
Teo dan Tiara pun langsung bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut, mereka langsung pulang untuk melihat kondisi Mizzy.
Jelas mereka sangat mengkhawatirkan kondisi putri semata wayangnya itu.
“Mas, ayo lebih cepat bawa mobilnya!” pinta Tiara.
“Iya sayang ini juga sudah ngebut,” sahut Teo. Ia kembali menambah kecepatan laju mobilnya.
‘Ya Tuhan, bagaimana ini? Tiara pasti akan terkejut melihat kondisi Mizzy, apa yang harus aku katakan nanti?’ ucap Teo dalam hatinya.
Tadi Teo sudah meminta Tiara untuk tidak ikut, biara Teo saja yang melihat kondisi Mizzy, namun jelas Tiara menolaknya, mana mungkin ia tidak ikut, ia sangat mengkhawatirkan kondisi Mizzy.
Bujukan Teo pun benar-benar tak mempan, terlebih Mamah Henzy dan Papa Smith, menyuruh Tiara pulang. Padahal Teo belum siap.
Sebenernya banyak pertanyaan yang Tiara pikirkan kini di hatinya pada Teo, kenapa suaminya tidak bilang kalau Mizzy pulang. Dan kenapa sampai Mizzy bisa pingsan di kamar mandi, Tiara merasa ada yang janggal, apa Mizzy sakit jadi ikut pulang dengan Teo, tapi seharusnya Teo mengatakan semuanya. Tiara benar-benar merasa kesal, tapi untuk saat ini tidak ada gunanya menumpahkan kekesalannya itu, bukan waktu yang tepat juga untuk menanyakan semuanya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah, Tiara terlihat terlebih dahulu turun dari mobil, wanita itu terlihat berlari tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Teo pun langsung menyusul istrinya, perasaan kini benar-benar kalang kabut, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada Tiara, setalah istrinya melihat kondisi Mizzy.
Brakk!
Sesampainya di depan kamar Mizzy, Tiara langsung membuka pintu kamar tersebut dengan keras.
Mizzy berbaring di atas ranjang dengan wajah yang pucat, di sana juga terlihat ada Art yang tengah mengompres kepalanya.
“Mbak, kenapa bisa seperti ini?" tanya Tiara panik sambil menghampiri mereka.
Tiara mengusap wajah putrinya, terlihat jelas ia sangat khawatir, namun detik kemudian Tiara mengerutkan alisnya. Saat melihat banyak tanda merah di leher putrinya itu.
“Mbak ini kenapa? Kok leher Mizzy merah-merah begini?” tanya Tiara. Ia mengosok-gosok pelan tanda merah tersebut, tunggu! kenapa ini seperti bekas tanda kepemilikan seseorang? Apa yang sebenernya terjadi pada Mizzy? beribu bertanya kini memenuhi benak Tiara.
“Gak tahu Nona, tadi pas saya ganti baju Non Mizzy juga, banyak tanda merah seperti itu dibagian dadanya juga, maaf Nyonya, itu seperti tanda cup4ng,” jawab Mbak Art terlihat ragu-ragu.
“Gimana kondisi Mizzy?" tanya Teo yang baru saja sampai di kamar tersebut.
__ADS_1
“Mbak, tolong keluar dan tutup pintunya,” pinta Tiara pada Art-nya tersebut.
Sang Art mengangguk dan berlalu keluar dari kamar tersebut.
Setalah kepergian Art-nya, Tiara langsung mengalihkan pandangannya pada Teo, tatapan Tiara penuh amarah dan penuh tanya pada suaminya.
“Kenapa dengan Mizzy? Apa yang terjadi Mas?” tanya Tiara dengan suara yang memekik.
Deg!
Sudah Teo duga. Akhirnya yang ia takutkan pun terjadi. Lantas harus menjelaskan bagaimana ia sekarang pada Tiara?
“Jawab Mas! Apa yang terjadi dengan putriku, kenapa banyak tanda merah di tubuhnya, siapa yang sudah meninggal hal menjijikan itu pada putriku?”
Bersambung ...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA, TERIMA KASIH.
__ADS_1