
Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏.
...----------------...
Pria itu membuat pelindung di luar kepal pesiarnya agar tak terlihat oleh siapapun. Air mata para korban yang selamat tak mampu mereka bendung ketika melihat sanak saudaranya yang menghilang telah di santap oleh teratai itu dengan keji.
“Apa itu?” tanya Eros.
“Tuan kita harus cepat pergi dari sini,” kata Sahvia.
“Putri Liana, terbang," perintah Eros.
Putri Liana menerbangkan gelembungnya, seketika mereka melihat hamparan danau. Mereka baru sadar ketika melihat dari atas, bahwa ada sebuah akar menghancurkan beberapa tebing pembatas antara daratan dan perairan hingga air menaiki bendungan.
Dari apa yang Eros lihat ini bukan bencana alam melainkan perbuatan dari monster mengerikan di depan mata mereka. Monster itu sebuah tamanan yang akarnya menyerupai ubur-ubur.
“Kita harus turun tangan, jika kita diam, aku yakin semua daratan akan lenyap,” mata Eros memerah,
“Benar Tuan," kata putri Liana.
“Mari buat pelindung dulu,” Eros menarik Putri Liana ke arahnya, mereka saling membaca mantra tak lama kemudian tubuh keduanya terbang ke langit, dari tubuh keduanya sebuah pelindung tabir terbentuk dari atas langit memberikan pembatas sekuat baja antara perairan agar musibah itu tak semakin merambat.
Tak lama kemudian eros menciptakan sebuah Kloning dirinya dan ketiga istirnya, serta perahu kecil di atas perairan yang berombak. Tak lama kemudian ia membuat Kloning dari perahu dan isinya sebanyak 100. 100 perahu itu mencari korban yang belum tertolong.
“Apakah dia adalah sang pahlawan Misterius?" tanya seorang ibu-ibu melihat takjub wajah Eros dari bawah, kali ini gerombolan Eros tak menggunakan penutup apapun karena kejadian itu begitu mendadak.
__ADS_1
“Benar, tuan kami tak ingin terekspos, beliau tidak suka pamrih. Ia siap membantu asal kalian merahasiakan wujudnya ke ranah publik," kata Mimi membalut luka di tubuh nenek tersebut.
Semua orang begitu takjub dengan kemampuan membelah diri Eros, mereka semua tau siapa Eros karena wajahnya berbeda dengan mahluk bumi ini, Eros adalah pira yang cantik dan dalam hati nurani mereka bertanya? Orang yang rela terjun menyelamatkan nyawa manusia yang tak ia kenal akankah sanggup membuat keributan, bahkan orang ini yang menyelamatkan nyawa manusia dari para Monster tempo hari.
“Tenang nona, kami akan merahasiakan identitas tuan anda, dia pahlawan sesungguhnya. Kami memang mencintai kerajaan akan tetapi tuan ini yang menyelamatkan hidup kami, menolong sodara-sodara kami. Jika kami melaporkan terhadap raja apa tidak terlalu jahat dan tak tau diri kita menjadi manusia.”
Semua orang menganggukkan kepalanya setuju, bahkan mereka menganggap berita Eros ******* itu hanyalah hoak. Sebab seorang putri Liana, seorang putri kerajaan mereka tunduk akan perintah Eros, wajah sang putri begitu cantik dan kecantikannya nomer satu, meski si putri tak mengatakan identitasnya mereka tetap tau siapa putri mahkotanya.
Semua Kloningan telah turun, Mala mengambil kendali dalam strategi pencarian, Eros dan putri Liana sudah selesai membuat pembatas agar tiada lagi daratan yang hilang di hancurkan oleh Monster tersebut.
Sang putri memasuki ruangan semedi agar pelindung mereka semakin kokoh.
Brakkk.. dua binatang yang di simpan ruang waktu memberontak hingga keluar sendiri.
Kuaaakkk... Kuaaakkk... “Mereka ingin berperang dengan anda Tuan, mereka akan berguna sebagai tunggangan anda untuk berperang," kata Mimi mengambil baju zirah tuanya agar mereka semua tau mana tuan yang asli dan mana kloningan.
“Kata si Mimi, benar tuh bos," Shavia melompat mendekati dua binatang itu.
“Apa tidak apa-apa mereka ikut?” Eros menarik tubuh Mimi menariknya masuk ke dalam ruang waktu dalam sekejap mata.
“Birkan mereka pergi tuan, tau tidak segala apa yang kita pelihara dari kecil itu akan mencintai kita sehidup semati, anda bisa menggunakan mereka ketika melawan iblis raksasa aneh itu," kata Mimi memberi pengertian.
“Aku gugup," kata Eros memeluk tubuh Mimi, memang tubuh pria itu gugup hingga bergetar. Berawal dari menjadi manusia biasa hingga menjadi pria hebat semuanya tidak lah mudah, kadang pria itu mengira semua ini masihlah mimpi.
“Apakah anda mau menghilangkan rasa gugup itu?" Tanya Mimi dengan wajah merah.
__ADS_1
“Sepertinya aku butuh itu,” Eros semakin mengeratkan pelukannya, ia memeluk wanita yang pertama kalinya membuat ia bertekad menyelamatkan dunia.
“30 menit, hanya sebentar saja, aku mau kamu Mimi," bisik Eros membopong tubuh Mimi yang pasrah ke dalam kamar.
Di atas ranjang hangat miliknya, Eros mencium bibir seksi itu, membelai lembut ekor Mimi yang sangat sensitif, membelai lembut tubuh itu dengan mata memuja, membangunkan insting prianya yang perkasa.
Masih sempet si dedek Eros kita mencari bekal. 😏.
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1