Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Tak terkendali


__ADS_3

...Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏...


...----------------...


“Eros... Eros ..." Suara wanita yang sangat pria itu rindukan.


“Mama!"kata Eros.


“Eros... Eros," panggil suara pria yang sangat ia kenal dan amat ia banggakan meski pekerjaannya hanya menjadi PNS.


“Eros, bangun," panggil seorang wanita yang selalu menyayanginya sedari kecil.


“Kakak, apakah kalian datang kesini untuk mengantarkan ku ke alam baka? Maafkan aku Ma, Pa, Kak. Kali ini aku mati benar-benar mati,"


“Kau ingin meninggalkan ku Tuan?" Tanya Mala yang berlumuran darah sambil memegang pinggangnya yang encok.


“Mala,"


“Anda selalu meninggalkan saya sehingga sampai ini saya menjadi perawan karatan tuan, karena kerjaannya macem scurity yang siang malam tetap menunggu gedung yang tak pernah menghiraukan mereka," kata Mala tertatih.


“Tuan tadi anda mencium saya, saya terlahir menjadi budak apakah anda akan mencampakkan saya?” kata Mimi.


“Tuan, aku sudah mati, apakah kau tak mau membalaskan dendam ku pada binatang itu atas kematian ku?" Tanya Putri Liana yang tubuhnya telah di lumuri darah.


Air mata Eros menetes, Seketika tubuh Eros bersinar biru terang.. mata pria itu bak laser siap menghunus siapapun.


Bib... Bib... Bib ...


Sistem Over...


Semua orang menundukkan kepalanya kerena rasa silau seakan mencabik-cabik tubuh merek.


“Menjauh dari arena perang!” teriak Mala menggelegar, seketika orang-orang yang membantu melarikan diri, Mimi yang melihat keadaan di atas bukit langsung menangis.


“Nona, nona anda mau kemana?" Teriak orang-orang karena kaget melihat kenekatan gadis setengah binatang itu.

__ADS_1


Brukkkkk ... Seketika tubuh Monster tikus itu terlempar hingga 20 meter.


“Berani kau memakan kesayangan ku, maka akan ku sate tubuh gemuk mu ini," Eros menarik tubuh besar hewan itu dengan satu tangan.


Brakkk... Eros membanting Monster itu dengan enteng.


“Kau yang melahirkan hama ini bukan maka kau layak Musnah,” Eros memutar tubuh di langit bak gasing... Sreeeetttt....


Gauuuuuuuungggggg..... Bunyi erangan kesakitan di mulut besar si induk monter itu Ketika sebuah pedang Hitam Eros menusuknya.


Tak hanya tertusuk akan tetapi tubuh besar itu meledak karena tak sanggup menahan panasnya sinar yang keluar dari tubuh pria yang sudah mulapakan jadi dirinya, mata pria itu kosong, hanya hawa menakutkan yang terasa mencekik.


“Bos, bos ... Nyebut bos, nyebut," Sahvia menahan panasnya suhu tubuh Eros, dengan susah payah gadis kecil itu saat ini berada di kepala Eros.


Air mata Eros menetes, Seketika tubuh Eros bersinar biru terang.. mata pria itu bak laser siap menghunus siapapun.


Bib... Bib... Bib ...


Sistem Over...


Greeppp.... Sepasang tangan memeluk tubuh Eros yang akan meledak...


“Mimi, pergi dari sini, tuan dalam keadaan di luar batas, kau akan mati seperti monster itu jika kau terkena cahaya dewa Tuan," kata Shavia.


“Aku tidak mau, dia demi menyelamatkan nyawaku menentang sebuah kerjaan, biarkan aku ikut hancur dengan tuan," kata Mimi memeluk sisi kanan tubuh Eros yang berdiri bak patung, tubuh pria itu seperti di bakar oleh api biru.


“Begitupun dengan ku, aku ingin musnah saja di dunia ini, aku akan ikut tuan ke alam barka, kali ini aku tidak akan menjadi penunggu aku siap musnah Via,” kata Mama memeluk sisi kiri Eros.


“Dan jangan lupakan aku," kata seorang wanita yang babak belur di wajahnya.


“Kau tidak mati jadi Putri?" Tanya tiga gadis itu.


“Tidak lah, gini gini aku memegang kartu VIP malaikat kematian, jadi aku bisa negosiasi kapan mau mati dan kapan aku ingin hidup," kata putri Liana.


“Wow, keren!" Kata tiga gadis itu.

__ADS_1


“Ya tidak lah, aku ini kan penyihir bisa menghilang kapan saja cuma tadi aku salah memilih tempat mendarat, lihat ini wajah cantik ku mencium batu si maling kondang," putri Liana memeluk Eros dari depan.


“Tuan kami disini, siap merasakan rasa sakit anda," kata putri Liana, “Anda masak mau tinggalkan saya mendiri sehabis kawin kemarin, saya belum siap menjadi janda tuan, sadar,” bisik putri Liana.


“Janda?" Gumam Eros mulai sadar.


“Ia aku tak mau jadi janda, lihat madu-maduku belum pernah anda ajak nganu masak anda mau ko'it duluan," kata putri Liana mengomel. Putri Liana mencium bibir Eros, tiga gadis itu merasakan sakit di cabik-cabik.


“Aku Jumiatin Jola Jola kukuruyuk menerima tuan ku Eros Ze sehidup semati, aku siap menyerap rasa sakit bak spon cuci piring di dapur," Mimi mengeluarkan cahaya putih, “Wow, dia keturunan tabib putih yang langka dan tersembunyi," kata mala. Identitas tabib putih merupakan tabib yang hampir punah.


Putri Liana menarik tangan tangan Mimi untuk bertukar posisi, tangan Mimi menarik wajah Eros lalu mencium pria itu, seketika tubuh ketiganya terbang ke langit bak lampu putih, merah, oranget dan biru. Karena Mala dan putri liana ikut membuka mantranya.


Semua orang di bawah melihat fenomena itu....


Duarrrrrr......


....


....


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.


__ADS_2