Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Perang melawan Monster Tikus


__ADS_3

...Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏...


...----------------...


Mala membawa putri Liana ke desa yang rawan Monster,


“Auuuuummmmm,,, gerrrrrrrr,” Serigala itu mengaum, karena tidak ada manusia lagi yang ada di tempat itu, sehingga suara Auman serigala Juju menggema di seluruh penjuru.


Sedangkan putri Liana membuat sihir tipu daya dengan bayangan manusia lengkap dengan suara Manusia yang tengah beraktifitas.


Kraos... Kraos... Kraos... Cit.. cit... Cit... Bunyi ribuan monster tikus mendekat.


....


....


Eros yang bersemedi langsung bangun, matanya yang biru dapat menembus gelapnya malam.


“Gawat, kenapa mereka cepat sekali berkembang biak, ini tak boleh terjadi," kata Eros.


“Mimi!" Panggil Eros.


“Ia tuan,” jawab Mimi yang tengah mengobati warga yang masih sakit.


“Jangan keluar dari tempat ini, jaga orang-orang yang ada disini,” perintah Eros.


“Baik tuan, anda harus kembali dengan selamat," Mimi langsung memeluk tubuh tuannya ketakutan.


Bagaimana pun ia adalah Anak buah Eros terlemah karena ia tak bisa berkelahi, ia hanya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit saja.


“Baiklah, jaga diri mu baik-baik, ok,” Eros mencium kening Mimi, tingkah laku Eros itu membuat suasana seketika menegang. Dengan canggung mereka melepaskan pelukannya.


Mimi berjalan memasuki goa dengan pipi memerah, sedangkan Eros menggetok kepalanya sendiri, “Sialan Ellu Ros, baru semalam kawin dan sekarang sudah memperlihatkan tanda-tanda mau poligami,” kata pria itu sebelum melompat ke arena perang.


....


....


“Tuan ada menyusul?” tanya Eros, tak lama kemudian para pria tangguh di desa juga ikut menyusul Eros.


“Kenapa kalian mengikuti ku?" Tanya Eros dingin.


“Anda berperang melindungi nyawa kami tuan, apakah kami yang memiliki kemapuan ini hanya mau dia diri menyaksikan anda berperang dengan cara pengecut,” kata seorang pria.


Saat ini mereka tak lagi bertiga melainkan berlima puluh. “Baiklah jika itu mau kalain, aku akan mengkloning tubuh kita agar menjadi semakin banyak beruntung saat ini Eros telah level 60 yang mana ia bisa merubah kloning 60 objek sekaligus dengan batas 60 biji.


“Ambil posisi," mereka menyebar. Dengan kepintaran Eros ia membagi kloning dirinya ke seluruh bagian tertentu. Sedangkan Mala mengundang semua anak buahnya hingga berdiri di geranda terdepan.


Benar saja keributan yang putri Liana sengaja ciptakan memancing ribuan Monster kelaparan itu mendekat. Karena kelemahan para monster itu ada di bawah leher mereka, mereka melakukan serangan gedebuk tancep dimana di pukul dulu baru di tombak dari bawah.


Cit ... Cit ..

__ADS_1


Hiat... Hiat... Pertarungan tak terelakkan, mereka membunuh para hama tikus itu.


Creesss ... Leher tikus itu tertusuk dari bawah. Senyum Eros tak dapat ia sembunyikan karena strateginya berhasil, pasukan Eros menyerang dengan formasi melingkar.


Citt... Cittt... Kress... Kreesss... Kreess...


Hiat... Hiat.. Hiat...


Kotak... Ting... Ting...


Bunyi pertarungan antara kubu manusia dan para Monster semakin memanas. Tikus memang aktif di malam hari maka dari itu mereka melakukan penyerangan malam hari, di bawah sinar rembulan dan di tambah sinar obor mengelilingi desa itu.


Malam memang dingin akan tetapi sapuan angin tak mampu membuat semua orang kedinginan, karena pertempuran itu membuat lelah nan letih hingga menguras tenaga.


Serangan demi serangan mampu menggiring para tikus ke jaring yang siap menangkap mereka, apalagi para tikus itu hanya ingin makan daging manusia. Melihat manusia pasrah tanpa senjata bahkan dengan kondisi terikat mereka berlari mendekati manusia tersebut.


Klontang... Mereka langsung terjebak di dalam jaring spiritual itu ...


Creeeeessss.... Senjata yang tertanam di tanah langsung menusuk mereka otomatis. Jika tikus sudah mati jaring itu terbuka otomatis.


“Siapa yang berani memusnahkan anakku!” mereka semua langsung menoleh ke sumber suara itu.


“Bagaimana monster ini bisa bicara?" Tanya Eros bingung.


“Waspada bos, dia raja iblis Tikus, berbahaya level iblisnya sudah memasuki level langit, setiap Monster yang sudah mencapai level bumi dan langit hingga semester ia bisa bicara kayaknya manusia," kata Via.


Eros langsung ke depan di ikuti Mala dan putri liana sedangkan yang lain masih melawan monster tikus yang bertubuh kecil.


“Putri Liana, Mala waspada,” Eros mengeluarkan pedang Hitam dewanya keluarganya si pedang membuat semua iblis kecil itu ketakutan, bahkan petir di Langit kian menyambar.


Perubahan Monster itu cukup membuat mereka terkejut.


Greesss... Kuku-kuku nya memanjang 1 meter hampir menusuk tubuh tiga orang itu beruntung putri Liana menarik Eros yang masih syok sedangkan Mala melompat bak angin.


“Hampir saja,” gumam Eros.


“Hiattt..., Kelatok!!” Eros langsung menerjang tikus besar itu akan tetapi karena tubuhnya yang tinggi dan susah Luka akibat kulitnya keras macam beton membuat tubuh monster tersebut susah di lukai.


Pedang Eros yang legendaris saja belum mampu menghunus monster tersebut. Berbeda lagi dengan monster biasa, ia hanya membutuhkan satu kali serangan maka si monster akan hancur menjadi daging cincang.


Street... Kuku tikus itu menusuk Legan eros seketika bau anyir keluar dari Legan itu, untung Eros menggunakan baju zirah jika tidak sudah hancur tulang pria itu karena kuku Monster tersebut setajam pedang.


“Ingat bos, jangan pernah. berdekatan dengannya sebab hewan ini memiliki Air liurnya yang bersifat melumpuhkan lawan,” peringat Via, gadis kecil itu tengah mengumpulkan tenaga untuk di transfer pada sang bos.


Buukkk... Pukulan tombak Mala mengalihkan perhatian si tikus raksasa.


Si Tikus langsung menyeruduk Mala hingga bokong Serigala itu jatuh, “Dasar tikus jadi-jadian,” umpat Mala, pinggangnya sakit di seruduk tanpa belas kasian.


“Jika di seruduk tuan maka aku keenakan, rasakan ini,” Mala langsung menusuk ketiak si raja.


Brukkk... Kaki kiri si tikus itu tertekuk, “Sialan, sakit sekali,” gerutu Monster tersebut.

__ADS_1


Brukkk ... Eros tak menyia-nyiakan kesempatan ini, pria tampan itu telah menunggangi si tikus.


Bukkk ... Buk... Buk... Tiga orang itu menyerang si raja Monster tersebut di tiga posisi, Eros di punggung, Mala di bokong sedangkan putri Liana di depan.


Putri Liana menengadahkan tangannya ke atas, ia bergerak seperti orang siap memanah akan tetapi tidak ada wujud panah yang terlihat.


Srieeeettt.... Tesss .... Sebuah anak panah sihir menancap di mata kanan tikus...


Ahhhhh ..... Teriak monster itu. Aura marah monster itu meletup-letup, ia menajamkan kukunya untuk memusnahkan putri Liana.


Si Tikus raksasa itu memberontak akan tetapi Mala membuyarkan konsentrasinya..


Gedebuk.... Kaki si tikus menendang tubuh Mala hingga serigala itu terhempas sejauh 20 meter.


Sreeeetttt... Perut putri Liana terluka untungj wanita itu menghindar. Si tikus memberontak agar Eros jatuh.


Sreeeetttt... Mata tikus itu sekali lagi terkena panah.


Ahhhhh... Jeritan sangat memekik. Hingga membuat tubuh kecil Eros jatuh akan tetapi sebuah benang spiritual menjerat leher si monster.


Gedebuk Monster itu jatuh telentang karena ia buta.


Sreeetttttt.... Creeessssss....pedang Hitam Eros menusuk leher Tikus hingga tembus menusuk tanah.


Hosss.... Hosss... Nafas Eros terputus-putus, pria muda itu memikirkan ke adaan Mala yang jatuh terpelanting.


“Tuan awas,” teriak Mala, seketika Gedebuk ... Happpp ... Sesosok monster sangat besar 10 kali lipat dari yang tadi menelan putri Liana.


Eros kaget, ketika muncul Monster baru siap menyantap Eros, putri Liana menarik tubuh tuan rasa suaminya itu hingga jatuh ke tanah.


Karena kelalaiannya, dengan mata kepalanya sediri Eros melihat Putri Liana di santap oleh iblis tersebut. Jika Putri tertelan berbeda dengan Eros yang punggungnya tertancap kuku hingga tembus dalam tanah..


Darah segar muncrat dari mulut pria itu.


“Berani kalian membunuh anak-anak ku! Maka akan ku santap kalian semua agar aku bisa melahirkan anak yang baru besok pagi,” kata Tikus ternyata yang di depan Eros adalah ratu monster.


“Mala, putri Liana, Mimi via. Maaf aku lalai," kata Eros yang merasakan sakit yang teramat sakit di tubuhnya, ia yakin jantungnya telah hancur.


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2