Siapakah Kamu?

Siapakah Kamu?
Part 13 Minta Izin


__ADS_3

**Ketika fantasiku menjelma menjadi ekstasi


Dia membelai relung hatiku dengan candunya rindu


Menjadikan setiap ruangnya terisi penuh


Rasa yang yang menggebu, seakan tak memberikan secela ruang untuk ku mengadu


Serasa hatiku telah gaduh akanmu


Diam hanya diam yang bisa ku lakukan


Untuk sekedar mencerna apa yang ada dalam hatiku


(Alimatus Sa’diyah**)

__ADS_1


Pada saat asik – asiknya mereka berlima makan dan bercanda tiba – tiba sesorang datang “Alma ya?” tanya seseorang tersebut yang tak lain adalah Ardi.


Ukhthor “eh bang ardi udah mulai nongol nih”


Ardi “iya lah thor, harus greceplah”


Ukhthor “okelah semoga berhasil”


Ardi “makasih thor”


“elu siapa ya? Kenal gue?” tanya Alma dengan sedikit keheranan “gue Ardi temennya Akhsan. Bisa kita bicara nanti waktu lu pulang sekolah?” ujar Ardi “Bis – bisa kak” saut Dewi dengan sedikit bengong, yah saat Ardi menghampiri mereka berlima dan mulai berbicara dengan Alma Siti, Ifa dan Dewi sekita bengong karena takjub dengan sosok Ardi yang menurut mereka sangat tampan. Berbeda dengan Titin yang cuek – cuek saja saat kedatangan Ardi, dan dengan santainya melanjutkan makannya. “eh kok jadi elu yang jawab si Dew” seru Alma pada sahabatnya itu “eh iya maaf – maaf, ngak sekalian sama aku juga kak?” ujar Dewi dengan menyunggingkan senyuman mautnya. “maaf ya hanya mau bicara berdua saja sama Alma, kalian tidak keberatan kan?” tanya Ardi dengan memandang sahabat – sahabat Alma sambil tersenyum. “gak apa – apa ajak saja tu si Alma” celetuk Titin saat telah usai menghabiskan makanannya “oke Al gue tunggu nanti sepulang sekolah di depan gerbang ya” ujar Ardi dan segera berlalu meninggalkan kantin “tap tapi gu…” belum sempat Alma meneruskan ucapannya Ardi sudah tak telihat lagi. “keren banget lu, baru sehari udah ada dua cowok keceh yang nyamperin elu, kasih rahasianya dong. Diem – diem jomblo tapi gebetannya cogan – cogan semua” seru Dewi dengan antusias menunggu respon dari Alma dan hanya direspon oleh Alma dengan mengangkat kedua bahunya dengan cuek disusul dengan menyantap lagi makanannya. “tapi hebat bener lu…” Seru Siti yang belum selesai karena telah terdengar bell masuk pelajaran. Mereka pun segera bergegas masuk ke dalam Kelas.


Ukhthor “lu tenang aja akan ada saatnya mas Akhsan akan muncul”


Alma “tapi kapan, eh tolong jangan panggil mas terus enek gue”

__ADS_1


Ukhthor “sabar napa ngebet bener, biarin toh mas Akhsan kagak protes ini”


Alma “hemmbt serah”


Ardi POV


Sudah dua hari ini gue di Jember, recana sih gue mau daftarin adek gue masuk SMA yang sama waktu gue SMA di Jember. Saat sudah masuk ke gedung SMA gue dulu, gue teringat dengan sepupu Akhsan yang membuat gue tertarik padanya hanya karena sebuah cerita. Gue menyusuri gedung tersebut dengan memberhatikan setiap sisi Sekolah yang menurut gue belum ada yang berubah. Langkah gue sejenak berhenti karena mendapati segerombol lima gadis yang salah satunya pernah gue pernah lihat. Gue coba mengingatnya dan seketika itu gue ingat Akhsan pernah menunjukkan sebuah foto yang katanya sepupunya itu. “ya itu kan si Alma” batin gue dan segera mengikuti ke lima cewek tersebut. Gue lihat mereka masuk ke dalam Kantin Sekolah, gue perhatiin mereka yang mulai menyantap makanan masing – masing, melihat mereka bercanda hingga Alma tertawa seperti itu membuat gue udah ngak tahan ingin segera mengenalnya. Akhirnya gue mencoba menghampiri mereka, karena jiwa gue jiwa – jiwa plaboy jadinya gue mana ada kata gerogi. Saat sudah berada di belakang mereka gue langsung saja menyapa Alma “Alma ya?” dan seketika Alma dengan sahabat – sahabatnya menoleh ke arahku. “elu siapa ya? Kenal gue?” tanya pada gue dan gue dapat menangkap ekspresi keheraannan diwajahnya saat itu “gue Ardi temennya Akhsan. Bisa kita bicara nanti waktu lu pulang sekolah?” seru gue “Bis – bisa kak” saut seseorang tapi bukan Alma melainkan salah satu sahabatnya yang entah siapa namanya, sekilas gue melirik ke sahabat – sahabatnya yang nampak bengong memandang gue “ya sudah dipastikan mereka pasti takjub dengan pesona gue” batin gue dan tanpa sadar telah menyunggingkan senyuman. “eh kok jadi elu yang jawab si Dew” seru Alma pada sahabatnya itu “eh iya maaf – maaf, ngak sekalian sama aku juga kak?” seru sahabatnya itu dengan menyunggingkan senyum kepada gue dan gue balas senyum juga. “maaf ya hanya mau bicara berdua saja sama Alma, kalian tidak keberatan kan?” jawab gue kepada sahabatnya Alma tersebut dan masih masih memberikan seulas senyum tampan gue. “gak apa – apa ajak saja tu si Alma” celetuk salah satu sahabatnya lagi gtapi bukan seperti yang pertama melainkan sahabatnya yang gue perhatiin masih sibuk melahap makanannya tanpa memandang gue sedikitpun “eh tu cewek pasti terlalu menyangkal ketampanan gue sampai – sampai ngak mau mandang kayak gitu” batin gue dalam hati. “oke Al gue tunggu nanti sepulang sekolah di depan gerbang ya” ujar gue dan langsung bergegas pergi meninggal mereka berlima di Kantin.


*


*


*


*

__ADS_1


Setelah meninggalkan mereka berlima di Kantin, gue langsung menuju ke ruangan kepala sekolah guna memberi tahu maksud gue untuk mendaftarkan adik gue Sekolah di SMA tersebut. Kebetulan karena gue sangat akrab dengan kepala secara lah gue dulu kan termasuk siswa terpopoler jadi jelas terkenal dikalangan guru –guru juga apalagi dengan kepala sekolah kenal banget malahan. Gue lihat jam tangan gue masih menunjukkan jam setengah satu “masih setengah jam lagi nih Alma keluarnya lebih baik gue mintaiin izin si Alma pada pengurusnya agar dia tak ada alasan nanti nolak gue kalau gue ngajakin ngobrolnya lama” gumam gue dalam hati dan segera mengambil Handphone gue. Gue cari – cari nomer si Aisyah, yah itu nomer bagian keamanan pondoknya si Alma yang tak lain adalah teman gue waktu SMA. Aisyah melilih mengabdikan dirinya untuk menjadi salah satu pengurus di pondok tersebut. Gue tahu kalau dia menjadi keamanan karena sering dibahasan dalam grup chat WA Alumni. Gue langsung tekan nomernya dan segera tehubung “Assalamu’alaikum…,” terdengan salam Aisyah dari balik sana “Wa’alaikumussalam” jawab salam gue “ngapain Ar? Tumben nelphone gue? Tanyanya “gini syah, gue bisa minta tolong sama lu ngak” seru gue “minta tolong apaan nih?” ujarnya dari balik sana yang terdengar penasaran “gini sya elu kan keamanan, bisa ngak lu kasih izin untuk salah satu santriwati yang gue mau ajak pergi sebentar?” seru gue dengan nada yang sedikit hati – hati, kenapaa begitu ya karena yang ku hadapi sekarang adalah bukan hanya sebagai sahabatnya tapi juga sekarang sebagai pengurus yang menjabat ke baagian keamanan yang dimana – mana harus tegas jadi ya gue harus ngomong se halus mungkin lah hehehehh. “emang sekarang lu dimana? Bukannya elu di Jakarta ya?” tanya pada gue “gue di Jember sudah dua hari ini, sekarang gue ada di SMA, dan gue minta izin lu untuk ajak jalan si Alma” ujar gue “APA LOE MAU AJAK JALAN ALMA!!” seru dengan nada yang amat keras, hingga membuat rasanya telinga gue mau pecah “iya gue mau ajak Alma jalan, elu izinkan kan?” izin gue sekali lagi “ hemmbt gu gue…..


Sampai sini dulu lagi ya yes, jangan lupalah kasih nih Ukhthor like, koment dan vote yang banyak pokonya oke guys. Gue sayang kalian.


__ADS_2