Sketsa Cinta Tuan Kendra

Sketsa Cinta Tuan Kendra
Kesalahan besar


__ADS_3

Ken terdiam mematung saat Mizzy mendekatinya, gadis itu mengusap leher tegas milik Ken dengan sangat agresif, sebelah tangan mengusap dada bidang Ken yang masih berbalut kemeja, lalu dengan nakal Mizzy membuka satu persatu kancing kemeja Om-nya itu.


Ken memejamkan mata sejenak, bulu kuduknya seketika berdiri, merasakan sentuhan tangan nakal Mizzy, tanpa sadar Ken menikmati semuanya.


Ken manatap lekat Mizzy, mereka kini saling menatap satu sama lain, Ken melihat bayangan mendiang istrinya di sana, perlahan Ken mendekatkan wajahnya kearah wajah gadis itu. Menempelkan bibirnya di bibir Mizzy, entah setan apa yang sudah merasuki keduanya, mereka bertukar silivanya.


Tangan Ken mulai bergerak liar, menakan bokong Mizzy agar rapat padanya. Mizzy si gadis polos itu, seperti sudah hilang kesadarannya.


Reflek keduanya berjalan dengan bibir yang masih bertukar silivanya itu ke dekat ranjang, perlahan Ken memberikan Mizzy, yang ada dalam bayangannya itu adalah Zalleta.


Tangan Ken mulai menyusup ke dalam kaos yang masih membalut tubuh Mizzy, ******* manja terdengar dari bibir gadis itu. Membuat darah Ken semakin bergejolak.


AC di kamar tersebut seperti tidak berfungsi, keduanya merasakan hawa panas yang sangat dahsyat.


“Aaaww .... ” teriak Mizzy kesakitan saat Ken menyatukan dirinya dengan gadis itu.


Ken Sahara membungkam kembali bibir gadis itu dengan ciuman lembut, membuat rasa sakit yang dirasakan oleh Mizzy berubah kembali menjadi rasa nikmat yang tidak pernah ia rasakan selama ini, begitu juga dengan Ken.


Ken dan Mizzy benar-benar seperti sudah kehilangan akal sehat mereka, kamar itu menjadi saksi pergulatan panas mereka berdua, mereka tidak sadar jika yang tengah mereka lakukan saat ini adalah masalah yang sangat besar.


******* demi ******* terus keluar dari bibir mereka berdua, hingga mereka sampai puncak dan melakukan pelepasan sama-sama.


“Aku mencintaimu Zalleta,” ucap Ken mencium kening Mizzy, yang dimatanya itu seperti Zalleta. Lalu Ken menghempaskan dirinya di samping Mizzy.


Mizzy terlihat sudah menutup matanya, entah tidur atau tak sadar kan diri. Ken masih yang belum sadar jika itu adalah Mizzy, ia langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya, menarik selimut menutupi tubuh mereka yang polos itu, dan Ken pun mulai memejamkan matanya.


***


Sementara itu, Gisel dan Gibran baru saja sampai di depan Apartemen Ken.


“Gisel, di unit berapa mereka tinggal?” tanya Gibran.


“Aduh aku lupa, unitnya aku tidak tahu,” jawab Gisel sambil menepuk keningnya.


“Kamu ini gimana sih? Katanya tadi tahu!”


“Aku lupa, Mizzy pernah memberitahu apartemennya saja, unitnya aku tidak tahu.”


Gibran terlihat menyugar rambutnya dengan kasar, berulang kali juga terlihat mengusap wajahnya dengan kasar.


“Ya sudah besok saja kita jelasin sama Om-nya Mizzy, pasti besok akan mengantarkan Mizzy ke kampus,” ucap Gisel.


“Tidak bisa, kita harus menemui mereka sekarang, ini urgent!”


“Urgent, apa maksud kamu? iya aku tahu ini darurat karena Mizzy akan dimarahi oleh Om Ken.”


“Bukan itu, Gisel!”


“Lalu?”


“Lihat ini!” Gibran memberikan ponselnya pada Gisel.


Gisel langsung membulat matanya, saat membaca pesan di ponsel Gibran dari salah satu temannya Gibran saat di Caffe tadi.

__ADS_1


“Gila, apa dia gak waras! Temanmu itu tidak punya otak apa hah?” bentak Gisel.


“Aku juga gak tahu Gisel, mereka memang suka iseng,” jawab Gibran dengan nada bicara lemah.


“Kalau Om Ken tahu, kalian semua bisa dihabisi! Turun kamu dari mobilku!” pinta Gisel.


“Tapi, Gisel, antarkan aku pulang dulu.”


“Gak, cepat turun. Mizzy pasti akan membenci kamu, kalau dia tahu teman kamu sudah memasuki obat perangsang ke minumannya tadi, kalian benar-benar keterlaluan. Cepat turun, aku tidak Sudi mobilku di tumpangi oleh pria mesum seperti kamu!” tegas Mizzy penuh amarah.


Pasrah, akhirnya Gibran pun keluar dari mobil Gisel. Gisel langsung menghelai napasnya. Ia merasa bersalah sudah memaksa Mizzy ikut nongkrong di Caffe dan gabung bersama Gibran dan teman-temannya itu.


“Ya Tuhan, apa yang harus aku jelaskan nanti pada Om Ken? Pasti dia akan marah besar padaku,” gumam Gisel.


Ia pun mencoba menghubungi Mizzy, namun teleponnya tidak diangkat.


“Semoga Mizzy baik-baik saja," gumamnya lagi.


Gisel pun memutuskan untuk pulang, hari juga udah larut malam.


***


“Sayang, kamu kenapa sih dari tadi kelihatan gelisah sekali?” tanya Teo pada istrinya Tiara.


“Gak tahu, perasaan aku gak enak begini Mas. Tiba-tiba keingat sama Mizzy,” jawab Tiara.


“Mungkin kamu merindukan dia sayang, emm ... gimana kalau kita mengunjungi dia saja, aku juga sangat rindu dengan putri kita yang cerewet itu, kebetulan Mas juga ada kerjaan di sana,” ajak Teo.


“Tapi, Papa lagi sakit, Mas. Kasian kalau ditinggalin.”


Sudah beberapa hari ini kesehatan Tuan Smith semakin menurun, namun pria tua itu tidak mau di rawat di rumah sakit, hanya di rawat di rumah saja. Semenjak Mizzy tidak ada, kedua mertuanya Tiara itu memang kini tinggal di rumahnya.


“Mas aja yang kesana, aku di sini aja jagain Papa, Mas pastikan saja kalau Mizzy baik-baik aja, perasaan aku benar-benar gak enak Mas,” pinta Tiara.


“Baiklah. Kalau begitu Mas mau pamit dulu sama Papa dan Mamah.”


“Iya Mas, ayo aku temenin.”


Mereka pun langsung menuju kamar Tuan Smith. Terlihat Tuan Smith tengah makan di suapi oleh istrinya Nyonya Henzy.


“Pa, Mah,” panggil Teo saat memasuki kamar tersebut, pintu kamar memang terbuka lebar, jadi mereka langsung masuk.


“Gimana, Pa, apa udah enakan?” tanya Tiara.


“Sudah lebih baik,” jawab Tuan Smith.


“Syukurlah.”


“Oh iya, Pa, Mah. Teo mau pamitan,” ucap Teo.


“Kamu mau kemana?” tanya Mamahnya.


“Teo mau ke tempat Ken, ini katanya Tiara terus kepikiran sama Mizzy,” jawab Ken.

__ADS_1


“Apa kalian lama?” tanya Tuan Smith.


“Enggak kok, Pa. Teo hanya satu hari saja. Tiara gak ikut, biar di jagain Papa di sini sama Mamah,” jawab Teo.


“Papa gak apa-apa kok, masih ada Mamah. Kalau kamu mau ke sana ikut aja, Ra," ucap Tuan Smith pada Tiara.


“Gak apa-apa Pa, biar Mas Teo aja. Lagian Mas Teo ke sana sambil ada kerjaan juga,” sahut Tiara.


“Gak apa-apa, Ra. Mamah tahu kamu sangat rindu sama Mizzy, jadi kamu gelisah dan terus kepikiran dia, sebaik kamu ikut saja sama suami kamu,” titah Nyonya Henzy.


“Iya Mah, mungkin Tiara sangat merindukan Mizzy. Tapi gak apa-apa kok, Tiara gak mau ikut, biar Mas Teo aja. Tiara gak tenang ninggalin Mamah sama Papa di sini,” tolaknya.


“Baiklah terserah kamu saja. Maaf ya Mamah sama Papa jadi ngerepotin kalian.”


“Mamah jangan bicara begitu, Mamah sama Papa itu orang tua Tiara, Tiara gak merasa direpotkan, justru senang bisa menjaga Mamah sama Papa,” ujar Tiara.


Tuan Smith dan Nyonya Henzy tersenyum, mereka merasa beruntung mempunyai menantu seperti Tiara.


“Baiklah, Toa berangkat dulu,” pamitnya.


“Jadi mau berangkat sekarang?” tanya Tuan Smith.


“Iya, Pa. Sekalian juga ada urusan kerjaan,” jawab Teo.


“Baiklah, kamu hati-hati.”


Teo menganggukkan kepalanya, lalu ia meraihnya tangan kedua orang tuanya itu berpamitan secara bergantian.


Tiara mengantarkan suaminya sampai teras rumah.


“Hati-hati ya Mas, kabari aku kalau sudah sampai di sana,” ucap Tiara usai mencium tangan suaminya.


“Pasti sayang.” Teo mendaratkan kecupan di kening istrinya itu.


Setalah itu Teo pun berlalu dari sana, ia langsung meminta anak buahnya untuk menyiapkan pesawatnya Zet pribadi milik keluarga Smith.


Beberapa jam melakukan perjalan udara tersebut, akhirnya Teo pun sampai di depan Apartemen milik Ken. Lantas Teo pun langsung menaiki lift menuju unit apartemen Ken tersebut.


Waktu menunjukkan pukul empat subuh, sesampainya depan unit apartemen Ken, Teo langsung memasukan password pintu Apartemen tersebut. Ken memang pernah memberitahunya, kerena sebelumnya pun Toe sudah sering ke sana.


Sengaja Teo tidak menghubungi Ken atau pun Mizzy untuk membuka pintu kerena ia tahu mereka pasti masih tertidur.


Setalah pintu terbuka, Teo pun masuk ke dalam sana. Suasa terlihat sepi, Teo menuju kamar Ken yang di tempati oleh Mizzy.


Ceklek!


Teo membuka pintu kamar tersebut dan ...


Deg!


Bersambung ....


MAAF BARU UPDATE, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA. TERIMA KASIH.

__ADS_1


HAPPY NEWYEAR 2023


__ADS_2