
Dalam catatan arsip pengetahuan Kekaisaran Solus, sistem tata surya Almah terletak di sudut Galaksi Andromeda. Berada pada gugus bintang Jalur Rantai, dikelilingi oleh puluhan katai putih berjarak ribuan tahun cahaya. Cukup jauh dari pusat galaksi dan lubang hitam.
Dari sepuluh planet yang dimiliki tata surya tersebut, hanya lima di antaranya yang layak huni dan menjadi titik peradaban. Sepenuhnya dikuasai oleh Kekaisaran Solus, memiliki bentuk pemerintahan yang mirip dengan monarki dan kolonial.
Namun, sistem pemerintahan tersebut perlahan berubah setelah Perang Penyatuan berakhir. Setiap wilayah diberikan kebebasan bersyarat dalam bentuk Negara Vasal, kemudian Planet Jann dijadikan sebagai pusat pemerintahan utama dan penentu kebijakan universal.
Kekaisaran Solus memiliki tingkat peradaban yang sangat maju, telah mencapai era luar angkasa dan mampu membangun menara orbit di Jann sebagai simbol kejayaan. Dikenal sebagai Menara Surgawi, menjulang tinggi sampai menembus atmosfer, dan dimanfaatkan untuk titik transit kapal luar angkasa.
Selain kelima planet utama, ada juga beberapa koloni kecil yang dibangun pada orbit masing-masing Region. Sebagian memanfaatkan satelit alami yang mengorbit di sekitar planet sebagai fondasi konstruksi, kemudian digunakan untuk stasiun orbit ataupun titik transit.
Layaknya penerbangan pada umumnya, perjalanan luar angkasa juga diatur dengan kanun yang ketat. Memiliki protokol keamanan yang jelas, standar keselamatan, dan sertifikasi kelayakan moda transportasi. Memiliki ketetapan serta ketentuan yang sangat mengikat.
Moda transportasi luar angkasa tidak dikuasai oleh pemerintah, pihak swasta diberikan kebebasan beroperasi selama memiliki sertifikasi yang memadai. Diawasi oleh Dinas Keamanan, lalu harus mempunyai izin operasional dari Instansi Administrasi Pemerintah.
Selama syarat-syarat tersebut dipenuhi, perusahaan swasta diberikan kebebasan untuk menetapkan tarif dan jumlah armada mereka. Aspek yang dibatasi pemerintah hanya ada pada personel (kru) kapal angkasa, terutama tentang sertifikasi dan kapabilitas. Mencangkup kapten kapal, pramugari, teknisi, bahkan sampai juru masak serta petugas kebersihan.
Karena syarat sertifikasi tersebut, perjalanan luar angkasa menjadi sangat mahal bahkan untuk kelas ekonomi sekalipun. Mayoritas digunakan oleh kalangan elite, lalu beberapa masyarakat kelas menengah atas dan para pengusaha lokal.
Selain ekonomi dan eksklusif, ada juga layanan perjalanan luar angkasa khusus yang dibatasi untuk kalangan tertentu. Biasanya digunakan oleh kalangan pejabat sipil, pemimpin daerah, atau bahkan penguasa region yang akan melakukan perjalanan dinas.
Layanan perjalanan luar angkasa khusus tersebut memanfaatkan teknologi Loncatan Spasial sebagai basisnya. Merobek ruang kosong menggunakan metode pergeseran dimensi dan tingkat informasi, kemudian dilipat untuk memangkas jarak antara dua titik.
Teknologi tersebut juga dikenal sebagai Lekuk Spasial atau Lipatan Spasial. Identik dengan fenomena ruang terlipat saat proses loncatan dimensi dimulai.
Untuk alasan keamanan dan ketertiban, teknologi tersebut dimonopoli oleh pemerintah pusat. Hanya boleh digunakan oleh kalangan tertentu, diatur dalam kanun khusus.
Selain moda transportasi, teknologi manipulasi spasial tersebut juga dimanfaatkan untuk sarana distribusi logistik barang-barang vital, mobilitas dokumen rahasia, dan senjata pertahanan. Dikelola oleh beberapa instansi pemerintah, sedangkan pihak swasta tidak diperbolehkan untuk mengetahui atau bahkan memiliki teknologi tersebut.
Sertifikasi dan pemberian izin diawasi oleh pihak Dinas Keamanan, sedangkan parlemen Kedaulatan Senat dan Bangsawan bertugas untuk mengatur kegiatan seluruh operasionalnya. Sepenuhnya dikendalikan oleh otoritas pusat.
.
.
.
__ADS_1
.
Layaknya ditekuk menuju satu titik kecil, lipatan spasial muncul pada salah satu sudut sistem tata surya Almah. Terletak ratusan kilometer dari lapisan eksosfer Almiah, berada di luar jangkauan gravitasi planet.
Cukup dekat dengan Maria, salah satu satelit alami yang mengorbit di sekitar Almiah. Memiliki gravitasi yang lemah, permukaan didominasi pegunungan dan lembah es, dan tidak dapat mempertahankan mineral dalam bentuk cair karena suhu iklim yang cukup rendah.
Namun, ada beberapa titik pada Maria yang dapat dimanfaatkan sebagai Stasiun Orbit. Menggunakan sisi bulan yang selalu terpapar sinar dan memiliki suhu stabil, beberapa bangunan administrasi serta pertahanan didirikan sebagai tempat transit pesawat luar angkasa.
Karena keterbatasan oksigen dan lingkungan biotik, jumlah pengunjung yang dapat transit di Stasiun Orbit sangat dibatasi.
Kebanyakan dari mereka hanya boleh singgah selama beberapa jam saja, kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju planet lain atau turun ke Almiah.
Lipatan spasial yang muncul tidak jauh dari Stasiun Orbit perlahan meluas, mulai menarik perhatian para pedagang dan pekerja di tempat tersebut.
Beberapa pegawai sipil di menara pengawas segera mengaktifkan pemancar, membuka transmisi untuk melakukan kontak dan mengonfirmasi kunjungan.
Layaknya spora jamur, partikel keemasan menyembur keluar dari lekukan spasial. Mengisi ruang hampa dengan jumlah yang sangat banyak, lalu langsung memutih setelah mengalami pergeseran tingkat dimensi.
Beberapa detik kemudian, partikel putih tersebut mulai memusat pada satu titik. Membentuk sebuah kapal ruang angkasa, menyelimuti wujud aslinya dan mulai menurunkan tingkat dimensi objek tersebut. Mengeluarkan suara bising yang mampu merambat melalui ruang hampa, menggunakan partikel sebagai medium.
Selain itu, kapal tersebut juga mempunyai dua sayap lebar untuk penstabil, mesin pendorong di belakang, dan meriam pada beberapa sudut. Cenderung lebih mirip seperti kapal perang luar angkasa daripada kapal penumpang ataupun barang.
Tepat setelah proses Loncatan Spasial selesai, seluruh alat elektronik di Stasiun Orbit tiba-tiba mengalami gangguan. Sistem navigasi menjadi kacau, transmisi tidak bisa lagi terhubung, dan beberapa perangkat seketika mati.
Setelah Kapal Luar Angkasa Kekaisaran Solus menonaktifkan mesin utama, semua perangkat di Stasiun Orbit Maria langsung menyala kembali. Beberapa teknisi yang cemas segera memeriksa dampak partikel pada peralatan elektronik mereka, sedangkan lainnya pergi berlari menuju menara pengawas untuk menanyakan situasi.
Meski berada di wilayah administrasi Region Almiah, mayoritas pegawai sipil yang bekerja pada Stasiun Orbit tersebut adalah kaum Malin. Memiliki karakteristik hewan darat yang kental, terdiri dari ras Lacerta, Hermit, Wolfin, Tigris, serta Ursa.
Kaum Sean kebanyakan bekerja sebagai teknisi, sedangkan bangsa Patmia memiliki peran sebagai inspektur. Bertugas mengelola dermaga, mengawasi kadar oksigen, dan merawat semua perangkat penyokong kehidupan di berbagai sudut Stasiun Orbit.
Tempat tersebut memiliki luas lebih dari tiga puluh kilometer, dapat dikategorikan sebagai kota kecil, dan memiliki wewenang administrasi wilayah otonomi. Dijalankan oleh pemerintah Almiah, namun pengawasan operasional sepenuhnya dipegang Kekaisaran Solus.
“Sialan! Kontrol dek pendaratan dan jembatannya mampus!” ujar seorang Teknisi Sipil sembari memukul mesin pengontrol. Ia berada di dalam menara pengawas bersama beberapa pegawai dan teknisi lain, menatap kesal ke arah kapal luar angkasa yang tiba-tiba keluar dari lekukan spasial. “Serius?! Alat pengukur kadar oksigennya juga mati?!” ujarnya dengan cemas.
Meski semua perangkat elektronik kembali menyala, korsleting yang disebabkan oleh partikel dari dimensi tingkat tinggi membuat beberapa kendali mengalami galat. Partikel tersebut juga menghancurkan beberapa informasi digital, memberikan dampak yang cukup signifikan pada program perangkat dan sistem stasiun.
__ADS_1
“Ga-Gawat, banyak data yang hangus!” ujar rekannya sembari memeriksa sistem kendali. Berusaha mengatur ulang alat pengukur oksigen untuk memastikan tidak ada kebocoran. “Saya rasa kadar udara tidak ada masalah, Pak! Semuanya stabil! Hanya dermaga yang mengalami kerusakan!”
“Bagaimana dengan arsip transit kita? Apa itu juga hangus?!” Kepala Stasiun Orbit bertanya dengan cemas. Ia sejenak menarik napas, lalu berdecak kesal dan bergumam, “Kenapa mereka tidak mengirim transmisi dulu sebelum datang? Apa ada kendala teknis?”
“Data transit aman, Pak!” jawab Pegawai Sipil yang mengurus bagian administrasi stasiun. Lanjut memeriksa riwayat transmisi, ia menemukan beberapa pesan yang baru masuk setelah pesawat luar angkasa Kekaisaran Solus tiba. “Sepertinya … mereka tidak memastikan notifikasi transmisi dan langsung melakukan loncatan.”
“Mereka membuat kesalahan semacam itu? Aneh sekali ….” Kepala Stasiun Orbit mengernyit. Ia sejenak menghela napas, lalu menggelengkan kepala dan berkata, “Baiklah! Jika memang begitu, mari kita minta kompensasi yang sesuai! Jelas ini bukan kesalahan kita!”
“Anda benar, Pak. Ini bukan salah kita ….” Pegawai Sipil yang bertugas mengurus bagian administrasi segera membuka layar proyeksi dokumen, lalu mulai membuat surat resmi untuk menghindari tuntutan kecelakaan. “Semoga Instansi Keamanan mau menanggapi komplain ini dan meneruskannya ke parlemen,” ujarnya seraya lanjut mengetik.
Dari dalam menara pengawas stasiun, mereka sekilas melihat Kapal Luar Angkasa Kekaisaran Solus tersebut terbang menuju dermaga barat. Menggunakan mesin sekunder sebagai penggerak, sama sekali tidak mengeluarkan suara bising dan sangat senyap.
“Kalian tahu nomor registrasi mereka?” Kepala Stasiun Orbit mulai cemas, ia tidak pernah melihat ada kapal luar angkasa terbang semulus itu sebelumnya. Tidak berguncang meski dekat dengan permukaan bulan, tetap stabil sampai berlabuh di dermaga. “Jika dari pemerintah pusat, tidak mungkin mereka melakukan kesalahan semacam itu ….”
“Sebentar, Pak! Saya sedang–!” Pegawai Sipil yang bertugas mengurus bagian administrasi seketika membisu, wajahnya memucat dan perlahan menoleh. Ia sejenak menahan napas, lalu dengan tatapan takut berkata, “Ini … sangat aneh, Pak.”
“Ada apa?! Katakan saja!” Kepala Stasiun Orbit semakin cemas. Ia segera menghampiri Pegawai Sipil tersebut, lalu memeriksa sendiri riwayat transit yang baru saja masuk. “Enkripsi ini–! Tidak mungkin! Kenapa mereka menggunakan kapal itu?” ujarnya dengan cemas setelah melihat nomor registrasi yang tercantum.
“Pak, kode registrasi mereka ….” Pegawai Sipil yang mengurus bagian administrasi menarik napasnya dalam-dalam. Ia lekas melihat keluar jendela menara pengawas, lalu dengan ekspresi cemas bergumam, “Qua Tingkat Kelima, kelas Pemimpin Otoritas Utama. Itu kapal pribadi milik Keluarga Kekaisaran!”
“Hapus surat tuntutan itu!” Kepala Stasiun Orbit segera mengambil Kubus Data yang terpasang pada panel kendali. “Saya akan menyambut mereka! Jangan bertindak gegabah jika kalian tidak ingin dipecat!” ujarnya seraya lekas berbalik, lalu berjalan menuju pintu keluar.
“Pak, bisa saja mereka bukan dari Kekaisaran!” Salah satu Teknisi Sipil angkat bicara. Ia sejenak berhenti memperbaiki perangkat yang mengendalikan jembatan dermaga, lalu menatap cemas sembari lanjut berkata, “Kita sama sekali tidak mendapat pemberitahuan–!”
“Diam!!” Kepala Stasiun Orbit langsung membentak, kemudian berbalik dan menunjuk Teknisi Sipil tersebut sembari menegaskan, “Masalah ini berada di luar kuasa kita! Jangan banyak bertanya dan lanjutkan saja pekerjaan kalian!”
“Ba-Baik ….”
Semua orang di dalam menara pengawas kebingungan. Mereka saling menatap, lalu mengangkat bahu dan menggelengkan kepala dengan cemas.
Kepala Stasiun Maria bukanlah orang kolot dengan pikiran sempit.
Sebagai pemimpin, pria tersebut cukup terbuka dengan bawahan dan sangat ramah. Karena itulah, reaksi yang dirinya tunjukkan tadi membuat mereka sangat khawatir.
ÔÔÔ
__ADS_1