Skandal Putih Abu

Skandal Putih Abu
Join tim voli


__ADS_3

Hari terakhir di minggu pertama Atlanthea bersekolah, penuh drama dan menyebalkan. Andai saja ia tak bertemu Samudrian dan tak mengikuti ekskul basket, mungkin tak akan jadi seperti ini.


Atlanthea sibuk memikirkan masalahnya tentang Samudrian, basket, turnamen, latihan, scrim, dan masih banyak lagi.


Dan ketika tiba di kelas, ia melihat kotak bekal makanan, dengan amplop yg sama seperti kemarin. Permasalahannya makin bertambah, ia membuka surat itu dan membacanya.


Tubuhmu wangi, boleh aku menciumnya?


Jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain, aku cemburu.


Atlanthea meremas surat itu dan membuangnya.


Dita yg baru tiba menatap meja Atlanthea, "Lagi?" Thea hanya mengangguk malas.


"Apaan tuh?" Setelah menaruh tas, Dita duduk di kursi Anne yg berada di depan Thea. Ia membuka kotak bekal makan itu, isinya sandwich dan salad buah.


"Wow, kayanya enak nih! Boleh gue coba ngga?"


"Makan aja, gue udah sarapan" Thea memberikannya pada Dita.


Tak ada yg salah tentang kemungkinan ada orang yg menyukai Atlanthea dan memberikannya hadiah seperti ini, namun yg mengganggu pikirannya adalah, surat itu.


Isi dari surat itu terlalu menyeramkan untuk Atlanthea baca, terkesan kasar dan vulgar. Pengagum rahasia? Ia kira ini lebih seperti stalker.


Jam pelajaran di minggu ini berakhir. Thea, Anne, dan Dita memutuskan untuk pergi ke caffe yg berada di dekat sekolah.


Namun ketika hendak keluar dari kelas, seseorang menghadangnya.


"Atlanthea! Lo di panggil Kak Arfan, ditunggu di GOR!" Ucap salah satu murid yg ia pun tak tahu siapa.


"Arfan? Siapa?"


"Pembina tim basket"


"Apaan lagi sih! Males gue!"


"Yaudah sana temuin dulu! Aku sama Dita nunggu di parkiran ya?"


Atlanthea mengangguk, mereka berjalan beriringan lalu berpisah di gedung olahraga. Ia memasuki gedung itu dan mencari keberadaan orang itu.


Yg ia tahu, Arfan adalah pembina tim basket putra dan putri, mantan kapten tim basket putra, dan ia sedang berkuliah.


"Ada apa ya Kak?" Atlanthea masih sedikit dongkol jika berurusan dengan basket, dan semua itu karena Samudrian.


Arfan tersenyum lembut, "Kenapa ngga mau join tim basket, hm?"


Atlanthea malas sebenarnya membahas ini lagi.


"Maaf Kak, gue ngga bisa!"


"Kenapa? Apa gara-gara Sam?" Arfan melirik Sam yg tengah bermain basket sendirian di tengah lapang.


"Hm," Atlanthea ingin bicara iya, namun tak segan.

__ADS_1


"Bukan"


"Terus?"


"Karena.." Atlanthea mencoba berpikir lebih keras, alasan apa yg akan ia gunakan untuk menolak Arfan.


Atlanthea kebingungan, ia melirik kesana kemari dan tiba-tiba terlintas ide, "Gue udah join tim voli"


"Voli?" Arfan dibuat kebingungan dengan jawaban Atlanthea.


"Iya" tegasnya.


"Lo yakin?" Arfan ingin memastikan.


"Yakin!" Yakin 100%, lebih baik ikutan ekskul voli daripada balik lagi ke basket, pikirnya.


Arfan hanya tersenyum menanggapi.


Atlanthea pamit undur diri, ia sedikit terganggu dengan kebohongannya pada Arfan. Tapi, sudahlah. Yg terpenting sekarang adalah Atlanthea tak akan di paksa untuk ikut basket lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Welcome Saturday!


Hari ini adalah dimana MST akan berlangsung di venue Grand Wall Company.


Atlanthea sudah siap dengan jersey barunya. Rombongan dengan 2 mobil, 1 mobil berisi player dan 1 mobil berisi coach manager dan tim.


Sebelumnya, Atlanthea dan tim hanya datang perorangan, tanpa coach atau manager. Kali ini berbeda, ia memakai jersey berlogo Under Water Squad dengan nama punggungnya, Mizukage.


Abi dengan nama punggung Tsuchikage


Dio dengan nama punggung Kazekage


Gio dengan nama punggung Raikage


Pertandingan telah dimulai beberapa jam yg lalu, UWS akan bermain pada game ketiga melawan tim Projamm.


Setelah tiba, mereka langsung digiring menuju stage bersama coach, sedangkan manager dan tim menunggu di backstage.


Di depan stage, penonton memenuhi kursi, mereka begitu antusias melihat tim kesayangan mereka bertanding di atas stage.


Pertandingan best of 3 itu berjalan, mereka semua fokus pada permainan.


Melewati sesi banned and pick hero, mereka bermain pada match pertama dengan dimenangkan oleh tim UWS tentunya, match berlangsung selama 18 menit.


Berlanjut ke match 2, pada fase banned and pick hero, banyak hero power dari tim UWS yg disingkirkan. Alhasil, game kedua ini UWS mengalami kekalahan di menit 24.


Dan di match terakhir, UWS tak ingin menelan kekalahan. Mereka kembali memenangkan match pada menit 11, waktu yg cukup terbilang sangat singkat.


UWS the winner for the first game.


Mereka lolos ke babak semifinal.

__ADS_1


Mereka turun dari stage, menyusul tim di backstage.


"Nice!" Ucap Uzy sambil memeluk satu persatu anggota timnya.


"Semifinal kita ketemu Mockingjay, kalian ngga pernah kalah kan, ngelawan mereka?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menunggu beberapa jam, semifinal berlanjut.


Game pertama UWS vs Mockingjay, masih best of 3.


Tanpa babibu, UWS membantai Mockingjay dengan skor 2:0. Mereka tak memberi kesempatan tim itu untuk mendapatkan poin.


And welcome grandfinal.


Tim UWS berhasil lolos grandfinal. Di puncak klasemen, ia akan memperebutkan piala melawan tim Robin Hood.


Atlanthea dan tim terus berjuang demi kemenangan. Mereka bermain dengan fokus, tinggal selangkah lagi untuk mencapai juara.


Babak penentuan juara mengusung best of 5, minimal UWS harus mendapatkan 3 kemenangan pertama untuk membantai habis Robin Hood.


Mereka beradu gameplay, skill, mikro, makro dan strategi.


Match pertama, dimenangkan UWS, 1:0.


Match kedua, UWS masih mendominasi, 2:0.


Match ketiga, UWS membuat kesalahan hingga akhirnya skor menjadi 2:1.


Match keempat pun lagi-lagi UWS kewalahan menghadapi gameplay Robin Hood, skornya disusul, 2:2.


Match kelima, match penentuan siapa yg akan menjuarai MST bulan ini. Suasana berubah tegang dan serius. Ini hanya match lokal, tapi rasanya seperti world cup.


Di match terakhir itu, posisi UWS sangat tersudutkan, kalah gold, lanning face, turret, dan zona.


"Tenang guys, kita bakal menang" Leon sang leader tim mencoba mencairkan situasi yg tegang ini.


"Kita maen aman dulu. Inget! Game mobile legend itu game moment, kita harus dapet satu moment itu, dan kita bakal menang! Kita tunggu mereka blunder, abis itu kita manfaatin!" Leon berbicara dengan tegas, temannya hanya mendengarkan perintah Leon.


Atlanthea mencuri lord dengan flameshoot yg ia gunakan, Robin Hood membuat kesalahan dan UWS memanfaatkan itu, lord menjadi milik mereka dan semua pemain Robin Hood dibantai oleh Atlanthea, hingga ia mendapatkan savage di detik-detik terakhir match panas itu.


Teriakan penonton dan caster menggema, meneriakan nama Mizukage yg mendapatkan moment ikonik itu.


Match berakhir di menit 39, cukup lama dan alot.


"CONGRATULATIONS FOR UNDER WATER SQUAD TO BE A WINNER FOR MONTHLY SERIES TOURNAMENT" Teriakan caster menggelegar didalam venue.


Atlanthea melepas kacamata dan earphonenya, begitu pun dengan yg lain.


Coach dan tim menghampiri mereka di atas stage untuk berpelukan dan merayakan kemenangan mereka.


"Congrats kids" Uzy memeluk mereka berlima.

__ADS_1


Mereka menerima piala, sertifikat, dan juga uangnya. Setelah mengikuti sesi foto dan fanmeet, akhirnya mereka pulang ke GH.


...----------------...


__ADS_2