Sketsa Cinta Tuan Kendra

Sketsa Cinta Tuan Kendra
Kampus


__ADS_3

Lima belas kemudian, Mizzy terlihat sudah selesai melakukan ritual mandinya itu. Berganti pakaian, lalu memoles wajahnya dengan make-up tipis, gak usah tebal-tebal pada dasarnya dia memang sudah cantik.


Hari ini memang Mizzy akan ke kampus barunya itu, untuk melihat-lihat dulu, sebelumnya ia sudah mendaftar dan di terima di sana, tapi masuk kampus akan di mulai minggu depan.


Merasa semuanya sudah siap, gadis itu pun keluar dari kamarnya.


“Lah, Om Ken kenapa masih di sini? Udah setengah delapan loh, telat nanti masuk kerja, mentang-mentang Bos-nya seenak aja masuk kerja, aku aduin Opa loh nanti tahu rasa!” ucap Mizzy saat melihat Ken masih ada di sana.


“Udah tahu kalau sekarang udah siang, masih aja lama, makannya biasakan bangun pagi, heran gadis-gadis kok kaya kebo!” celetuk Ken.


“Lah kok jadi nyalahin aku?” tanya Mizzy keheranan.


“Terus siapa lagi? Nyalahin cicak di dinding hah? Ayo cepat sarapan dulu!” titah Ken.


“Aku belum laper, nanti aja sarapan di luar,” tolaknya.

__ADS_1


“Ya sudah, ayo kita berangkat,” ajak Ken.


“Kita, lah, kok kita? Zy mau lihat kampus baru, gak mau ikut ke kantor Om, lagian ngapain sih nungguin, Zy!” ketus gadis itu.


Ken mendesah kesal, please! ini masih pagi, bisakan keponakannya itu tidak banyak omong, sabar Ken, sabar.


Ken memaksakan senyumannya. Benar-benar Zalleta versi kedua, pikirnya. Sama bandel dan cerewet.


“Memangnya siapa yang mau ajak kamu ke kantor, Mizzy sayang? Cepat, Om antarkan kamu ke kampus, jalan kita searah.”


“Jangan protes, ayo cepat. Atau Om lapor Papi dan Mommy kamu, nanti suruh mereka jemput kamu, kerena kamu nakal di sini,” ancam Ken. Ia tahu jika gadis itu akan protes, maka dengan itu, Ken sudah antisipasi lebih dulu dengan mengancamnya, cerdas bukan?


Mizzy hanya bisa menahan kekesalannya, pasrah. Ia pun mengikuti langkah Om-nya itu keluar dari unit apartemen tersebut.


Sesampainya di lobi, Ken meminta Mizzy untuk menunggunya. Awalnya akal bulus gadis itu beraksi, Mizzy berniat akan pergi duluan, tapi sepertinya Ken sudah tahu apa yang ada dipikiran keponakan itu.

__ADS_1


“Tunggu di sini, jangan coba-coba kabur, ingat ancaman Om tadi gak main-main ya!” ucap Ken sebelum meninggal Mizzy menuju basemen, mengambil mobilnya.


Alhasil, lagi-lagi Mizzy hanya bisa pasrah dengan perasaan yang begitu dongkol pada Om Dulap-nya itu.


Hingga beberapa menit kemudian, sebuah mobil sport terlihat berhenti di depan lobi tersebut.


Mizzy yang kini sudah di depan lobi tersebut, mata gadis itu menatap takjub mobil yang ada di depannya itu.


‘Gila, keren banget ini mobil, siapa yang punyanya ya? Fix sih, yakin kalau yang punya mobil ini kece parah,’ seru gadis itu dalam batinnya.


Hingga beberapa saat kemudian kaca mobil Sport yang ada dihadapannya itu, perlahan terbuka. Anehnya, Mizzy kok merasa deg-degan, ia sangat penasaran dengan sang pemilik mobil sport keluar terburu yang limited edition itu.


Hingga kaca mobil itu terbuka sempurna, sontak Mizzy pun bisa melihat dengan jelas siapa yang berada di dalam mobil tersebut. Tapi tunggu, apakah Mizzy tidak salah lihat?


“Hey, kenapa malah bengong, ayo cepat masuk, sudah siang!” teriak pria yang ada di dalam mobil tersebut pada Mizzy.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2