Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Menikmati waktu liburan


__ADS_3

Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏


...----------------...


Sehari, dua hari bahkan seminggu mereka tengah menikmati hari libur mereka satu sama lain di rumah mereka. Menjalani kehidupan damai dan tidak kekurangan adalah impian semua manusia, begitulah kehidupan Eros selama Minggu ini damai tentram.


Sungguh Eros pria yang berung. Jika di dunia nyata itu memiliki istri yang lebih satu begitu repot dan akana ada drama ini itu maka disini tidak ada yang namanya bersaing merebut perhatian Eros karena 3 gadis itu menganggap Eros adalah tuan dan mereka milik Eros.


Sedangkan Eros memperlakukan mereka begitu baik dan tak membedakan 1 sama lain, entah Eros tak tau apa itu cinta yang jelas ia hanya merasakan bahagia melihat para gadis itu mulai menyayangi satu sama lain dan bersatu melindunginya sebagi Tuan.


Seperti saat ini Eros melihat para gadis itu tengah berlatih di sebuah balai besar. Ia sudah berlatih tadi pagi. Melihat kegigihan mereka berlatih Eros meningkat dirinya juga terus berlatih selama seminggu ini cukup keras.


“Tuan," panggil Shavia.


“Heh, Shavia kau baru sadar. Kau merasakan sakit dimana?" Tanya Eros khawatir, gadis kecil itu bak sahabat karena ia telah membagi duka bahagia bersama semenjak Eros memulai karirnya di bidang sistem pengembangan dewa ini.


“Sory bos, aku gak papa, hanya merasakan letih karena sistem lama proses. Terima kasih sudah bertahan, dimana para gadis bos," tanya Sahvia.


“Tuh lihat, mereka tengah berlatih,” tunjuk Eros.


Gruaakkk... Bunyi sesuatu mengangetkan semua orang.


Eros langsung berlari ke asal suara begitupun para wanita itu.


“Astaga bos, kenapa kau memilira hewan raksasa ini?" Tanya via kaget, ia melihat dua ekor burung unta yang besar sekali, ternyata burung itu berebutan masuk ke dalam rumah, karena bobotnya yang besar ketika saling dorong hingga membuat pintu serta kusen lepas.


“Jumila, Juaan!" Pekik Mala.


Eros hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat dua kesayangan istri-istrinya itu.


“Via, kau sudah sadar," Putri Liana mengambil Via di saku baju Eros.


“Putri kapan tuan membeli burung unta?" Tanya Shavia kepo.


“Oh mereka adalah telur yang di beli tuan tempo hari itu," jelas Putri Liana.


“Waduh dalam satu telur isi dua burung unta?" Tanya Shavia takjub.

__ADS_1


“Tapi putri, saya cuma pingsan sekitar 10 harian kenapa mereka bisa Segede itu, apa saya yang Pingsan 10 tahun tanpa saya sadar," kata Via bingung.


“Entah kami pun tak tau kenapa mereka itu cepat besar, padahal kita hanya memberinya makanan sebanyak sekantong karung goni, Dan ia tak di beri minum suplemen, hanya melakukan ritual konrak tuan dan hewan peliharaan saja. Yang berjambul biru pink itu Jumalakotin dan yang hijau putih Juaantirin,” jelas putri Liana, jika ritual kontrak hewan dan tuan hanya perlu meneteskan darah jempol tangan kanan di dahi hewan tersebut yang akan terus melekat dan tak akan luntur sampai mati.


Pemandu sistem Eros itu menganggukkan kepalanya,“Wah pantas saja mereka besar sebentar itu, tuan kita sudah mencapai level segini," gumam Via.


“Bos," panggil Via.


“Hem," jawab pria itu tengah memungut pintunya yang lepas.


“Mereka susah diam bos, sepertinya dia ingin membawa gerobak," Shavia terbang mendekati dua binatang itu.


“Mereka masih bayi Sahvia, kau jangan ngada-ngada deh," kata Eros.


“Lah si bos gak percaya, coba kita bawa mereka keluar," ajak Shavia.


....


....


Mereka semua mengikuti saran Shavia, saat ini Mala dan Mimi menunggangi Mila sedangkan putri Liana dan Eros serta di Shavia menunggangi Ann.


“Benar Tuan, mereka memang terlahir menjadi kendaraan manusia," kata putri Liana yang duduk di depan Eros, pria itu memeluk pinggang sang putri dari belakang.


....


....


Mereka melihat desa begitu indah, masyarakat nya hidup dengan damai, disini masih melakukan perbudakan atas manusia setengah hewan akan tetapi tidak ada penyiksaan seperti di anime-anime yang sering ia tonton. Negeri ini telah damai semenjak di berikan pembatas.


“Tuan di depan ada toko Kereta unta," kata Mala.


“Berhenti di sana, biarkan mereka memilih kereta unta seperti apa," kata Eros.


....


....

__ADS_1


Klatak... Kletuk... Bunyi roda kereta berada dengan bebatuan, sebuah kereta besar yang di angkut oleh dua ekor burung unta yang cantik membelah jalan di pinggiran desa.


Dari corak serta ukiran kereta menandakan kereta itu milik seorang saudagar kaya raya. “Mereka pintar sekali memilih kereta," puji Eros.


Saat pintu pria muda itu tengah menikmati pemandangan gunung dengan posisi tidur di paha putri Liana, sang putri menyuapinya satu persatu anggur merah yang sangat manis. Sungguh kehidupan yang nikmat. Si Sahvia tidur, si Mimi tengah duduk di bagian pengemudi serta si Mala tengah tidur dengan wujud Serigalanya.


Grubuk... Grubuk... Grubuk... Suara goncangan dahsyat mengangetkan semua orang, ini adalah gempa dahsyat hingga membuat tanah retak, bukit longsor.


“Liana, Mimi, semuanya, kembali ke ruang,” teriakan Eros langsung tak terdengar ketika kereta mereka jatuh ke dasar jurang.


Sedangkan di sebuah danau, tiba-tiba airnya berubah merah darah tak lama kemudian sepohon teratai tumbuh dengan cepat, daunnya begitu besar nan panjang ada tak Mala kemudian ribuan akar seperti ular memanjang berjalan ke tengah daratan, akar itu berjalan mencari sesuatu.


“Ayo kita pulang saja, langit mendung, nanti hujan, bagian jika air danau naik hingga banjir," kata seorang dua orang gadis membawa sebakul baju kotor.


Breeetttt... Akar itu langsung melilit tubuh si gadis.


“Mbak yu," jerit si gadis, seketika temannya menarik tubuh terseret gadis itu ke akan tetapi naas, sebuah akar baru menarik rekan si gadis yang terseret hingga tubuh keduanya terpisah...


Huuuuuaaaaaaaaaa..........


Grauuusssss.... Graauussss... Tubuh keduanya di makan oleh bunga teratai yang bagian sari putiknya bak mulut jumbo yang penuh akan gini taring. Di setiap kelopak bunganya timbul mata yang begitu banyak....


Gggeeeeeerrraaakkkkkkk... Darah muncrat mulut dari sari putik itu menganga..


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2