Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Banjir Besar


__ADS_3

Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏


...----------------...


“Aghhh" rintih Eros, saat ini mereka berada di sebuah lembah yang di bawahnya ternyata sebuah sawah yang baru di bajak.


Punggung pria itu amatlah sakit, karena saat ini punggungnya di timpa kereta di atas kerete si Aan, di atas Aan itu si Mala di atas Mala putri Liana diatasi putri si Mila. Mereka tumpangi tindih seperti tangga.


“Bos, bos. Cepat bangun, kalian berat banget,” ternyata di bawah Eros si Via sudah masuk ke dalam lumpur, mungkin sudah hampir ko'id.


...


...


“Tuan, tuan. Anda tidak apa-apa?" Tanya tiga gadis menyentuh tubuh Eros memeriksa siapa tau tubuh nya luka-luka.


“Cih, lebay kalian. Sudah tau aku yang paling kegencet, kalian itu hanya memperlihatkan si bos," gerutu Via yang tubuhnya macem es krim Magnum di balur dengan coklat Belgia.


“Sekarang kita harus memasukan kereta dan mereka dulu ke ruang waktu," kata Eros memasukkan satu persatu si kembar, karena ia tak mampu mengangkat si kembar ke atas tebing yang mulai curam berbeda jika jalan perseorangan tiada beban yang harus ia bawa.


“Kenapa kita tidak sekalian pulang saja, Tuan,” kata Mala.


“Tidak Mal, di atas pasti banyak orang-orang terluka. Kita perlu menolong mereka," Eros membasuh kakinya dan yang terkena lumpur.


“Biarkan saya membantu membersihkan baju-baju kita," kata putri Liana. Seketika sebuah angin terbang mengitari 4 orang itu. Seketika tubuh mereka bersih dan kering.


“Ayo kita pergi dari sini,” ajak Eros.


Mereka saling bantu membantu untuk menaiki tebing yang cukup terjal itu.


“Hey, kalian lihat itu,” semua gadis itu melihat ke arah yang di tunjuk sang tuan seketika semua orang terperangah ketika melih air besar siap menghantam ke arah mereka tanpa di undang.


“Tuan, kita tak bisa menghindar," kata Mala panik


“Serahkan padaku,” kata putri liana.


Demmmmm.... Bak ombak besar siap datang menerpa, padahal tidak ada hujan selama seminggu ini, air bercampur lumpur bandang itu menghempaskan jalan yang tak terlalu tinggi di atas kelopak Eros.

__ADS_1


“Apakah kalian tidak apa-apa?" Tanya Eros memastikan.


“Aman tuan,” jawab putri Liana, beruntung mereka punya putri Liana, dengan kekuatan sihirnya wanita itu membuat gelembung pelindung.


“Kau kendalikan gelembung ini agar aman terkendali. Mala aku butuh jaring. Kita harus menolong nyawa orang yang terseret arus,” Mala membuat jaring.


Eros membentuk jaring itu menjadi saringan ikan dengan ukuran besar.


Tolong... Tolong... Beberapa orang di seret air sama dengan mereka. Pria itu tanpa sungkan langsung menjaring orang-orang itu lalu menariknya berkerja sama dengan Mala dan Mimi, membawa orang-orang itu ke tempat mereka.


“Apakah kalian tidak apa-apa?" Tanya Eros ketika berhasil memasukkan 5 orang kedalam gelembung mereka.


“Terimakasih tuan, telah menolong kami," kata warga.


“Sama-sama,”


“Sepertinya kita membutuhkan sebuah jala Mal. Mimi kau obati dia,” kata Eros.


“Baiklah tuan,” Mimi langsung memeriksa luka-luka yang di derita korban.


Tanpa di minta putri Liana menyihir balon itu menjadi sangat besar. Wanita itu menjalankan balon tersebut agar selalu terkendali.


.....


.....


“Tuan di arah jarum 12.” lapor putri Liana. ”Kita harus merubah gelembung ini menjadi sebuah kapal putri," kata Eros. Dan di angguki oleh semua orang.


Dengan berkerja keras saat ini dan demi keselamatan jika mereka hanya diam di dalam balon, dengan kekuatan sihir Eros dan putri Liana terbangunlah kapal sihir di dalam gelembung. Kapal itu sangat besar bak kapal pesiar, bahkan kamar-kamar telah siap.


Eros melihat dengan mata dewanya sekitar ada 50 orang berusaha menyelamatkan diri.


“Putri bawa kita ke tempat mereka," perintah Eros.


“Baik,” sang putri menjadi nakhkot kapal tersebut. Bak menangkap ikan Eros dan mala menyelamatkan nyawa satu persatu.


“Terimakasih tuan,” kata Nenek-nenek yang berhasil di selamatkan.

__ADS_1


Satu persatu di naikkan ke dalam kapal di dalam gelembung tersebut. Semua orang yang selamat melihat rumah mereka hilang seketika menangis, Eros membuat sebuah bendungan untuk mengevakuasi korban bencana ini.


.....


....


....


Sudah tiga jam mereka belayar menolong nyawa warga yang masih selamat, di dalam kapal sudah ada 500an manusia yang yang telah terselamatkan.


“Sepertinya belum ada korban lain, ada lagi yang hidup, mungkin banyak yang sudah hangat duluan tuan," kata putri Liana.


“Ayo kita pergi ke tempat lain,” kata Eros.


“Apa itu!” teriak orang-orang panik.


“Jangan berteriak,” perintah Eros, tubuh Eros bergetar melihat Montser aneh yang ada di depan mata.


Kali ini bukan hewan melainkan sebuah bunga teratai besar siap memakan manusia bulat-bulat.


“Tuan, kita harus pergi dari sini, hidup kita dalam bahaya," kata Shavia panik.


Greeeerrrrr.... Ahhhhhh.....


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.


__ADS_2