Sistem Pengembangan Dewa

Sistem Pengembangan Dewa
Mana Murni Monster


__ADS_3

Hay Reader Sayang Nyai, Dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terimakasih sudah Sudi mampir di karya receh nyai🙏🙏🙏


...----------------...


Hoossshhh... Hosssshhh... Nafas memburu dari hidung dan mulut Eros terdengar jelas. Saat ini pria itu berada di luar pembatas lahan yang di lindungi


“Apa yang harus aku lakukan?" Saat ini Eros merasakan berada di posisi buntu.


“Tuan! Lihat itu," tunjuk Mala pada monster yang ada di dalam labirin pelindung.


“Naga Asire bisakah kau lindungi labirin ini agar tak hancur," pinta Eros, pria itu sedikit syok ketika melihat Iblis itu bertahan hidup.


Bagiamana tidak, akar yang tadi mereka tebas di makan oleh Monster itu, getah yang persis darah di serap oleh akar tanaman hingga membuat mereka bertahan hidup.


Bahkan Eros semakin bengong ketika Teratai itu memakan akar-akarnya sendiri untuk bertahan hidup, seperti manusia kecanduan narkoba.


Tak lama kemudian Monster bunga Teratai semakin membesar hingga perlahan memenuhi ruang labirin pembatas yang Eros ciptakan. Sungguh tidak mudah menaklukkan seekor monster.


“Aduh Aan, kau patah lengan ya?” Eros baru ingat ketika ia di hempas oleh si burung itu.


Kuwakkk... Kuwaakkk... Si Aan menggosokkan kepalanya di pundak Eros, “Ah kasiannya," Eros mengelus kepala si Aan.


“Cih, dasar burung genit," kata si Mala.


Kuwakkk... Kuwaakkk... Aan tak terima, ia memandang Mala sambil mencibir, untung si Aan ini burung unta bisa-bisa nambah selir laki gue, batin si Mala.


Melihat saudara kembarnya di manja oleh sang tuan, si Mila yang tadi biasa berdiri tiba-tiba pincang, memang paha burung unta itu luka hingga bulunya habis sebelah jika orang biasa pasti pincang berbeda dengan dua hewan kontrak Eros ini.


Kuwakkk... Kuwaakkk... Kali ini si Mila mendadak lemas mendekati Eros.


“Sepertinya kalian sudah terluka. Oh bayi burung untaku," Eros memeluk Mila dengan manja, Eros merasakan kasihan terhadap dua binatang raksasa itu. Baru berapa hari menetas sudah terjun ke dalam Medan perang, Eros bisa melihat kegigihan dua binatang itu melindunginya serta sang istri.


“Kalian istirahat sebentar, biar Mala mengobati kalian,” Eros memasukkan dua binatang itu ke dalam ruang waktu dimana Mimi berada.


Warning...‼️


Sistem Warning ‼️


Bersamaan dengan itu...


Keretak... Keretak... Keretak... Bunyi pecahan partikel dari labirin pelindung tersebut.


“Awas tuan," Mala mendorong Eros, karena satu buah akar keluar dari dalam melilit tubuh Mala.

__ADS_1


Brak... Brak... Brak... tubuh Mala di jadikan alat sebagai pemecah labirin tersebut, tubuh Mala saat ini kayaknya sebuah batu untuk memecahkan dinding.


“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Eros, tanya yang tersungkur sejarah 5 meter dengan putri Liana.


“Saya tidak apa-apa Tuan," kata putri Liana.


Mata Eros memerah ketika melihat Mala di gulung seperti mumi lalu di jadikan alat menghancurkan pembatas.


Jika seandainya Naga Asirey tidak melingkar memenuhi labirin mungkin pemabatas itu sudah hancur. Eros mengangkat pedang Hitamnya langsung menebas ekor itu.


Crassss... darah muncrat karena akar itu setajam jarum dan menusuk perut naga Asirey. “Berani kau melukai keluarga ku!”


Eros dan putri Liana melompat ke puncak labirin lalu Eros menarik tubuh sang istri lalu menyatukan bibir mereka hingga tubuh mereka terbang ke Langit.


Trakkk.... pembatas seketika pecah dengan sekali hentikan tangan Eros. Semau orang yang berada di luar labirin melihat monster itu yang sebesar gunung dan itu sangat mengerikan.


“Monster... moster!" teriak semua orang, mendengar suara manusia akar si moster mencari keberadaan manusia


Greeeesssss... seketika penyatuan Eros di atas sana mengahasilkan pemabatas terbuat dari baja yang tebal dan tinggi, pembatas ini bisa menjadi pembatas daratan tinggi dan daratan rendah yang rawan longsor.


Guuuuuaaakkkkkk.... si monster mengamuk dan tak terima.


Bunyi sistem Eros menyita perhatian pria itu, Eros melihat ke ke tangannya, seketika ia melihat sebuah item bola ruang dengan harga yang fantastis yaitu 20rb karma poin tanpa pikir panjang ia membeli item tersebut.


Brukkkkkkk... Eros melempar bola itu seketika bola itu menghisap Monster dan membungkus seluruh mosnter tersebut.


“Naga Asire apakah kau bisa hidup apa sudah ko'id?" tanya Eros.


“Hanya bolong sedikit tubuh saya mana bisa tumbang begitu saja bos," kata naga Asirey.


“Persiapkan dirimu dan Mala, putri Liana bantu aku menulis mantra pemusnahan!"


“Siap tuan,” tiga orang itu berlipat ganda dan menulis mantra di permukaan bola ruang waktu itu.


“Sekarang!" Naga Asirey melilit bola itu lalu Mala memegang kepala Naga Asirey lalu memutar naga layaknya main gasing.


Putri Liana dan Eros membangun kekuatan sihirnya hingga ... Demmmm.....


Bola itu terbang hingga menembus atmosfer hingga berada di luar angkasa, “Tuan apakah tidak apa-apa kita kirim ke matahari?" tanya Mala.


“Tidak apa-apa, ayo kita lihat apa yang terjadi jika kita bakar jasat monster itu," kata Eros duduk di tanah.


Seketika matahari mengalami gerhana sekejap, hanya butuh 1 menit mosnter itu sudah hangus.

__ADS_1


Plak... ruang waktu Eros mengecil seperti bola yang semula. Eros tak menyangka jika bola ruang waktunya tak ikut hangus malah kembali ke pangkuannya.


“Tuan lihat di dalamnya,” ujar Putri Liana.


Eros mengangkat bola itu seketika ia juga bingung ketika ia melihat sebuah kristal yang bercahaya di dalam bola ruang waktunya.


“Apa ini?” tanya Eros.


“Itu adalah Mana murni monster level 10 bos, coba kau masukan dalam Item maka kau akan menaiki level lagi, karena telah berhasil menolong nyawa manusia," kata Via.


“Ayo kita pulang," ajak Eros.


“Sebentar, Naga Asirey bisakah kau berubah menjadi manusia? Kau begitu mencolok jika ku bawa kemana-mana, yang ada semua manusia di daratan akan takut melihat mu,” kata Eros.


“Sayang saya itu hanya bisa berwujud naga doang tuan, tapi tenang saya bisa menjadi sesuatu yang dapat anda sembunyikan," Naga Asirey berbuah kecil seukuran gelang.


Eros mengambil Naga itu, tanpa di suruh Naga Asirey melingkar di tangan kiri Eros. Naga itu selalu stay melihat ke segala arah untuk melindungi tuanya.


“Hari ini begitu melelahkan, ayo kita pulang." Eros memeluk pinggang dua istrinya di kanan dan kiri.


“Aku ingin berendam dengan kalian di sumber,” Eros mencium pipi kedua istrinya tanpa sungkan.


Aduh Dedek Eros kita udah besar 🙈...


Baru up lagi all, lagi sibuk beberapa hari ini🙈🙈🙈🙏🙏🙏🙏


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2