
Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏
...----------------...
...----------------...
Angin begitu gemuruh, rasa dingin tiba-tiba menusuk tulang. Penglihatan Eros hanya mengandalkan remang-remang sinar bulan purnama yang menelusup ke rerimbunan daun pohon yang sangat tebal sambil menyaksikan sebuah keajaiban di depan mata.
Ia melihat Serigala itu merubah wujudnya menjadi seorang wanita sangat cantik menggunakan gaun indah menjuntai hingga di tanah.
Wanita itu mendekati Eros lalu menarik jaring yang melilit butuh Eros hingga terlepas dengan mudah, “Maafkan hamba telah menakuti tuan!" Kata jelmaan serigala itu.
“Kalian seret semua mayat disini, bersihkan jangan sampai ada darah masih tersisa. Lindungi gunung sekitar tempat ini, jangan sampai ada manusia yang melintas. Aku tak mau tuan ku melihat hal menjijikkan itu dan merasa terganggu dengan hadirnya manusia lain,” perintah siluman serigala legendaris itu.
“Siapa kamu?" Tanya Eros waspada.
“Mungkin karena sudah berabad-abad lamanya anda menjelajahi Waktu serta terlahir beberapa kali anda melupakan saya tuan. Perkenalkan nama saya Jumalakotin Suketi jubedah Suroso bisa anda panggil Mala!” kata jelmaan Serigala.
“Kenapa begitu panjang?" Tanya Eros.
“Bukannya 100.000 tahun yang lalu Anda memberikan nama itu kepada saya karena semakin berkembangnya jaman serta nama semakin kece tahun ke tahun saya mengubah nama panggilan saya menjadi Mala Tuan. Meski di KTP tetap Jumalakotin Suketi jubedah Suroso maka dari itu saya terkenal serigala Juju yang berarti Jumalakotin Jubedah tuan, wujud manusia saya tak pernah mereka lihat!” terang Mala.
Hanya di Negri ini serigala punya KTP. Penulis Sampek bingung ini hingga geleng-geleng kepala.
“Tapi aku bukan tuan mu!” tekan Eros, karena ia merasa asing tempat itu dan ia masing mengingat memori ia baru brojol dari perut ibunya. Bahkan nada tangisnya baru lahir adalah D minor. Pembaca bayangkan saja seperti apa tangis si Eros.
Eros yakin itu, karena selama ini ia selalu di bumi, “Mata saya tak pernah salah tuan. Coba tanya itu pada tikus anda, apakah ia tau dari mana asal kekuatan pengendalian waktu anda!” kata Eros.
“ShaVia!" Panggil Eros.
__ADS_1
“Sialan serigala tua. Kau membuat keberadaan ku tak misterius lagi," omel si tikus Via berdiri sambil mendekap kedua tangannya.
“Dasar mahluk go'ib. Sekarang kau jelaskan pada Tuan," perintah Mala.
“Sialan si nenek-nenek luknut ini. Nunggu aku hibernasi, nanti aku akan lebih cantik dari mu!” kata Via memandang permusuhan pada Mala.
“Cih, paling tepos sana sini," sepertinya duo wanita jadi-jadian itu akan menjadi rival untuk mencari simpati si tuan dimasa mendatang.
“Sudah-sudah. Kalian ini kenapa berantem. Macem Tikus dan Serigala saja. Cepat jelaskan padaku!" Tegas Eros.
Memang Tikus sama Serigala Tuan!. Batin kedua hewan itu.
“Yang di katakan oleh si Sri ini bener tuan. Level ada baru satu, lihatlah kemampuan anda hanya dua yaitu sistem terjemah bahasa serta Sistem klonong Bos, awalnya saya syok dengan kemampuan alamiah anda. Bdw ketika anda menyerap Q membangunkan aura biru anda tadi itu keren loh bos. Seharusnya anda bisa membangunkan aura buru anda di level 5 nanti," jelas Via.
“Apah? Itu tidak mungkin karena selama ini aku menjadi manusia biasa, bahkan aku hidup normal," sanggah Eros.
“Bisa jadi tuan, karena datangnya anda kesini pasti punya alasan yaitu untuk kedamaian alam semesta, Kerajaan tiba-tiba di serang penyakit ganas tiba-tiba, kerisis ekonomi semakin mencekik, tak hanya itu kekacauan yang seminggu ini menyerang daratan dimensi ini!" Ungkap Mala.
“Di balik gunung Moru, monster beranak pinak dengan cepat siap menyebar ke penjuru negeri, keselamatan dunia tengah di pertaruhkan. Saya melihat telur telur mereka begitu banyak, iblis penjaga juga banyak, saya tak bisa memasuki kawasan itu karena ada tabir pembatas bagi maklum manusia serta binatang tak bisa melangkah. Bahkan saya sendiri jika menginjak tabir itu maka mana kehidupan saya akan musnah," kata Mala.
“Apakah iblis bisa hidup berdampingan dengan manusia?" Tanya Eros.
“Monster bersifat parasit dan ia akan menjadikan manusia sebagai santapan serta menjajah hidup manusia yang tak bersalah," kata Mala.
“Mereka masih menjadi telur semua kan?" Tanya Eros.
“Ada yang sudah menetas, karena suhu disini cocok untuk peternakan iblis, hanya butuh satu Minggu di dalam telur mereka sudah menetas Tuan! Jika semakin banyak iblis menetas maka dimensi ini akan semakin kering," lapor Mala.
“Dengan level anda saat ini, jangankan membunuh iblis membunuh manusia rendah saja anda tidak mampu bos!" Kata Via jujur.
“Uhuhuk... Uhuhukk.... Kau benar, dasar sapiaaa, jujur banget hingga menyelekit di hati," gerutu Eros.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita menyatu Tuan, malam ini juga di goa saya?” tawar Mala.
“Menyatu dengan mu?" Eros memastikan, kedua hewan itu mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban. Eros memandang wajah bak bidadari Mala.
“Ayo cepat tuna mumpung ini masih malam, waktunya cocok untuk menyatu agar level ada bisa naek," ajak Via.
“Tapi di dalam gua mu ada kasur Kusus tidak?" Tanya Via layaknya asisten untuk memastikan kenyamanan tuannya dan di jawab anggukan kepala oleh wanita jadi jadian itu.
“Ayo naek ke punggung ku!" Mala berubah menjadi serigala raksasa dan membawa tuannya secepat kilat bak busur di lepaskan.
Kira kira mereka mau ngapain ye🤭.
Mana\= Jiwa kehidupan
To Be Continued
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1