
Saat itu, aku seperti ISIM MUFROD, tunggal sendirian saja….
Seperti kalimat HURUF, sendiri tak bermakna….
Seperti fi’il LAAZIM, mencintai tak ada yang dicinta….
*DUNIA SANTRI*
Dirasa sudah menemukan apa yang mereka cari. Alma, Novi dan Ira bergegas menuju ruang Lab IPA untuk segera melakukan eksprimen. Dipertengahan jalan mereka berpapasan dengan bu Lilis yang kala itu sedang membawa beberapa buku. “Bu Lilis sudah sehat?” tanya Alma basa – basi “semoga bu Lilis ngak tahu kalau gue pelaku yang membuat dia pingsan” batin Alma dengan mengumpulkan keberaiannya. “Oh Alhamdulillah, kemarin Ibu ngaak sakit kok hanya sedikit shock saja” jawab bu Lilis “Shock gara – gara apa ya bu?” tanya Novi “itu loh gara – gara kemarin waktu Ibu ke toilet siswi ada tikus loncat kebandan Ibu, jadi Ibu langsung pingsan karena kaget” terang bu Lilis “HAH APA! JADI GARA – GARA TIKUS!” seru Alma dengan kagetnya hingga tanpa sadar seperti orang membentak “Al” tegiur Novi yang merasa tidak enak dengan bu Lilis “kamu kenapa Al?” tanya bu Lilis pada Alma dan hanya dibalas oleh gelengan kepalanya “ya udah kalau gitu Ibu mau ke Peeoustakaan dulu, kalian belajar yang rajin” tambah bu Lilis dan segera berlalu pergi.
*
*
*
Kisah Fi’il Madhi saat Insiden bu Lilis Pingsan
Bu Lilis POV
Pagi itu aku hendak masuk ke dalam kelas 3 A1 kerena punya jam mengajar sampai jam istirahat (Kelas IPA bagian cowok), tapi ketika baru dipertengahan perjalanan menuju ke Kelas tersebu perutku terasa sangat melilit hingga mengharuskan aku pergi ke toilet. Saat sudah sampai di toilet guru aku sangat kesal sekali ternyata kran toilet tersebut rusak “haduh udah kebelet kok toilet guru rusak, sudahlah lebih baik aku ke toilet siswi aja”. Segeralah aku ke toilet siswi, saat sudah masuk dan sudah menunaiakan hajatku, pandanganku sekilas menuju ke sebuah sudut pojok toilet tersebut membuatku tertarik. karena penasaran aku berjalan ke sisi tersebut untuk melihat ada apa di tempat itu. Ketika sudah sampai aku hanya melihat beberapa papan kayu disana. Karena hanya beberapa papan kayu saja yang ku dapati, jadi aku merasa tidak ada yang menarik seperti yang ku bayangkan hingga aku memilih untuk bergegas keluar meninggalkan toilet tersebut. Baru akan membalikkan badanku, tiba – tiba ada dua tikus yang seperti bertengkar diatas papan- papan tersebut, dan naasnya salah satu tikus tersebut malah loncat kearah ku aku pun kaget dan berteriak “AHHHHH” dan seketika aku sudah tak ingat apapun semuanya terlihat gelap.
Saat aku tersadar aku telah berada di atas sebuah ranjang. Ranjang tersebut adalah ranjang rumah sakit. Dipastikan saat pingsan tadi aku telah dibawa ke Rumah sakit batinku. Aku tak sadar bahwa kau pingsan hampir tiga jam dan itu gara –gara tikus tadi. Saat aku sadar bertepatan dengan seseorang membuka pintu ruangan rawatku dan seseorang itu adalah pak Ruslan teman sesama guruku “bu Lilis sudah sadar, Alhamdulillah. Ini bu Hp dan tas Ibu. Ibu langsung pulang aj Istirahat agar lekas pulih” ucap pak Ruslan “ baik pak, pak boleh saya minta tolong?” tanyaku padanya “apa bu?” tanya kepadaku “gini pak tolong Bapak bilang pada pihak Rumah sakit, kejadian ini jangan ada rekam medisnya ya pak, toh hanya masalah sepele” pintaku “oh iya bu nanti saya bilang pada pihak Rumah sakit” jawabnya. Akhirnya aku pulang dengan dijemput suamiku, ya meskipun aku tidak sakit apa – apa tapi masih saja disuruh istirahat oleh suamiku.
*
__ADS_1
*
*
**Kembali ke Fi’il Mudharik
Di Kantin Saat Jam Istirahat**
“jadi begitu coy fakta lapangannya, gue masih ngak sangkah pokonya”Ucap Alma setelah menceritakan kisah nyata dari insiden tersebut “Bagus dong kalau gitu, jadi hal – hal yang tidak kita inginkan ngak terjadi kan” ujar Titin dan Alma saat itu sudah bisa kembali pada ekspresi biasanya. “oww jadi yang harus dihukum itu ya si miss kus itu” ujar Ifa dengan memanggut – manggutkan kepalanya “siapa tu miss kus?” tanya Dewi dengan penasaran “itu loh miss tikus” jawab Ifa dengan menyengir kuda “emang lu tahu tu tikus cewek?” tanya Dewi lagi “Cuma nebak hehehheh” jawab Ifa sambil nyengir. “ya pokoknya untunglah gue ngak jadi terlibat” seru Alma dengan menyunggingkan senyum “ya padahal itu buat diskon lu dari gue loh Al, karena diskon lu ngak kepakai gue ambil lagi, besok – besok harus bayar pokonya” ujar Siti dengan senyumannya “lu tu ya buat mood gue kagak beres lagi, bayar – bayar mulu baru diminta gitu aja bayar” cetus Alma dengan sebalnya. “ya kan di dunia ini ngak ada yang gratis Al” sangkal Siti “udah – udah lebih baik kita pesen makanan udah lapar nih” timpal Titin yang seketika menghentikan perdebatan diantara Alma dan Siti. Yah memang kalau urusan duit Siti itu sangatlah perhitungan sekali bahkan dengan sahabat – sahabatnya sendiri, lebih parahnya dengan orang tuanya sendiri pun Ssi Siti sangat perhitungan. Pada saat asik – asiknya mereka berlima makan dan bercanda tiba – tiba sesorang datang “Alma…..
Hayoooo siapakah itu? Ukhthor juga sebenarnya penasaran siapa itu
Alma “lu yang bikin cerita lu juga yang penasaran, dasar ngak jelas”
Ukhthor “Kalian itu ya kalau soal ngehujat gue aja pada kompak”
Alma “Harus itu”
Siti “ya iya lah, hujat bareng – bareng kalau uang ngak boleh bareng – bareng”
Alma “kok lu gitu si Sit?”
Ukhthor “ya udah mulai debat lagi kan hahahahah”
Siti “bukan debat thor, hanya negosiasi saja. Ya kan Al?”
__ADS_1
Alma “paan lu itu sahabat paling peritungan”
Siti “kok lu malah ngak dukung gue banget si Al”
Alma “oke gue dukung tapi berhenti peritungan”
Siti “gue pikir – pikir dulu”
Alma “gitu mulu”
Ukhthor “tuh kan debat terus, negosiasi, nego apaan tu hahahahah”
Alma & Siti “diem lu thor”
Ukhthor kicep
Eh iya nasib sandal Ifa gimana ya? Ada yang tahu? Masihkan dibawa Siti? Atau dibuang? Cerita sandal tersebut akan terjawab pada part entah keberapa hehehehhe. Ardi juga akan gue munculkan tapi juga entah ke part yang keberapa pokonya tetap setia membaca Siapakah kamu??. Selain novel ini gue secepatnya juga akan merilis novel tentang kehidupan mamas Akhsan tentunya juga kehidupannya selama menempuh pendidikannya di Jakarta, penasaran ngak? Kalau gue sih iya hehehehehhe
Alma “eh lu yang nulis gitu mulu”
Ukhthor “iya iya bercanda keles”
Alma “Hemmbt”
Okeh guys jangan lupakan like, koment dan vote yang banyak untuk gue. Gue sayang kalian.
__ADS_1