Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Melawan Iblis Bunga Teratai


__ADS_3

Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏


...----------------...


Dengan tubuhnya yang masih berkeringat Eros mendudukkan dirinya. “Apakah anda tidak merasakan gugup lagi?” tanya Mimi menempelkan tubuhnya di punggung sang tuan.


“Tidak sayang, ayo kita bersiap. Aku yakin mereka telah menunggu kita,” Eros mencium jari lentik Mimi.


“Baiklah,” sanggup Mimi, Eros tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya langsung turun dari ranjang, dengan penuh mesra ia menggendong Mimi ke dalam kamar mandi, mereka membersihkan diri sebelum memasuki arena perang.


....


....


Sretttt... Kedua orang dewa itu memasuki tempat dimana pengisian yang tertimpa musibah. Keduanya telah rapi dan segar, di tangan Eros dan Mimi berisikan sebuah kantung besar yang di dalamnya adalah sebuah makanan agar para korban tidak kelaparan.


Dari mana mereka mendapatkan buah buahan itu? Yang jelas lah nyolong di istana melalui ruang waktu putri Liana, di dalam ruang waktu Eros pria itu telah meletakkan 50 Kloningan Mimi dan dirinya untuk memasak besar sebagai jaga-jaga agar nantik tidak kelaparan.


“Makanlah," Eros memberikan 1 ekor daging kambing yang sudah di bakar empuk kepada Mala yang duduk di ruangan Kusus mereka.


“Terimakasih tuan," kata Mala terharu Tuan nya masih memikirkan perutnya yang keroncongan.


“Sama-sama," Eros mencium kening Mala sebelum berpindah ke ruangan pengendali.


“Kau pasti lelah, bukan," Eros memeluk wanita yang memberikan pengalaman pertamanya.


“Apakah evakuasi di bawah berjalan lancar?" Tanya Putri Liana manja.


“Sudah, kita harus mengevakuasi korban dulu jika sudah tidak ada orang yang perlu di selamatkan, kita akan turun," Eros mengangkat tubuh putri Liana ke atas pangkuannya.


“Aku membawa makanan untuk mu," Eros mengeluarkan sekeranjang buah dan beberapa jenis roti kesukaan wanita itu.


“Terimakasih tuan,” ungkap Putri Liana.


“Bukan seperti itu caranya berterima kasih,” kata Eros.


“Apakah seperti ini,” putri Liana mencium bibir tebal Eros mesra.


Cuman itu berlanjut, di ruangan itu seketika panas.


....


....


“Apakah sudah selesai semua?" Tanya Eros kepada dua gadis yang melihat suasana dari atas.


“Sudah tuan ada seribu nyawa yang berhasil kita selamatkan karena banjir ini menimpa 5 desa. Banyak korban juga yang sudah tak tertolong, entah kemana!" Lapor Mala.


“Apakah anda sudah makan tuan?" Tanya Mimi.


“Aku sudah makan bersama putri Liana, bukanya sudah 1 jam aku menghabiskan waktu di atas tadi. Dimana si Sahvia?" Tanya Eros.

__ADS_1


“Sedang di asuh oleh si kembar," kata Mala. Dua burung unta itu tengah duduk anteng membiarkan si Sahvia merayap tubuh mereka.


“Kalian sangat baik mendidik mereka," puji Eros memeluk pinggang kedua wanitanya.


Kuuuuaaaaakkkkk... Kuuuuuaaaakkkk ... Dua binatang berkaki dua itu tersanjung di puji si tuan, sehingga membuat kedua wanita itu terkekeh.


“Kalian sungguh bahagia,” kata putri Liana sambil membenarkan celananya yang mengalami susah menarik resleting celananya.


“Astaga putri, anda dari mana saja," Mimi membantu sang putri memakai pakaiannya.


Uhuhukk... Eros tersedak air liurnya ketika memikirkan kenakalannya di waktu kejepit ini.


Gak pp kan aku nakal, masih darah muda pemirsa. Kata Eros dalam hati.


Brakkk... Brakkk ... Brakkk... Monster tanaman itu memukul pembatas, ia marah karena tak bisa memperluas danaunya.


Ketiga orang itu saling menganggukkan kepalanya.


“Mimi kau bawa kapal ini keluar dari kawasan, kita harus menjauhkan korban dari tempat ini, aku percayakan korban padamu," perintah Eros.


“Baik tuan," Eros dan putri Liana turun menunggangi tubuh si kembar sedangkan Mala merubah wujudnya menjadi serigala raksasa. kaki mereka telah di selaputi sihir sehingga mampu berjalan di atas air.


Sreeeetttt.... Panah putri Liana menusuk ujung akar Monster.


Merasakan kehadiran makhluk hidup seketika bunga melihat gerombolan Eros.


Gggeeeeeerrraaakkkkkkk.... Mulut bunga teratai itu mengaum.


Bukkk... Kaki burung unta yang di tunggangi Eros langusung menendang nya.


Srassss.... Eros memenggal satu akar seketika darah bercucuran.


“Ini bukan tanaman. Ini adalah Monster!" Teriak Eros.


“Ayo An, dekati daunnya," perintah Eros. Dengan kakinya yang lincah burung unta itu mendekati daun hingga bisa sampai di kelopak.


Sreeesss... Serangan Eros di tangkis, tubuh Eros tertangkap burung unta itu menerjang akar agar membebaskan tuannya.


Sedangkan di posisi Mala,.serigala itu mencampakkan kuku-kukunya yang tajam. Matanya memerah ketika sang tuan dikit oleh akar tersebut.


Srakkk... Srakkk... Srakkk... Pukulan begitu menggema Eros telah mengkloning dirinya, membiarkan tubuhnya di genggam erat oleh akar.


“Fokus! Putuskan akar-akar itu, dia tak akan mampu memakan ku. Aku mau mendekat ke arah monster itu," kata Eros.


Perkelahian tak terelakkan, akar-akar itu bak belut susah di tangkap dan di musnahkan karena jika di penggal satu maka tumbuh lagi satu.


Sreeeetttt Eros memotong akar sehingga ia lepas. Eros yang terjatuh langusung di tangkap oleh burung untanya.


“Terimakasih,” Eros mengelus kepala untanya.


Brakkk... Brakkk... Brakkk... Unta Eros berlari kencang meniti akar melompat ke kiri dan ke kanan agar tak mudah di tangkap, Eros begitu penasaran dengan hewan raksasa berakar banyak yang telah membuat kekacauan.

__ADS_1


Putri Liana juga memberikan serangan panas go'ib beruntun meski beberapa kali tubuhnya terhempas ke kiri dan ke kanan. Tubuhnya pun sudah membiru karena serangan Monster ini amatlah ganas.


Saat ini Eros sangat dekat dengan si monster, ia bisa melihat ada banyak mata dari kelopak bunga si Monster, maka dari itu Monster tersebut tau pergerakan musuhnya, Eros semakin banyak mengkloning tubuh mereka sehingga si Monster di kepung di segala arah...


Aaaaeeeeegggggrrrrrr... Pohon itu memberontak hingga air yang mereka pijaki bergelombang, kaki mereka yang sudah di lapisi sihir agar bisa berdiri di permukaan air pun tak sanggup bertahan.


Eros yang berada di posisi paling dekat terbanting berpisah dengan si Aan.


Begitu Semua orang terhempas cukup jauh.


“Monster ini kita belum tau kelemahannya," kata Eros mulai sedikit frustasi, bagiamana tidak si Monster ini meski sudah di kepung oleh begitu banyak orang, mereka belum mampu menumbangkan bahkan satu pun dari mereka tak mampu mendekat kecuali Eros yang tau wujud kelopaknya tadi.


Begitu banyak Kloning yang sudah musnah ada yang masuk ke perut ada yang hancur di cabik-cabik.


Eros berenang ke dasar danau mencari solusi di bawah sana. Ternyata danau ini memiliki kedalaman 5 meter dari dasar.


Gedebuk... Kepalanya menabrak sebuah peti besar.


“Apakah ada mayat?" Tanya Eros pada dirinya.


Pria itu merasakan sakit di keinginannya, sepertinya ujung peti itu melukai kening pria itu...


Tess ... Tess ... Tess ... Darah Eros menetes mengenai peti, seketika peri pun terbuka...


Greeeeaaaaakkkkkkkk.... Bunyi dari dasar danau seketika melengking di angkasa...


Para wanita langsung diam membatu, dasar air pun bercahaya, perlahan air surut terserap hingga tempat itu menjadi daratan.


“Ada apa ini? Dimana tuan, merekam?" Begitu ucapan yang tertanam di otak para gadis.


“Nanaga!!” teriak semua orang begitu syok.


Tidak ada Eros dibawah sana karena semua terlihat dengan mata telanjang, hanya ada seekor naga besar sangat mengerti.


Apakah Eros sudah di makan oleh naga itu?


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2