
Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏
...****************...
Uhhhhh.... Lenguhan seorang pria yang tengah tidur di atas awan yang putih. Rasa nyama, hangat serta sesak pria itu rasakan.
“Awww... Dimana aku?” tanya Eros ketika melihat sebuah alam yang sangat asing.
“Kenapa berat sekali?" Seketika Eros melihat ke samping kanan dan kiri. Matanya terbelalak ketika melihat Mala ada di lengan kirinya dan putri Liana ada di tangan kanannya serta Mimi berada di atas tubuhnya tempatnya si Mimi tidur dengan kepala di perutnya sedangkan si Shavia ada di atas dadanya.
“Uuuuhhhh," lenguhan dan gerakan Eros membuat tiga gadis itu bangun kecuali si Sahvia karena pemandu sistemnya lagi refresh.
Ting... Ding... Dong ... Selamat tuan, anda tengah menaiki level 500. Karena game over pemandu Shavia Juviatin Do-re-mi-fa-so-la-si-do dalam mode eror serta dalam proses refresh ke level anda.
“Lah kenapa level ku naek 100% ?” Eros melihat status nya kenapa bisa naik ke level 500?"
Ketika Eros membuka levelnya ia mendapat 1 notifikasi utama.
# Laporan sistem#
Eros memencet itu.
# Selamat tuan, anda berhasil menaiki level 430, 400 anda dapat dari penyelesaian misi menyelamatkan umat manusia serta 30nya anda berhasil menyatu dengan tabib aliran putih#
“Oh pantes saja aku merasakan perbedaan pada tubuhku,” Eros melihat tubuhnya di bawah alah sadarnya begitu terpukau, semakin lama ia semakin berotot dan wajahnya semakin tampan.
Eros melihat rekaman apa yang terjadi pada saat ia lupa diri, bulu kuduknya Meremang, ia begitu syok dengan apa yang terjadi, bagiamana para wanita itu siap mati dengannya, dadanya bergemuruh. Ia merasakan kupu-kupu menggelitik perutnya, pipinya memerah, ketika melihat detik-detik ia tak sadarkan diri.
__ADS_1
Bahkan tiga wanita itu membawanya terbang hanya untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran energi yang berasal dari tubuhnya, jika seandainya ia tak di bawa ke langit mungkin saat ini tiga alam sudah hancur, berbeda jika ia berada di luang angkasa, ledakan hanya seperti petasan yang tak melukai siapapun, pasti para wanita itu babak belur.
“Tuan, tuan, kenapa tuan memejamkan matanya lagi Mala,” kata Mimi khawatir.
“Entah, coba kamu periksa aja dulu Mi, siapa tau ada lukanya yang belum kering,” kata Mala.
“Aku gak papa, kita ada dimana?" Tanya Eros duduk , ia baru sadar jika tubuh nya tak menggunakan baju, hanya Bokser ketat yang melindungi tubuhnya bagian bawah.
“Tenang dulu tuan, aman kok kita tidak menyentuh anu anda, seminggu yang lalu baju anda hancur kami memang membelikan anda baju akan tetapi anda perlu pengobatan yang tak menggunakan apa-apa," kata Mimi.
“Di anu gak papa kok, ya sudah. Kita di mana ini?" Tanya Eros.
“Kita masih di langit tuan, seminggu ini kita belum mendarat," kata putri Liana.
“Oh gitu ya. Bagaimana iblis itu?" Tanya Eros, dalam hati pria itu menyangkan kenapa ia harus pingsan segala, padahal jika ia tak pingsan, bisa lah mengambil sebagian bangkai Monster itu untuk di jual, mau bagiamana lagi punya istri 3 harus memikirkan keuangan, bagiamana ia hadis memberi makan ketiga gadis itu.
“Waduh sebanyak ini?" Syok Eros.
“Ia tuan, ini hanya seperempat dari jasad Monster karena tak mungkin kita membawa jasad itu yang beratnya berton-ton.
“Tidak apa-apa, hitung-hitung sisanya untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah itu, kita hidup dengan uang ini sudah cukup selama 1 bulan," kata Eros.
“Tenang tuan, jika anda ingin menjadi kaya raya tanpa bekerja saya memiliki gunung emas di dalamnya emas-emas yang dapat anda jual untuk menghidupi kami," kata Mala.
“Anda bisa menjual obat-obatan langka tuan karena saya memiliki warisan bukit obat yang turun temurun, anda bisa menjual mereka untuk menghidupi kami," kata Mimi.
“Anda masih lupa istri anda ini seorang putri dan penyihir kondang, tanpa menjual obat-obatan serta emas, anda bisa mengambil uang di berangkas saya tuan," kata putri Liana.
__ADS_1
“Apakah kita sebaiknya membangun sebuah kastil Kusus untuk kita?” ujar Mimi berpendapat.
“Tidak usah, nanti aku akan membeli kastil di dalam sistem, sepertinya kita tak butuh memiliki rumah di desa maupun kota, aku hanya ingin menjadi petualang. Malam atau ketika kita melakukan hari libur kita akan menikmatinya di ruang waktu," kata Eros.
Wah, enaknya punya istri kaya, nambah 1 boleh gak Thor?. Batin Eros.
“Astaga gue udah kasik 3 masih mintak nambah,” nyai otor ngedumel🙈.
Kretek... Kretek... Bunyi sesuatu mencuri perhatian 4 orang itu.
“Tuan, lihat dia?” tunjuk Mala.
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
__ADS_1
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini