Siklus Sakral

Siklus Sakral
CH 00 – Penyintas (Part 01)


__ADS_3

Tidak ada akibat tanpa sebab, hukum kausalitas bersifat universal dan mengikat secara terstruktur. Perkataan adalah doa, sedangkan tindakan merupakan usaha untuk mewujudkan hal tersebut. Sebuah langkah menuju harapan yang didambakan.


Koreksi Individu. Kesempurnaan makhluk hanyalah ilusi, sebab kecacatan merupakan komponen untuk menjadi lebih baik.


Kunci dari Survivability bukanlah kekuatan ataupun kecerdasan, namun tingkat adaptasi untuk menerima perubahan dan mengikutinya. Kemauan untuk berubah.


Keabadian adalah puncak dari kehancuran masyarakat, kondisi di mana orang-orang tidak mampu mengorbankan tatanan hierarki lama untuk perubahan yang lebih baik.


Hal tersebut dapat mendatangkan situasi stagnan berkepanjangan, berujung regresif dan keruntuhan tatanan masyarakat.


Kausalitas, kesempurnaan, dan keabadian. Trinitas untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensi manusia sebagai makhluk hidup, kunci penataan ekosistem untuk penyempurnaan Aeons (Bentuk Kehidupan) dan Daath (Bentuk Pengetahuan).


Puncak dari segala kejanggalan semesta, Singularitas Tunggal— Altair Solus.


Sesuatu yang selalu mereka dambakan hanyalah sebuah ilusi. Keabadian merupakan kunci menuju kehancuran, kesempurnaan merupakan titik stagnan menuju kemunduran, dan kausalitas adalah hukum yang mengikat mereka dalam ketetapan mutlak.


Namun, konsep tersebut hanya berlaku untuk mahkluk hidup. Bersifat mengikat dalam ruang lingkup yang terbatas, dipatenkan oleh Aeons dan Daath yang mereka miliki.


Pada momen ketika umat manusia menyaksikan perwujudan ilahi, mereka semua jatuh dalam keputusasaan. Terpana dan menyerah, berserah diri dan tunduk pada kenyataan.


Fakta bahwa mereka hanyalah makhluk kecil di jagat raya ini, tidak lebih mulia dari semut yang merayap di atas tanah dan pepohonan. Rapuh dan sangat lemah, namun berdaya kuat dan memiliki keyakinan yang kukuh


Sayangnya, umat manusia bukanlah kawanan semut yang tak kenal takut. Mereka tidak mampu mempertaruhkan nyawa untuk sang Ratu, mereka tidak ingin bekerja tanpa mendapatkan bayaran yang setara.


Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki banyak kekurangan. Saat mereka dibiarkan tinggal pada ekosistem yang makmur, kecacatan tersebut akan tumbuh subur dan merusak masyarakat dari dalam. Dengan cepat mengubah utopia menjadi distopia.


Karena itulah, ketika waktunya tiba mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya terpana melihat kematian mereka mendekat, langsung jatuh dalam keputusasaan dan menyerah.


Saling menyalahkan dan kabur, memilih untuk mewariskan pengetahuan mereka dan menunggu kesempatan selanjutnya. Mengakhiri Fase Pertama dengan kekalahan telak.


.


.


.


.

__ADS_1


Tepat pada akhir abad 21 Masehi, umat manusia meninggalkan Bumi dan memulai Era Antariksa. Berkelana mengarungi angkasa, menjelajah sampai jutaan tahun cahaya jauhnya.


Kluster Kapal Induk Antariksa, Bahtera—


Dengan menggunakan belasan kapal ruang angkasa bertenaga reaktor nuklir, umat manusia membuka lembar peradaban baru mereka. Mencari suaka di sudut alam semesta.


Tidak jelas mengapa umat manusia meninggalkan bumi, arsip yang membahas hal tersebut telah dihancurkan oleh para pendahulu. Selain masyarakat generasi pertama, tidak ada satu pun yang tahu tentang alasan mereka memulai Era Antariksa tersebut.


Generasi kedua Bahtera hanya mendengar cerita tentang Bumi dari orang tua mereka. Tidak ada catatan fisik yang tersisa, bahkan data digital terkait planet tersebut telah dihapus dari jaringan data Kluster Kapal Induk Antariksa.


Saat generasi ketiga lahir dan tumbuh, eksistensi planet tersebut mulai diragukan. Hampir tidak ada yang membicarakannya, bahkan anak-anak mulai menganggap Bumi sebagai dongeng belaka. Tempat fantasi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.


Tepat saat generasi keempat baru memasuki fase dewasa, sistem kalender Masehi yang telah mencapai abad ke-24 diganti dengan kalender Bahtera.


Penanggalan tersebut dihitung berdasarkan dari pergerakan Armada Bahtera, menjauh dari aliran rasi bintang Sagittarius dan menjauh dari pusat galaksi Bimasakti. Bergerak menuju galaksi Andromeda seakan ingin kabur dari sesuatu.


Era Antariksa tidak mudah untuk mereka. Meskipun teknologi telah berkembang pesat karena desakan kebutuhan, angkasa bukanlah tempat yang ramah bagi umat manusia.


Pada abad pertama setelah diterapkannya kalender Bahtera, umat manusia berhasil menculik planet kerdil dan mengeluarkannya dari orbit. Dijadikan sebagai benteng pertahanan dan pusat gravitasi buatan, kemudian memulai projek penyatuan kapal induk.


Memasuki abad kedua kalender Bahtera, proyek penyatuan tersebut berhasil diselesaikan dengan maksimal. Sebuah planet pengembara tercipta, terdiri dari belasan kapal induk yang disatukan menggunakan planet kerdil.


Meski sistem pemerintahan cenderung monarki dan puncak hierarki dipegang oleh kalangan peneliti, kebebasan berpendapat masih dipertahankan dengan baik. Bentuk tatanan yang dibangun berdasarkan kepentingan bersama.


Pada pertengahan abad kedua, mereka mengubah prioritas pencarian suaka menjadi pemakmuran. Sedikit mengubah lintasan Bahtera planet kerdil, lalu bergerak menuju salah satu sistem tata surya di ujung galaksi Bimasakti.


Pada abad ketiga, mereka sampai pada sebuah sistem tata surya ekstrem dan memulai penambangan. Tempat tersebut memiliki matahari berwarna merah gelap sebagai pusat gravitasi, hampir padam dan dikelilingi oleh lima belas planet dengan jarak cukup rapat.


Sayangnya, tata surya ekstrem itu tidak memiliki planet yang layak huni, langit dipenuhi asteroid, dan sering terjadi badai debu kosmik di angkasa.


Beberapa planet selalu dihujani meteor, dikikis oleh badai gas sampai ukurannya mengecil, kemudian meledak saat intinya terpapar cahaya bintang.


Meski disebut penambangan, sumber daya yang mereka kumpulkan bukanlah logam. Bahtera hanya mendekati planet beku di sudut tata surya ekstrem itu, kemudian menurunkan jangkar dan mulai mengumpulkan cadangan air.


Sebagian besar air digunakan untuk pendingin reaktor nuklir, sedangkan kandungan mineral yang ada di dalamnya dimanfaatkan sebagai pupuk.


Tanah yang mulai subur akan digunakan sebagai lahan pertanian baru, dijadikan sebagai sumber pangan tambahan. Itu merupakan bagian dari projek pemakmuran Bahtera.

__ADS_1


Memasuki pertengahan abad ketiga, ukuran planet es yang ditambang mulai mengecil. Pengaruh gravitasi matahari pada pusat tata surya ekstrem pun mulai melemah, membuatnya semakin menjauh dan mengalami penurunan suhu secara signifikan.


Memanfaatkan momen tersebut, fase terakhir dari projek penambangan mineral dijalankan. Mereka menanamkan gravitasi buatan pada planet beku tersebut, lalu menyeretnya keluar dari sistem tata surya untuk dieksploitasi selama penjelajahan berlangsung.


Abad keempat dan kelima kalender Bahtera merupakan masa paling damai untuk mereka. Berkat air dan kandungan mineral yang ditambang dari planet beku, tanah pada planet kerdil menjadi semakin subur.


Pemerintah membuka banyak ladang baru, cadangan pangan selalu stabil, dan angka kelahiran pun meningkat. Pada puncak kemakmuran, akses pendidikan disetarakan. Dinding sosial pada hierarki diturunkan secara bertahap, kemudian sistem demokrasi mulai diterapkan.


Setelah masalah keterbatasan pangan berhasil diatasi, golongan peneliti dapat fokus menyusun proyek selanjutnya dengan menstabilkan posisi pemerintah.


Mereka mendirikan majelis perwakilan rakyat, lalu menanamkan antek-antek untuk mengendalikan masyarakat dari balik layar.


Hanya dalam beberapa dekade, planet kerdil berkembang dengan pesat. Berubah menjadi koloni penjelajah dengan tingkat teknologi yang sangat maju.


Untuk mempercepat perkembangan dan meningkatkan kemampuan adaptasi, mereka menjalankan projek manipulasi genetik dan memperkuat garis keturunan umat manusia.


Menggunakan peta genetik dari berbagai jenis binatang dan tumbuhan yang dibekukan dalam arsip Bahtera, golongan peneliti menciptakan mutasi buatan untuk menjamin keberlangsungan umat manusia. Merombak struktur asli leluhur mereka, lalu mengubahnya supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan ekstrem.


Generasi yang lahir pada abad kelima memiliki kemampuan pemulihan luka yang sangat cepat, beberapa mampu menumbuhkan organ tubuh yang rusak, dan mayoritas memiliki jangka hidup yang lebih panjang. Selain itu, mereka juga kebal terhadap kanker, penyakit menular serta kronis, dan penurunan kualitas genetik yang terjadi karena hubungan sedarah.


Saat generasi berikutnya lahir, sistem pencernaan dan proporsi tubuh mereka langsung mengalami akselerasi evolusi.


Perubahan organ pencernaan membuat beberapa dari mereka tidak bisa lagi memakan daging. Hanya dapat mengonsumsi tanaman, air, dan udara. Metabolisme tubuh mereka mirip seperti herbivor, namun memiliki kemampuan fotosintesis seperti tanaman.


Selain itu, ada juga anak-anak yang mengalami penyimpangan mutasi. Keluar dari ketentuan manipulasi genetik, terjadi karena persilangan antara generasi.


Generasi dengan manipulasi genetik hanya boleh memiliki keturunan dengan sejenisnya, sebab sel pengikat struktur genetik tidak dapat diturunkan melalui persilangan. Jika hal tersebut dilanggar, anak mereka pasti akan terlahir dengan kondisi cacat.


Gen binatang atau tumbuhan yang ada dalam tubuh mereka akan berkembang, lalu mengambil alih struktur manusia dan mengubahnya. Menciptakan mutasi lanjutan yang bersifat heterogen. Dapat berbeda-beda tergantung genetik apa yang mendominasi.


Sebelum abad kelima berakhir, anak-anak dengan organ tubuh unik mulai bermunculan. Terus bertambah dan mulai mendominasi. Disebut sebagai “Cacat” karena memiliki kelainan genetik, dianggap menjijikkan dan aneh oleh masyarakat umum.


Mereka yang terlahir buta memiliki kemampuan ekolokasi, selain itu ada pula yang mampu melihat jelas di tempat gelap layaknya makhluk nokturnal. Beberapa lainnya memiliki kemampuan fisik yang luar biasa, stamina tidak wajar, dan kontrol mental yang sangat stabil.


Anak-anak yang terlahir dengan tubuh lumpuh cenderung lebih cerdas dari generasi mutasi lainnya, bahkan ada yang mampu melebihi golongan peneliti saat masih berusia 5 tahun. Kebanyakan dari mereka memiliki Ingatan Fotografis dan Kemampuan Kognitif yang tinggi.


Perhitungan anak-anak lumpuh tersebut sangat akurat, bahkan mendekati ramalan dan dapat menyaingi kalkulasi komputer utama Bahtera. Seakan mereka terlahir ke dunia hanya untuk mengisi peran tersebut, sebagai penyusun visi peradaban umat manusia yang tersisa.

__ADS_1


Meski tidak bisa berjalan dan hanya terbaring lemas di atas ranjang, mereka semua diagungkan sebagai Orakel oleh para peneliti. Memiliki posisi dan peran penting dalam Bahtera, dimanfaatkan untuk memprediksi kondisi rute planet kecil yang sangat tidak menentu.


__ADS_2