
Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏
...****************...
Ketika mendengar sistem loading Eros memusatkan pikirannya hanya Kusus ke sistem tersebut. Perlahan jiwanya seakan tertarik ke suatu tempat yang sangat gelap dan tak lama kemudian ada setitik cahaya lama-lama semakin besar nan terang hingga menyilaukan kornea matanya.
Cahaya itu seakan melempar Eros ke suatu tempat yang sangat asing. Sebuah gurun pasir terbentang luar, rasa panas dan teriknya mata hari yang langsung menyengat hingga membakar kulit.
“Aku ada di mana? Shavia, Mala!" Panggil Eros, ia hanya mendengar teriakannya saja yang menggema. Pria itu mengedarkan pandangannya entah mengapa ia tak merasakan asing di tempat yang tandus itu. Ada sesuatu yang di rasakan Eros yaitu sebuah kejadian dimana ia bisa melihat matahari dengan mata telan jang. Ia bukan hanya melihat matahari melainkan melihat planet-planet berputar kacau. Jika di andaikan, Eros melihat tatanan Surya itu semua bak melihat ikan di dalam aquarium. Jelas dan bisa di jangkau.
Hiatttt... Hiaattt...
Ceting ... Ceting... Ceting... Trang ... Tang... Tang ... Gedebuk .... Suara pedang saling beradu dan suara orang yang tengah berantem saling banting.
Eros tak lagi memanggil anak buahnya itu, ia mencari perkelahian dahsyat tersebut. Kenapa aku tak merasakan lelah ya? Padahal aku lari dari bukit satu ke bukit yang lainnya?. Batin Eros bertanya-tanya.
Di balik bukit itu sebuah medan peperangan yang hampir usai karena hanya tinggal beberapa orang yang mampu bertahan hidup padahal musuh masih banyak siap melenyapkan kelompok kecil, bau anyir tercium jelas hingga membuat Eros muntah, mata pria itu melihat ribuan mayat dan bangkai dari pihak musuh dan lawannya.
Seorang pria gagah yang sangat Eros kenali tengah berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat beberapa ras mahkluk hidup yang tinggal di dimensi aneh tersebut, karena hanya ada gurun pasir yang sangat gersang maka dari itu Eros menganggap dimensi Aneh, entah kenapa situasi ini mengundang perasaan pilu di dada pria tersebut.
Pria yang Eros lihat adalah dirinya sendiri, ia melihat Mala melindungi tubuhnya bahkan ia melihat gadis yang ia kloning pertama kali melindunginya hingga titik darah penghabisan.
“Kenapa ada aku disini, hei Mala, aku cari-cari dan ku panggil-panggil ternyata disini!" Akan tetapi panggilan Eros seakan angin lalu, keberadaan nya tak di pedulikan.
“Apakah ini Kloning ku?" Tanya pria pada dirinya.
Eros melihat wajah fotocopy an tanpa ekspresi seakan si kloning menikmati perannya menjadi dirinya. Eros melihat bagaimana Kloningnya ketika membunuh iblis di depannya mengunakan samurai yang ia pegang.
Eros semakin merasakan mual ketika kloningnya menjadi pria berdarah dingin bak malaikat maut yang kapanpun bisa langsung membunuh musuhnya tanpa belah kasihan.
“Heh Jumalakotin Jubedah Suketi Suroso alis Mala kau tak pendengar ku,” Eros menarik tubuh babak belur serigala itu akan tetapi sesuatu yang membangongkan terjadi ia tak bisa menyentuh si mala.
“Apakah aku telah mati dan di gantikan oleh Kloning ku saja?" Eros mendekati pria kloningnya yang tengah mengamuk hingga baju zirahnya terciprat darah iblis.
Tiba-tiba sebuah montes muncul dari bawah tanah membawa rombak di belakang Kloning Eros, “Bro, Awas!” teriak Eros asli, tapi sayang itu terlambat pedang itu menusuk pemuda dari belakang.
Greeessss .... Tombak itu menusuk tubuh seorang gadis cantik yang tak lain Putri Liana. Bersama dengan itu dari arah depan Eros seekor monster yang sama muncul dari tanah menusuk Eros dari depan akan tetap Tubuh Mala menghalangi tombak.
Kloning Eros terselamatkan akan tetapi ada dua nyawa di korbankan...
“Tidak, tidak... Sahvia... Shavia ...," Panggil Eros dengan air mata yang tak sanggup ia bendung, pria itu menggosok telapak tangan bak menggosok jin iprit, ia ingin menghajar semua Monster akan tetapi ia hanyalah arwah dari tadi ia ingin menggapai tapi tak satupun dapat tergapai. Hadirnya Eros di sana bak penonton layar tancap mampu merasakan tapi tak dapat menyentuh.
Plokkk... Sebuah tepukan tangan menghentikan waktu, “Pada saat peperangan ini, pemandu sistem mu sudah tak menjadi pendamping mu lagi?" Tanya seorang pria dewasa dengan janggut lebat serta rambutnya yang gondrong.
“Apa maksud anda ini pak tua?" Tanya Eros pada pria yang memiliki warna mata yang sama dengannya, jika ia tua mungkin sama dengan pria itu. Karena ucapan ambigu itu Eros mendekati pak tua yang dapat menghentikan waktu sama seperti dirinya.
“Semua ini hanya sebuah Testers, suatu hari nanti jika kau lalai menjaga alam semesta! Lihatlah semua akan menjadi korbannya, coba kau lihat di arah jarum jam 12 disana klan para elf itu, mereka tewas mengenaskan karena kau tak bisa melindunginya. Lihat bangkai hewan tak berdosa di bawah kakimu itu ia berharap kau melindungi mereka tapi kau tak sanggup, manusia sudah gugur siluman punah musnah, iblis dan monster menguasai tiga alam, maka kehancuran alam semesta kiamat pun tak terelakkan.” terang pria itu.
__ADS_1
“Kau pasti bingung dengan dimensi ini, kan? Kau bisa menyebutnya dimensi paralel, dulu dimana Manusia tangguh, manusia biasa, siluman, manusia elf , hewan serta iblis hidup rukun berdampingan. Tempat ini adalah dunia sesungguhnya dimana semua mahluk di ciptakan oleh sang pencipta. Berabad-abad yang lalu di sini ada perang besar yang membuat manusia biasa merantau ke bumi karena tak bisa bertarung dan cara satu-satunya untuk melindungi dirinya dengan pergi dari dimensi ini. Mereka memulai hidup menjadi manusia biasa di bumi. Sedangkan disini hanya ada manusia tangguh dan manusia Elf yang mempertahankan rumahnya serta melawan iblis yang rakus. Karena kekejaman iblis mereka diasingkan di sebuah Padang tandus di bagian sisi dimensi ini, karena peperangan itu salah seorang dewa membagi dimensi ini menjadi 4 bagian yang pertama alam manusia, siluman, elf dan Ibis.
“Kenapa harus aku yang terdampar kesini?" Tanya Eros.
“Karena kau terlahir untuk menjadi pelindung alam. Bayangkan jika kejadian ini terjadi keluarga mu di bumi juga ikut musnah, karena planet itu akan saling bertabrakan hingga hancur lebur, karena kesalahan pemujaan yang di lakukan kerajaan Lauyo 4 pembatas di mensi retak entah sampai kapan itu akan hancur. Akibat itu juga pergerakan pelanet tak tentu arah,” tunjuk pria itu ke arah rotasi planet.
“Lihatlah, apa yang akan kau lakukan ketika kedua gadis itu mengorbankan nyawanya untuk melindungi mu yang jelas kau akan murka dan meledakkan diri hingga alam semesta hancur,"
Plok... Pria itu menepuk tangannya....
Seketika Cahaya biru, emas, merah, kuning memancar dari tubuh Eros hingga membuat mata silau, dan sangat mengerikan, bahkan cahaya itu seperti laser menembus tubuh semua monster...
Deeeemmm... Tubuh Eros benar-benar meledak seperti yang pria itu katakan begitupun juga semesta.
*
Bipp....
Sistem Refresh.....
Sistem diperbaharui.
Ting... Dong... Selamat datang di level 10 dengan penambahan nilai karma 100.000 karma poin .
Mata Eros terbuka seketika air matanya berderai, yang ia lihat pertama kali adalah si Via dan si Mala dua orang yang ia cari.
“Selamat bos, akhirnya anda naik ke level sepuluh," kata si tikus.
“Berarti aku sudah menjadi dewa kan sap?” tanya Eros.
“Sepertinya otak anda geser karena tak sadar seminggu tuan," kata si Shavia.
“Apa seminggu?" Pekik Eros dan di jawab anggukan kepala oleh dua wanita berbeda bentuk itu.
“Lama banget ya?" Gumam Eros, otaknya masih mengingat jelas kejadian tadi yang hanya ia kira terjadi 1 jam lamanya.
“Lama bos, saya sampek bingung sama si Mala, saya kira salah mengucap mantra hingga membuka kitab kuning saya dan alhasil tidak ada yang salah, biasanya bos akan langsung sadar 24 jam saja ini aneh bos," kata si Via menaiki tubuhku sang tua.
“Sudahlah, yang penting aku sadar lagi ini, bdw jawab pertanyaan ku apa aku sekarang dewa seutuhnya?" Tanya Eros ulang.
“Kagak bos, coba anda cek sendiri level anda,” suruh si Shavia.
Eros membuka tangannya seketika ia melihat embernya,"Astaga sapi, kenapa karma poinnya hanya seumprit. Lah level 10 ada di bawah, coba ku lihat level puncak," Eros melihat ember yang memiliki garis seperti pengliteran air mirip punya si kesayangan Mama mertua itu, pria itu bisa membaca tulisan dengan benar serta seberapa banyak karma poin yang ia lihat.
“Anjjir... Kenapa levelnya Sampek 10.000, Shavia! Ini bukan penipuan kan?" Tanya Eros dengan nada dingin.
“Tahan bos, tahan. Jika anda ingin cepat naek level caranya hanya ada satu bos," kata Via.
__ADS_1
“Apa?" Tanya Eros, ia harus cepat menaiki level nya, Eros takut tak cukup menjadi kuat di penghujung dunia ini.
“Anda perbanyak mencari binatang spiritual atau menyatu dengan mahluk kuat. Jika anda mengumpulkan Karma poin secara manual maka anda butuh 10 ribu karma poin jika ingin menaikkan satu persatu level anda," terang Shavia.
Eros menganggukkan kepalanya sebagai kode bahwa ia mengerti.
“Bdw Sap, aku itu heran dengan mu, ku kira pada saat aku menaiki level 10 kau berubah,” ucapan Eros langsung di potong oleh Shavia. “Bos kira aku akan berhibernasi menjadi seorang gadis cantik seperti peri yang terbang macem di cerita sword art online dimana ada sistem yang bernama Yui yang berbetuk gadis kecil seperti Bidara kan bos?" Langsung di Jawab dengan anggukan kepala oleh Eros.
“Sialan si bos. Itu kan hanya anime, disini dunia nyata yang terbuat dari tulisan halu nyai. Coba anda pikir mana ada jurusan pertikusan bisa menjadi laron.” kata Via cemberut.
“Ia ia sudah, aku lapar, ayo kita keluar dari sini. Aku tak mungkin bisa hidup di tempat ini," kata Eros. Pria itu sudah bertekad akan menjadi lebih kuat untuk melindungi orang-orang yang melindungi nya, pria itu sadar si Putri Liana itu pernah menyelamatkan nyawanya, dan pria itu harus melindungi bumi ibunya, bukannya cita-citanya ingin pulang kampung.
....
....
“Tuan, sebaik-baiknya anda itu menunggangi saya saja, jalan kaki itu capek tuan," gerutu Mala.
Shavia menyumbulkan kepalanya, “Dasar Jumalakotin, masak serigala Juju seperti mu itu lemah banget."
“Cih, dari pada kau taunya hanya minta gendong tuan saja," balas Mala.
“Kalian bisa akur gak? Macem istri pertama sama istri ke dua. Jika aku meniski mu yang ada kau terlalu mencolok, Jumala!"
“Saya bisa berubah menjadi serigala biasa kok tuan," kata Mala.
“Kenapa tidak kau bilang dari tadi semprul!"mulut Eros langsung bungkam ketika melihat sesuatu di depan matanya, ia mengusap matanya untuk memastikan apa yang di depan mata itu nyata.
Greeeerrrrr.... Suara gemertak gigi Mala membuat apa yang di depan mereka menyadari keberadaan Eros akan tetapi Eros memungut sebuah panah yang ada di kakinya....
To Be Continued
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1