SMA ASRAMA JC

SMA ASRAMA JC
MIMPI


__ADS_3

Tiba tiba terdapat angin yang entah dari mana datang berhembus di dalam ruangan kamar Verro dan Riana. Kemudian Tiba tiba sayu persatu teman teman Verro mulai tertidur termasuk juga Verro.


"TOLOOOONGGG"


"TOLONGG KAMIII"


"KU MOHON BANTU KAMII"


"HATI HATI"


"KAMU DAN LAKI LAKI ITU AKAN MENJADI KORBAN SELANJUTNYA"


"BEBASKAN JIWA KAMI, KAMI AKAN MELINDUNGI JIWA MU"


"KU MOHON BANTU KAMII, TOLONG KAMII"


"SUDAH TERLALU LAMA KAMI DISINI"


"KAMI MOHOOONNN"


"LIHAT LAH DARAH INI"


"LIHATLAH KETIDAKADILAN INI"


"LIHATLAH PEMBANTAIAN INI"


"LIHATLAH BAGAIMANA MEREKA MENGORBANKAN KAMI"


"LIHATLAH BETAPA KEJAMNYA MEREKA"


"LIHATLAH BETAPA JAHATNYA MEREKA"


"LIHATLAH BETAPA TEGANYA MEREKA PADA KAMI


"SUDAH CUKUP KAMI SAJA KORBANNYA"


"SELAMAT KAN NYAWAMU DAN TEMAN TEMAN MU"


"TOLONG BEBASKAN KAMI JUGAA"


"KAMI TERSIKSA DISINI"


"SETIDAKNYA BERI AKU PETUNJUK UNTUK BISA MEMBEBASKAN KALIAN"


"KERTAS, 100 TAHUN, 60 TAHUN, BAWAH TANAH"


"BEBASKAN KAMII, SELAMAT KAN MEREKA"


"APA MAKSUD KALIAN??"


"TOLOOOONGGG BEBASKAN KAMIII"


"KAMI MOHONN"


"JELASKAN PADA KU APA MAKSUD KALIAN?"


"TOLONG KAMI"

__ADS_1


"Ver ver, bangun ver, verr" Teriak Riana


"AAAaaaa" Teriak Verro


Keringat dingin mengucur dari kening Verro, Verro masih menenangkan diri nya.


"Zaa bangun zaa, Erzaaa!!" Teriak Zulian


"Zaaa!!!" Teriak Reza


"Erza belum bangun?" Tanya Verro ke Riana lirih dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Riana


Verro bangkit dari tempat tidur nya dan menuju ke arah Erza dengan membawa air.


"Zaa, gua tau lo denger gua, bangun Zaa!" Ucap Verro


"Saya mohon siapapun andaa yang menggangu kami termasuk Erzaa, tolong berhenti, saya mohonnn!!" Ucap Verro, mulut Verro berkomat kamit seperti membaca doa, lalu menuangkan air ke tangannya dan menyipratkan ke Erza


"Bismillah, Zaa bangun!" Ucap Verro


Erza terbangun, nafasnya terengah-engah, Zulian memberi Erza air untuk minum.


Semuanya sudah mulai tenang, AC ruangan yang tadinya tak terasa dingin sama sekali, sekarang mulai terasa. Hening... tiada seorang pun yang bersuara, mereka masih syok...


Verro mulai berbicara


"Aku tadi mimpi, ada yang minta tolong, ga cuman 1, tapi banyak, ribuan orang, mereka memberi petunjuk 'Kertas, 100 tahun, 60 tahun, Bawah tanah' hanya itu, tragedi pembantaian, lalu seperti ada ritual persembahan" Ucap Verro


"Gua juga sama, sama persis seperti itu" Sahut Erza


"Apakah semua mimpi hal yang sama?" Tanya Verro


"Aku engga, aku mimpi aku e.. maksud ku kita semua dibawa ke suatu ruangan gelap, banyak sekali darah, tulang, tengkorak manusia berceceran, disana kaya ada ritual persembahan, dan mereka akan mengorbankan 2 nyawa, dari kita" Ucap Riana


"Aku jugaaa, ruangan nya bau anyir darah, dan ada sebuah patung" Ucap Reza


"Na iya gua juga" Ucap Cindy


"Iyaaa, sereemmm" Ucap Meylani


"Semua selain aku dan Erza, mimpinya sama?" Tanya Verro dan semua mengangguk


"Hah, ada apa ini" Ucap Riana


"Ini jelas permintaan tolong" Ucap Verro


"Tapi apa maksud 100 tahun dan 60 tahun?" Tanya Hardi


"Usia sekolah ini 299 tahun benarkan? Berarti sebentar lagi 300 tahun, apa ada sesuatu pada tahun itu dan kelipatannya?" Ucap Verro


"Kalau benar, berarti ada hal besar yang akan terjadi, karena hari jadi 300 adalah kelipatan dari 60 dan 100" Ucap Erza


"Kertas, ada kertas gak?" Tanya Hardi


"Ada nih, buat apa?" Tanya Meylani


"Buat Catatan, setiap petunjuk harus di catat, jadi nanti mudah buat menghubungkan satu persatu petunjuk" Jelas Hardi

__ADS_1


"Wuisshhh mantep, pinterrr wkwk zhiipp" Ucap Meylani memuji


"So pasti laahh, gua pinter, kalo ga pinter ga mungkin sekolah disini" Ucap Hardi sombong


"Huuuuu" Ucap Meylani


"Cieee udah pada bisa bercanda nih yeee" Ucap Ricky


"Ya gimana biar ga terlalu tegang aja gitu, hehe iya gak bag Jul" Ucap Meylani


"Waahh kumat nih anaakkk, entah kenapa kok gua risih di panggil Jul yaaa, kalo Zul gpp" Ucap Zulian


"Eh gua laper nih, udah jam setengah 12 siang loh, kalian gaada yang laper?" Tanya Clarissa


"Ya laper sih, tapi mau makan apa?" Ucap Cindy


"Di samping kamar nomor 22, ada kaya minimarket, eh kok minimarket sih, ya sejenis itu deh" Ucap Reza


"Yaudah yuk kita kesana, kalo di kunci kita dobrak aja, daripada mati kelaparan" Ajak Meylani


"Yaudah oke yuk" Ajak Verro


Mereka bersepuluh pun pergi ke minimarket (entah apalah).


"Waahh ga di kunci wkwk, kuy masuk" Ucap Ricky


"Woww, banyak banget bahan bahannya, kita mau makan apa nih" Ucap Cindy senang


"Sesua alat yang ada aja, aku punya panci elektrik di kamar, masak sop aja, cepet simple, sama telur" Ucap Verro


"Aku juga punya panci elektrik di kamar ku, bisa di pake juga, biar lebih cepet" Ucap Clarissa


"Ricky, Zulian, Hardi, temenin Cindy sama Clarissa ke kamar mereka, ambil pisau sama panci elektrik" Ucap Riana


"lah kok kitaaa, biarin mereka berdua aja kali dah gede juga" Ucap Ricky dengan nada mengejek


"Udah ah gausah bercanda, kalo mau makan, ya ambil!" Ucap Verro dari kejauhan


"Shiaapp"


Skip-


"Makanan daahh siaappp" Ucap Meylani


"uhuhuy Azeeekk makaann, meskipun gaada nasi, kentang pun jadi wkwk" Ucap Cindy


"Woeee cowok cowok gada yang mau makan?" Tanya Verro


"Ya makan laah" Ucap Erza


"Berhubung gaada piring adanya cuman sendok, itupun nemu di kopmart tadi, makan aja dari panci, dah di bagi 2 noh, tuh telornya" Ucap Riana


"Woke, makaseehhh, uuuu ciwi ciwi disini pinter masak, wkwk" Ucap Ricky


"Gausah sok sok an muji, cuman sop sama telor, siapa yang gabisa bikin" Ucap Verro sewot


Mereka pun makan dengan lahap, dan pasti nya tetap ada sambal (sambal instan) yang mereka dapatkan di kopmart (minimarket tadi loh:D)

__ADS_1


__ADS_2