lainnya dengan serempak dengan ekspresi gemas bercampur kesal.
Ukhthor “gue kok juga ikut kesel ya” 😐 😐 😐
__ADS_1
Oke guys jangan lupa rutinitasnya ya like, koment dan vote yang banyak oke