Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Peperangan Pertama


__ADS_3

Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏


...----------------...


...----------------...


Eros melihat putri Liana tengah berkelahi dengan para tikus raksasa yang sangat mengerikan, sungguh Eros baru pertama kali melihat hewan itu, giginya besar nan runcing akan tetapi tubuh serta bentuknya sama persis dengan dengan bentuk tubuh si Sahvia. Bedanya tikus ini sebesar kucing garong.


“Bos, hati-hati mahluk di depan anda ini bukan tikus melainkan iblis,” kata Shavia meningkatkan kewaspadaannya.


“Mundur tuan," Mala memejamkan komat-kamit seketika keluar tombak emas dari tubuhnya, wanita itu langsung berdiri melindungi tuannya.


Cit... Cit... Graos... Graos... Suara mulut yang menyerupai tikus itu ada tiga ekor mendatangi kelompok mereka, semua ada 5 ekor, sisanya masih bertahan untuk menumbangkan Putri Liana yang mulai kewalahan dengan keganasan hewan tersebut.


“Hiattt.... Hiatt...” Mala menginjak tubuh si tikus tersebut, menancapkan tombaknya di punggung mahluk itu akan tetapi tombok itu seakan menusuk sebuah batu. Jika bukan pusaka beribu-ribu tahun mungkin tombak itu patah.


Pertarungan tak di elakkan karena tikus tersebut benar-benar tak terkalahkan. Bahkan kulitnya alot seperti badak itu membuat Mala susah menumbangkan hewan tersebut.


“Hati-hati, jangan sampai kalian terkena gigit binatang ini, air liurnya memiliki kekuatan melebur melepuh lalu menghancurkan objek yang terkontaminasi,” teriak putri Liana.


Brak... Brak... Tubuh Mala dihempaskan hingga terpelanting di atas tanah...


Citt... Citt... Hewan itu melompat siap menggit bagian tubuh Mala mumpung serigala itu terjatuh, ketika hewan itu melompat Mala secara refleks melemparkan senjatanya langsung mengenai leher bawah si musuh yang ternyata lunak.


Crassss.... Tombak itu menancap hingga tembus ke punggung... Bau anyir darah binatang itu sangat menyengat hingga membuat perut terasa mual.


“Kenapa ia seperti binatang pada umumnya? Binatang ini berdarah dan bahu daranya amis tak seperti iblis yang di TV pada zamanku kanak-kanak dulu. Kan kalog iblis ketika ia kalah tubuhnya langsung lenyap bak abu hitam, buktinya Mak lampir selalu hilang ketika kalah," gumam Eros meneliti.


“Sialan, anda demam film kolosal ya bos, kalog disana mah iblis boongan, yang ini sungguhan bos. Aku juga heran dengan tipe iblis ini, kita perlu menelitinya bos ketika kita pulang dari sini-”


“Bos, coba keluarin item pedang anda, seperti si Mala itu tadi," perintah si Via.


“Gimana caranya?" Tanya Eros.


“Karena anda belum pernah mengeluarkan item senjata maka anda harus membuka gembok koleksi senjata anda agar nantik anda bisa menggunakan mereka dengan bebas. Coba pejamkan mata anda lalu baca mantra pengambilan item pertama kalinya seperti ini... Tung kala katung.. Abra kadabra ... Gonjang... ganjing... Item pedang Hitam muncullah,"


“Tung kala kutang, Abra kadabra ... item pedang Hitam muncullah,” tidak ada apapun yang muncul.

__ADS_1


“Salah bos, kurang mantranya bos,"


Cit... Cit... Cit... Cit... Seketika ribuan gerombolan tikus itu menyerbu mereka karena mencium dara temannya yang telah tewas.


“Sialan, sudah kepepet ini,” Eros mengambil sebuah kayu yang ia temukan di selokan jalan tak jauh dari ia berdiri.


Eros memejamkan mata, menyalurkan kekuatan di kayu yang ia pegang, “Aku mau kayu ini mengeras bak besi,” kata eros memegang kayu itu kuat-kuat.


Gedebuk... Gedebuk... Eros memukul kepala si tikus layaknya ibuk-ibuk bar-bar memukul suaminya yang selingkuh...


Gedebuk .. Gedebuk, “Rasakan ini, Kelenger Kelenger biar tau rasa. Gegar otak sekalian,” omel Eros.


Karena semakin banyaknya musuh. Saat ini mereka telah berdiri bertiga, saling memunggungi, karena kondisinya terkepung.


“Eros, ayo kita kumpulkan bangkai binatang ini, kau bisa menjualnya untuk di jadikan uang. Tubuh Monster disini laku keras, karena mereka berguna untuk pembuatan senjata sihir," kata putri Liana.


“Oh, Ok, aku akan memukul kepala mereka, ketika ia ingin melawan dengan cara melompat kalian tebas saja lehernya dari bawah, sepertinya itu cara agar bisa membunuh binatang ini. Mala buatkan jaring spiritual untuk wadah Monster itu,” kata Eros membuat strategi.


“Baik tuan,” kata Mala.


Karena ia hanya bertiga, yang jelas ia akan kewalahan melawan gerombolan tikus tersebut. Demi nyawanya agar bertahan hidup ia harus melakukan sesuatu.


“Kau kumpulan bangkai-bangkai binatang ini ke dalam jaring,” perintah Eros.


“Baik tuan,” jawab gadis itu.


Oh ia kalian pasti penasaran dengan gadis yang menolong Eros di penjara kan.


Flashback...


Ketika Eros sudah di bebaskan, ia langsung di kirim ke sebuah paviliun khusus tamu. Setelah membersihkan diri Eros mengeluarkan gadis tersebut dari cincin ruang waktunya..


“Keluarlah,” perintah Eros.


Seroang gadis cantik memiliki telinga kucing keluar dari dalam cincin. Eros baru sadar jika gadis yang ia tolong bukan manusia seutuhnya melainkan manusia setengah binatang yang memiliki kasta pembantu di kerajaan ini. Ya gadis ini hanya pembantu di rumah pendeta Wong Gendeng.


Maklum di dalam penjara gadis itu menggunakan tudung kepala.

__ADS_1


“Katakan siapa namamu?” tanya Eros.



“Nama saya, Jumiatin Jola Jola kukuruyuk, tuan. Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa hamba," kata gadis itu.


“Mulai sekarang namamu Mimi. Mereka tak akan mengenali mu karena aku yakin di luar sana spesies manusia seperti mu banyak," kata Eros dan di setujui oleh gadis seksi pemilik pepaya gantung besar serta bokong bak semangka terbelah.


“Apa balasannya yang harus saya bayar untuk nyawa saya ini tuan?"tanya Mala formal.


“Jadilah teman ku, karena ini masih di kawasan kerjaan kau bersembunyilah di ruangan waktu ku, obati tubuh mu disana, jika jam makan aku akan memberikan mu makan," kata Eros.


“Baik," jawab Mimi.


Begitulah Mimi di sembunyikan di dalam ruang waktu.


Flashback off.


...


“Aku Eros Ze dengan kekuatan dewa waktu mengaktifkan sistem kloning tiga di tubuhku sendiri," seketika Eros menjadi 4, karena item pedang nya belum bisa ia buka kunci gemboknya terpaksa ia menggunakan senjata seadanya tadi.


Gedebuk... Eros dan kloningnya memukul kepala di tikus dengan sigap putri Liana memenggal kepala si tikus dari bawah, begitupun dengan Mala ia menusuk tombaknya hingga membuat binatang itu mati. Dan si Mimi menjadi pengumpul di belakang.


Begitulah mereka bekerja sama hingga tumpukan jasat monster terkumpul semakin banyak.


“Bos di depan! Sebaiknya kita lari,” teriak Via ketika melihat raja tikus sebesar beruang kutub.


“Ayo lari,” ajak Eros.


“Mi, jangan lupa itu bangkai. Rugi keringat kita nanti jika kau tinggalkan," perintah Eros.


“Syailah bos, tau keadaan genting masih takut rugi,” gerutu Via.


Apakah mereka bisa melarikan diri??


Atau sebaliknya, mereka harus berperang hingga titik penghabisan.

__ADS_1


TBC..


Hay Hay, maaf ya tidak membalas semua satu persatu, nyai sekarang terbatas untuk menyapa, tapi aku terharu loh kalian sudah mampir di karya receh ku ini. Ku ucapkan terimakasih buat kalian yang memberikan like dan komentar buat dedek Eros🙏❤️❤️❤️😘


__ADS_2